info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
0+ Mahasiswa Aktif
0+ Dosen & Tenaga Pendidik
0+ Alumni
0 Program Studi
Program Studi Unggulan

Pendidikan Vokasi Berkualitas

Seluruh program studi berikut sudah diselaraskan dengan struktur program studi yang tampil pada website utama. Setiap kartu mengarah ke halaman prodi yang sekarang memiliki layout lebih lengkap dan modern.

D3 Health Care D-III Keperawatan

D-III Keperawatan

Diploma III Keperawatan (DIII) adalah program studi yang menghasilkan perawat profesional dalam memberikan asuhan keperawatan dengan komposisi pembelajaran 60% praktik dan 40% teori.

  • 3 Tahun (6 Semester)
  • Terakreditasi
  • Perawat Pelaksana, Puskesmas, Rumah Sakit
Detail Program Studi
D3 Pharmacy D-III Farmasi

D-III Farmasi

Program vokasi Diploma 3 Farmasi yang menghasilkan Ahli Madya Farmasi/Tenaga Teknis Kefarmasian dengan fokus keterampilan praktik.

  • 3 Tahun (6 Semester)
  • Terakreditasi
  • Pelayanan, Produksi, Distribusi Sediaan Farmasi
Detail Program Studi
D4 Public Health D-IV Promosi Kesehatan

D-IV Promosi Kesehatan

Program Studi DIV Promkes pertama di Kalimantan Utara, dengan pembelajaran praktik laboratorium, institusi kesehatan, pendidikan, dan masyarakat.

  • 4 Tahun (8 Semester)
  • Terakreditasi
  • Implementator Promkes, Pemberdayaan Masyarakat, Advokator
Detail Program Studi
D4 Occupational Safety D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja

D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Program sarjana terapan K3 yang unggul, berdaya saing global, dan inovatif dalam penerapan teknologi hijau berbasis keselamatan kerja berkelanjutan.

  • 4 Tahun (8 Semester)
  • Program Baru
  • HSE Officer, Safety Inspector, Konsultan K3
Detail Program Studi
D4 Smart City D-IV Sistem Informasi Kota Cerdas

D-IV Sistem Informasi Kota Cerdas

Program vokasi Sarjana Terapan yang menyiapkan lulusan profesional di bidang sistem informasi, keamanan siber, data, IoT, dan GIS untuk kota cerdas berkelanjutan.

  • 4 Tahun (8 Semester)
  • Program Baru
  • System Analyst, Application Developer, Cybersecurity Analyst, Data Architect, GIS Analyst
Detail Program Studi
Konten Utama

Artikel / Informasi

Sumber Aqua dari Air Akuifer Dalam, Pakar Geologi Jelaskan Kualitasnya
27 Okt 2025 Berita IT Poltek

Sumber air Aqua belakangan ramai disorot publik setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi salah satu lokasi pengolahan air milik perusahaan tersebut. Kunjungan tersebut terungkap melalui YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel (KDM).
Seorang staf perusahaan kemudian menjelaskan air diambil dari bawah tanah melalui proses pengeboran. Terkait hal tersebut Danone menegaskan sumber air yang digunakan bukan berasal dari sumur bor biasa, melainkan dari akuifer dalam lapisan air tanah alami yang terbentuk di sistem hidrogeologi pegunungan.

"Air ini terlindungi secara alami dan telah melalui proses seleksi serta kajian ilmiah oleh para ahli dari UGM dan Unpad. Sebagian titik sumber bahkan bersifat self-flowing atau mengalir secara alami," jelas Aqua dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (23/10/2025).

Guru Besar Teknologi Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Ir Heru Hendrayana menjelaskan air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan bumi dan tak bisa dilihat langsung lantaran tersimpan di dalam batuan. Batuan tersebut disebut akuifer.

Adapun air tanah dalam atau akuifer ini berbeda dengan air tanah dangkal yang biasa digunakan oleh sumur penduduk. Kedalaman air tanah dalam ini bisa mencapai hingga 200 meter dan seterusnya.

Air tanah dalam umumnya memiliki kualitas yang sangat baik dan relatif aman untuk dikonsumsi. Hal ini karena pada kedalaman tersebut, lanjut Prof Heru, air sudah terlindungi dari kontaminasi seperti bakteri dan virus.

"Bakteri, virus itu tidak bisa hidup di air tanah dalam, karena virus dan bakteri itu mempunyai masa hidup di dalam batuan itu hanya 60 hari, 70 hari, 100 hari, hanya itu. Jadi kalau di dalam sana, itu pasti tidak ada bakteri, itu ya," tutur Prof Heru.

Namun yang menjadi perhatian utama adalah kandungan kimia berbahaya. Lantaran hal tersebut, penting untuk melalui proses penelitian dan pemeriksaan lebih lanjut. Ia juga menjelaskan produsen AMDK yang beredar di pasaran wajib melalui proses penyaringan dan sterilisasi, termasuk dengan teknologi ultraviolet.

Senada, Rachmat Fajar Lubis dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengatakan air tanah dari sumur dalam (air tanah tertekan) berada jauh di bawah permukaan, sehingga tak bersinggungan langsung dengan aktivitas manusia dan hewan.

"Di bawah permukaan tanah yang cukup dalam, tidak ada kehidupan mikroorganisme. Jadi airnya lebih murni, hanya mengandung mineral alami dari batuan yang dilaluinya," ungkapnya.

Inilah alasan mengapa perusahaan air minum memilih menyedot air dari lapisan tanah dalam, bukan dari sumber mata air terbuka.

"Dengan cara itu, kualitas air bisa dijaga, bebas kontaminasi, dan tetap memenuhi standar kesehatan," katanya.

(NF/Detik.com)

Mandikan Anak Saat Demam Ternyata Ada Manfaatnya, Tapi Catat Saran Dokter
29 Okt 2025 Berita IT Poltek

Salah satu momen yang sering bikin orang tua was-was adalah ketika anak demam. Untuk orang tua yang belum paham sepenuhnya soal penanganan demam anak, ini mungkin akan membuat panik.
Sebenarnya, bolehkah anak yang sedang demam dimandikan? Untuk menyiasati ini, orang tua terkadang memilih menyeka atau mengelap tubuh anak, karena khawatir demam yang dialami semakin parah.

Spesialis anak Brawijaya Hospital Taman Mini dr Rizky Amrullah Nasution, SpA mengungkapkan mandi sebenarnya justru disarankan untuk anak yang demam. Berdasarkan penelitian, ada tiga hal yang terbukti dapat membantu menurunkan demam anak, yaitu obat penurun panas, kompres, dan skin to skin contact.

dr Rizky menuturkan memandikan anak memberi efek seperti kompres demam, tapi lebih baik dampaknya pada tubuh anak.

"Jadi boleh nggak dimandikan? Boleh banget. Karena justru lebih bagus sebenarnya, karena kalau kompres itu kan hanya di atas kepala, leher, ketiak, sama lipat paha," ujar dr Rizky pada awak media di acara Healthtalk Brawijaya Hospital Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa (28/10/2025).

Meski begitu, dr Rizky mengingatkan suhu air yang digunakan untuk memandikan anak harus disesuaikan. Suhu yang cocok menurut dr Rizky adalah air hangat suam kuku dengan suhu sekitar 37-38 derajat celcius, sesuai dengan suhu tubuh, tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin.

"Harapannya si air yang suhunya mirip dengan suhu tubuh ini akan membuka pembuluh darahnya, supaya demamnya cepat turun," sambungnya.

dr Rizky mengatakan orang tua bisa mengombinasikan tiga langkah penurun demam secara bersamaan. Langkah ini dapat membantu proses penurunan demam lebih cepat dan efektif. Apabila gejala tidak mereda dalam beberapa hari, konsultasi dengan dokter bisa dilakukan.

"Dibandingkan hanya satu-satu aja, misal obat panasnya doang, atau kompres mandinya doang, atau skin to skinnya doang, jadi kita kombinasi ketiganya, supaya penurunan suhu tubuhnya lebih efektif," tandasnya.

(NF/Detik.com)

Daftar 15 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM yang Bisa Rusak Ginjal-Hati
04 Nov 2025 Berita IT Poltek

Badan Pengawas Obat dan Makanan menindak tegas 15 produk obat bahan alam (OBA) ilegal dan berbahaya. Ini karena obat-obatan tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO) yang dapat merusak organ tubuh.
Di pasaran, obat-obat ini dikenal sebagai produk pelangsing, penambah stamina pria, dan pegal linu.

Dari 15 produk ilegal tersebut, 5 produk pelangsing diketahui mengandung BKO sibutramin dan 5 produk stamina pria mengandung sildenafil sitrat. Sedangkan, 5 produk pegal linu mengandung deksametason, parasetamol, asam mefenamat, ibuprofen, serta natrium diklofenak.

Campuran BKO pada obat-obat tersebut dapat merusak jantung, hati, ginjal, hingga kematian jika dikonsumsi dalam takaran yang melebih batas. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan ini.

"Penambahan BKO dalam produk berbasis bahan alam bukan sekadar pelanggaran, melainkan sabotase terhadap sistem kesehatan masyarakat. Produk-produk ini menyamar sebagai jamu atau suplemen herbal, padahal mengandung zat aktif obat yang berbahaya," kata Ikrar dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).

Berikut 15 produk ilegal berbahaya yang ditemukan BPOM RI.

1. JD Jamu Diet
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing.

2. Jamu Diet Dosting
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing.

3. Obat Diet Dokter (TR023776354)
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing. Mencantumkan nomor izin edar fiktif.

4. BEAUTY SLIM
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing.

5. Obat Diet Herbal
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing.

6. SUPER TONIK MADU KUAT (UD Agung Sehat Jawa Tengah)
Produk mengandung BKO sildenafil sitrat. Diklaim sebagi stamina pria.


7. Kopi Stamina Agam Perkasa (TR194009112) - Mutiara Perkasa Tangerang Indonesia
Produk mengandung BKO sildenafil sitrat. Mencantumkan nomor izin edar fiktif dan diklaim sebagai stamina pria.

8. Jrenk jos X (TR 054335881) - PT Herbal Farma Jkt
Produk mengandung BKO sildenafil sitrat. Mencantumkan nomor izin edar fiktif dan diklaim sebagai stamina pria.

9. Kopi Rempah Cap Luwak Cobra (TR053563947) - PT. IZTANA
ZAWIYAH
Produk mengandung BKO sildenafil sitrat. Mencantumkan nomor izin edar fiktif dan diklaim sebagai stamina pria.

10. Chang Sanx (POM TI: 093053147) - PJ Akar Manjur
Produk mengandung BKO parasetamol, ibuprofen, natrium diklofenak, dan sildenafil sitrat. Mencantumkan izin edar fiktif dan diklaim sebagai stamina pria.

11. Tokcer (TR005101984) - PJ Sinar Jaya
Produk mengandung BKO natrium diklofenak. Mencantumkan izin edar fiktif dan diklaim dapat mengobati pegal linu.


12. Sari Daun Kelor (TR183449168) - PJ Sumber Sehat
Produk mengandung BKO parasetamol, deksametason, dan natrium diklofenak. Nomor izin edar fiktif dan diklaim sebagai obat pegal linu.

13. Buah Merah Rimba (POM TR No. 034334855) - PT. Raja Farma Sukses - Jakarta
Produk mengandung BKO deksametason dan natrium diklofenak. Izin edar fiktif dan diklaim sebagai obat pegal linu.

14. Garciana Tokcer (POM TR No. 043230891) - PJ GS Super Garciana Jakarta - Indonesia
Produk mengandung BKO asam mefenamat, ibuprofen, dan parasetamol. Izin edar fiktif, diklaim sebagai obat pegal linu.

15. Pas-Ti Joss (Dep. Kes. RI TR No. 003202171) - PJ Sinar Maju
Produk mengandung BKO natrium diklofenak dan parasetamol. Izin edar fiktif dan diklaim sebagai obat pegal linu.

(NF/Detik.com)

Mou antara politeknik kaltara dan BPBD Kota tarakan ( 4 november 2025 )
04 Nov 2025 Berita IT Poltek

Mou antara politeknik kaltara dan BPBD Kota tarakan ( 4 november 2025 )

Kegiatan Ulangan Tenggah Semester (UTS) Politiknik Kaltara
04 Nov 2025 Berita IT Poltek

Kegiatan Ulangan Tenggah Semester (UTS) Politiknik Kaltara Pada Hari Selasa 4/11/2025

Penerimaan praktik implementasi Prodi D4 Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara
22 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek
Praktik Implementasi Prodi D4 Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara di Puskesmas Mamburungan
Pembekalan  OSCE Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
19 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek
Pembekalan OSCE Prodi D3 Keperawata
Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
19 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi

Rapat Persiapan OSCE Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
19 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Persiapan OSCE Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara

Kegiatan Practice  Day Hari Kedua (2) Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
18 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Practice  Day Hari Kedua (2) Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara

 Practice  Day Hari Pertama (1) Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
17 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

 Practice  Day Hari Pertama (1)  Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara

Darurat Narkoba: Ancaman Nyata Yang Mengintai Generasi Muda Kita
17 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Darurat Narkoba:

Ancaman Nyata yang Mengintai Generasi Muda Kita

 

Bayangkan sebuah kelas berisi empat puluh siswa. Mereka duduk rapi, seragam bersih, buku terbuka di meja. Di antara mereka ada yang bercita-cita menjadi dokter, ada yang ingin jadi guru, ada yang bermimpi merintis usaha sendiri. Tapi bayangkan juga ini: secara statistik, rata-rata delapan di antara mereka pernah bersentuhan dengan narkoba — bukan karena mereka bodoh, melainkan karena ancaman itu memang sudah ada di sana, diam-diam, dekat, dan nyata.

Fakta ini bukan rekaan. Dari setiap seratus pelajar Indonesia, rata-rata delapan orang tercatat pernah memakai narkoba. Dan angka ini bukan monopoli kota-kota besar. Ia hadir di mana-mana — di gang sempit, di balik kantin sekolah, di sudut-sudut yang tidak pernah kita duga, termasuk di kota dan lingkungan kita sendiri.

Bukan Masalah Orang Lain

Kesalahan terbesar yang sering kita buat adalah menganggap narkoba sebagai urusan orang lain, di tempat lain, di waktu yang entah kapan. Padahal kenyataannya, persoalan ini sudah ada di depan pintu rumah kita — bahkan mungkin sudah melewati ambang pintunya tanpa kita sadari.

Di tingkat global, setiap tahun puluhan ribu nyawa melayang bukan karena bencana alam, bukan karena perang, melainkan karena narkoba. Ratusan juta penduduk dunia hidup dalam jerat ketergantungan — dari heroin, kokain, hingga berbagai jenis amfetamin dan obat penenang yang beredar bebas di pasar gelap. Di balik setiap angka itu ada anak seseorang, ada saudara kandung, ada teman yang pernah kita kenal, yang kini tidak lagi utuh — atau bahkan tidak lagi ada.

Indonesia bukan sekadar penonton dalam tragedi global ini. Kita adalah bagian dari peta peredaran narkoba internasional yang sangat terstruktur. Kokain masuk dari Amerika Latin. Heroin dan morfin menyusup melalui jaringan Asia sebelum menargetkan pasar lebih jauh, dengan wilayah kita sebagai salah satu jalur transit. Sabu-sabu dan ekstasi berputar melalui kita sebelum menjangkau berbagai penjuru. Kita bukan hanya pasar — kita juga dijadikan jembatan. Dan anak-anak muda kita yang menjadi taruhannya.Gunung Es yang Terus Membesar

Yang membuat persoalan ini semakin mencemaskan adalah sifatnya yang tersembunyi. Para ahli kesehatan masyarakat sering menyebutnya sebagai fenomena gunung es — apa yang terlihat di permukaan, angka-angka yang tercatat dalam laporan resmi, hanyalah sepersekian kecil dari realitas yang sesungguhnya tenggelam jauh di bawah.

Kasus yang berhasil ditangani hanyalah sebagian kecil dari yang benar-benar terjadi di masyarakat. Banyak pengguna yang tidak pernah tertangkap. Banyak peredaran yang tidak pernah terdeteksi. Banyak remaja yang tenggelam dalam lingkaran narkoba tanpa pernah masuk hitungan statistik mana pun. Dan selama bagian bawah gunung es itu tidak pernah disentuh, tidak ada upaya pemberantasan yang benar-benar tuntas.

Kenaikan jumlah kasus dari tahun ke tahun bukan sekadar hasil kerja aparat yang semakin aktif — ia adalah cerminan dari skala masalah yang semakin besar. Dan di balik lonjakan angka itu, selalu ada wajah-wajah muda yang seharusnya sedang belajar, bermain, dan bermimpi.

Ketika Daerah Kita Berbicara

Ada anggapan yang perlu kita patahkan: bahwa narkoba hanyalah masalah kota-kota besar. Kenyataannya, narkoba sudah lama merambah ke kota-kota kecil, ke kabupaten, bahkan ke kampung-kampung yang selama ini kita anggap jauh dari jangkauannya.

Di berbagai daerah, tren yang sama terus berulang: jumlah kasus meningkat dari tahun ke tahun, dan kelompok yang paling cepat bertambah adalah usia muda — usia sekolah dan kuliah. Peningkatan itu bukan kebetulan. Ia adalah hasil dari jaringan peredaran yang semakin terorganisir, yang dengan sadar menyasar generasi paling muda dan paling rentan sebagai target utama mereka.

Kalimantan Utara, termasuk Kota Tarakan, tidak luput dari ancaman ini. Data yang pernah tercatat memperlihatkan tren kenaikan yang konsisten, dengan pengguna muda sebagai kelompok yang proporsinya terus meningkat. Ini bukan sekadar angka di atas kertas — ini adalah anak-anak tetangga kita, teman sekolah anak kita, adik-adik yang masih punya seluruh hidup di depan mereka.

Mengapa Remaja Paling Mudah Terjebak?

Pertanyaan ini selalu penting untuk dijawab dengan jujur: mengapa justru remaja yang paling mudah terjebak? Jawabannya tidak ada hubungannya dengan kebodohan atau karakter yang lemah. Jawabannya ada pada psikologi perkembangan — pada sifat alami dari fase kehidupan yang sedang mereka jalani.

Masa remaja adalah masa di mana rasa ingin tahu meluap-luap. Otak remaja secara biologis memang sedang dalam mode eksplorasi yang intens — terdorong untuk mencoba hal baru, menguji batas, dan mencari pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya. Dorongan itu sebenarnya sehat dan diperlukan; tanpanya, tidak akan ada inovasi, tidak ada keberanian untuk berubah. Namun tanpa bimbingan yang tepat, dorongan yang sama bisa dengan mudah diarahkan ke tempat yang salah — termasuk ke narkoba yang menawarkan 'pengalaman baru' dengan iming-iming palsu.

Di saat yang sama, kebutuhan untuk diterima oleh kelompok teman sebaya begitu kuat di usia ini. Takut ditolak, takut dianggap penakut, takut tidak dianggap bagian dari kelompok — semua ketakutan itu bisa mendorong seorang remaja melakukan sesuatu yang sebetulnya bertentangan dengan nilai-nilainya sendiri. Dalam banyak kasus nyata, narkoba pertama kali bukan datang dari pengedar gelap yang misterius — ia datang dari teman sekolah, dari kakak kelas, dari orang-orang yang dikenal baik, yang mengajak dengan dalih kebersamaan atau sekadar 'coba dulu, tidak apa-apa.'

Masa remaja juga adalah masa pencarian jati diri yang paling kritis. Banyak remaja yang belum menemukan tempat berpijak yang kokoh — belum tahu persis siapa mereka, apa yang mereka yakini, dan ke mana mereka mau pergi. Dalam kekosongan identitas itu, lingkungan menjadi penentu segalanya. Dan ketika lingkungan itu menawarkan narkoba sebagai 'tiket masuk' ke sebuah kelompok, risikonya menjadi berlipat ganda.

Dampak yang Merobek Segalanya

Narkoba tidak hanya merusak tubuh. Ia merobek hampir setiap aspek kehidupan penggunanya secara bersamaan — dari dalam ke luar, dari kesehatan fisik hingga hubungan sosial dan masa depan.

Secara fisik, narkoba menyerang otak lebih dulu. Gangguan fungsi otak berarti menurunnya daya ingat, perubahan suasana perasaan yang ekstrem, dan hilangnya kemampuan menilai risiko secara normal. Kerusakan berlanjut ke organ-organ vital lainnya: hati, ginjal, paru-paru. Gangguan jantung dan pembuluh darah. Gangguan sistem pernapasan. Bagi yang menggunakan narkoba suntik dan berbagi jarum, ancaman hepatitis dan HIV/AIDS mengintai setiap saat.

Namun kerusakan fisik hanya babak pertama. Babak berikutnya — yang sering tidak terlihat dari luar — justru lebih menghancurkan. Produktivitas belajar merosot, kemampuan berkonsentrasi hilang, hubungan dengan keluarga renggang dan penuh konflik. Persahabatan yang sehat perlahan ditinggalkan karena pengguna semakin menarik diri ke lingkungan sesama pengguna. Dan dalam banyak kasus, narkoba menjadi pintu masuk menuju kriminalitas lain — karena mempertahankan ketergantungan itu butuh uang, dan tidak semua cara untuk mendapatkannya adalah cara yang halal.

Yang paling menyedihkan adalah hilangnya masa depan. Remaja yang semestinya sedang membangun fondasi hidupnya — belajar, mengembangkan bakat, merajut cita-cita — justru menghabiskan energi terbaiknya untuk bertahan dalam lingkaran ketergantungan yang tidak pernah memberikan apa pun selain kehancuran yang semakin dalam.

Hukum Penting, Tapi Tidak Cukup

Selama puluhan tahun, respons utama kita terhadap narkoba adalah penegakan hukum. Dan hukum memang perlu — tidak ada yang bisa membantah bahwa pemberantasan jaringan peredaran gelap adalah langkah yang mutlak dilakukan. Berbagai perangkat hukum telah lahir: regulasi tentang narkotika, tentang psikotropika, tentang zat adiktif — dengan ancaman hukuman yang semakin berat bagi para pelaku, termasuk ancaman hukuman mati bagi sindikat tingkat tinggi.

Namun angka tidak pernah berbohong. Meski ribuan aparat bekerja keras, meski banyak bandar ditangkap dan dihukum, persoalan ini tidak mereda. Mengapa? Karena hukum bekerja setelah kejahatan terjadi. Hukum bisa menangkap pengedar, tetapi tidak bisa masuk ke dalam pikiran seorang remaja yang sedang mempertimbangkan untuk 'sekadar sekali coba saja.' Hukum bisa memenjarakan bandar, tetapi tidak bisa mengisi kekosongan yang dirasakan seorang anak muda yang kesepian, tidak punya tujuan hidup, dan tidak merasa diterima di manapun.

Pada dasarnya, penyalahgunaan narkoba adalah masalah perilaku manusia — bukan semata-mata persoalan hukum atau keamanan. Artinya, selama perilaku manusia tidak dibangun di atas fondasi yang kokoh melalui edukasi, pembentukan nilai, dan penguatan keluarga, ancaman narkoba tidak akan pernah bisa diselesaikan hanya dengan jeruji besi dan ancaman hukuman.

Tanggung Jawab Kita Bersama

Lalu apa yang sesungguhnya bisa kita lakukan? Jawabannya tidak sederhana, tapi sangat jelas: ini adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya pemerintah, bukan hanya polisi, bukan hanya guru di sekolah. Melainkan kita semua — sebagai orang tua, sebagai anggota komunitas, sebagai bagian dari masyarakat yang ingin melihat generasi mudanya selamat.

Keluarga adalah benteng pertama dan yang paling menentukan. Komunikasi yang hangat dan terbuka antara orang tua dan anak — bukan sekadar mengatur dan melarang, melainkan benar-benar mendengar, memahami, dan hadir — adalah perlindungan yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Remaja yang merasa didengar di rumah tidak akan mudah mencari pelarian di tempat lain. Remaja yang merasa dicintai tanpa syarat tidak akan mudah dirayu oleh tawaran palsu yang datang dari jalanan.

Sekolah adalah garis pertahanan berikutnya. Pendidikan tentang bahaya narkoba harus disampaikan bukan sebagai ceramah yang menakutkan, melainkan sebagai percakapan yang memberdayakan. Remaja perlu dibekali tidak hanya dengan informasi tentang apa itu narkoba, tapi juga dengan keterampilan hidup yang nyata: bagaimana menolak tekanan teman sebaya, bagaimana mengelola stres dan emosi, bagaimana membuat keputusan yang sehat bahkan ketika lingkungan sekitarnya memilih yang sebaliknya.

Dan masyarakat harus menciptakan lingkungan yang memberi ruang bagi remaja untuk tumbuh, berkreasi, dan menemukan makna hidup mereka tanpa harus mengambil risiko yang menghancurkan. Olahraga, seni, kegiatan sosial, keagamaan, komunitas positif — semua ini adalah alternatif nyata yang jauh lebih bermakna dari pelarian sesaat yang ditawarkan narkoba.

Darurat Ini Nyata

Ada satu hal yang perlu kita akui dengan jujur dan tanpa basa-basi: kita sudah terlambat bersikap sepenuhnya waspada. Narkoba bukan lagi ancaman yang mengintai dari kejauhan — ia sudah ada di sekolah, di lingkungan rumah, mungkin bahkan sudah mengetuk pintu kita.

Setiap hari yang berlalu tanpa tindakan nyata adalah satu hari yang kita berikan kepada narkoba untuk semakin dalam menjerat generasi muda kita. Generasi yang seharusnya menjadi penerus bangsa. Generasi yang seharusnya membawa negeri ini ke tempat yang lebih baik.

Darurat ini nyata. Dan respons kita — sebagai orang tua, sebagai pendidik, sebagai warga yang peduli — harus sama nyatanya. Bukan sekadar keprihatinan yang diungkapkan di meja makan. Bukan sekadar postingan simpati di media sosial yang menghilang dalam hitungan jam. Melainkan tindakan yang konkret, konsisten, dan dimulai dari diri kita sendiri, dari keluarga kita, dari lingkungan terdekat kita.

*Penulis adalah Dosen Pada Prodi Promosi Kesehatan, Politeknik Kaltara

Rapat Koordinasi Kegiatan Caping Day
15 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Rapat Koordinasi Kegiatan Caping Day Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
12 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
12 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara

Kegiatan OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
12 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Kegiatan OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara

Leaflet dan Poster, Media Kecil dengan Dampak Besar dalam  Upaya Pencegahan Narkoba Oleh Muliyadi *
11 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Permasalahan narkoba tidak hanya menjadi urusan hukum, tetapi juga persoalan kesehatan masyarakat, pendidikan, keluarga, dan masa depan generasi muda. Banyak remaja mengenal narkoba bukan karena memahami bahayanya, melainkan karena rasa ingin tahu, pengaruh teman sebaya, tekanan lingkungan, atau keinginan mencari pengakuan dalam pergaulan. Pada titik inilah edukasi dan promosi kesehatan memiliki peran penting. Pencegahan tidak cukup dilakukan melalui larangan atau ancaman hukuman. Remaja perlu memperoleh informasi yang benar, mudah dipahami, dekat dengan kehidupannya, dan disampaikan secara berulang melalui media yang menarik.

Dalam promosi kesehatan, media menjadi jembatan antara pesan kesehatan dan perubahan perilaku. Pesan yang baik tidak akan memberi dampak apabila tidak sampai kepada sasaran dengan cara yang tepat. Sebaliknya, media sederhana dapat menjadi kuat bila dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Dua media yang sering digunakan dalam edukasi kesehatan adalah leaflet dan poster. Keduanya terlihat kecil, murah, dan mudah dibuat, tetapi memiliki peran besar dalam memperkuat pemahaman remaja tentang bahaya narkoba.

Leaflet merupakan media cetak berukuran kecil yang berisi informasi singkat, padat, jelas, dan mudah dibawa. Dalam kegiatan penyuluhan, leaflet dapat dibagikan langsung kepada siswa, orang tua, maupun masyarakat. Keunggulan leaflet terletak pada sifatnya yang praktis. Seseorang dapat membacanya saat kegiatan berlangsung, menyimpannya, lalu membaca kembali di rumah. Dengan demikian, informasi tentang narkoba tidak berhenti ketika penyuluhan selesai, tetapi tetap dapat diingat dan dipelajari ulang.

Dalam pencegahan narkoba, leaflet dapat memuat pesan tentang pengertian narkoba, jenis narkoba, dampaknya terhadap otak dan tubuh, risiko terhadap pendidikan, bahaya pergaulan negatif, serta cara menolak ajakan menggunakan narkoba. Informasi tersebut harus ditulis dengan bahasa sederhana, tidak menakut-nakuti secara berlebihan, dan langsung mengarah pada inti pesan. Remaja lebih mudah menerima pesan yang dekat dengan pengalaman mereka, seperti memilih teman positif, mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, berani mengatakan tidak, dan mencari bantuan saat menghadapi tekanan.

Selain leaflet, poster memiliki kekuatan visual. Poster biasanya dipasang di tempat yang mudah dilihat, seperti ruang kelas, lorong sekolah, puskesmas, balai desa, papan pengumuman, atau tempat berkumpulnya remaja. Melalui gambar, warna, simbol, dan kalimat pendek, poster mampu menarik perhatian dalam waktu singkat. Pesan seperti “Katakan Tidak pada Narkoba”, “Masa Depanmu Lebih Berharga”, atau “Hidup Sehat Tanpa Narkoba” dapat menjadi pengingat visual yang terus dilihat setiap hari.

Poster yang baik tidak harus penuh tulisan. Justru, poster lebih kuat apabila menggunakan kalimat pendek, gambar yang jelas, dan ajakan tindakan yang tegas. Dalam konteks pencegahan narkoba, poster dapat menggambarkan akibat buruk narkoba terhadap prestasi belajar, kesehatan mental, hubungan keluarga, dan masa depan remaja. Poster juga dapat menampilkan pilihan positif, seperti olahraga, belajar, berkarya, berorganisasi, dan bergaul dengan teman yang mendukung perilaku sehat.

Kombinasi leaflet dan poster menjadi strategi yang lebih lengkap. Leaflet memberikan penjelasan yang lebih rinci, sedangkan poster memperkuat ingatan melalui pesan visual. Ketika pesan diterima melalui bacaan, gambar, warna, dan pengulangan di lingkungan sekolah, peluang pesan tersebut untuk diingat menjadi lebih besar. Edukasi kesehatan pun tidak lagi terasa sebagai ceramah satu arah, tetapi hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Agar leaflet dan poster benar-benar berdampak, pembuatannya tidak boleh asal-asalan. Sasaran harus ditentukan dengan jelas. Leaflet untuk siswa SMP tentu berbeda dengan leaflet untuk orang tua atau masyarakat umum. Bahasa, gambar, contoh kasus, dan ajakan tindakannya harus disesuaikan dengan usia, tingkat pemahaman, dan kondisi sosial sasaran. Begitu pula poster harus ditempatkan di lokasi strategis, mudah dilihat, tidak tertutup benda lain, dan diperbarui secara berkala agar tidak membosankan.

Media edukasi juga perlu didukung komunikasi langsung. Leaflet dan poster akan lebih bermakna apabila disertai penyuluhan, diskusi, bimbingan guru, peran orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah. Media hanyalah alat bantu, sedangkan perubahan perilaku membutuhkan proses berkelanjutan. Remaja perlu diajak memahami bahwa narkoba bukan tanda keberanian, bukan jalan keluar dari masalah, dan bukan cara agar diterima dalam pergaulan. Sebaliknya, narkoba dapat merusak kesehatan, menurunkan kemampuan belajar, mengganggu emosi, merusak hubungan keluarga, dan menghancurkan masa depan.

Pada akhirnya, leaflet dan poster bukan sekadar kertas berisi tulisan dan gambar. Keduanya adalah media kecil yang membawa pesan besar: menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Di tengah derasnya informasi dan kuatnya pengaruh pergaulan, remaja membutuhkan pesan yang jelas, mudah diingat, dan terus hadir di lingkungannya. Melalui leaflet dan poster yang dirancang dengan baik, edukasi bahaya narkoba dapat menjadi lebih dekat, menarik, dan menggerakkan. Dari media kecil inilah kesadaran besar dapat tumbuh, yaitu kesadaran untuk memilih hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba.

*Penulis adalah Dosen Pada Prodi Promosi Kesehatan, Politeknik Kaltara

 

Monev Pembuatan ASKEP Digital Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
10 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Rapat Monev Pembuatan ASKEP Digital Prodi D3 Keperawatan Bertempat Di Ruang Rapat Lantai 2 Politeknik Kaltara 10 Juni 2026

Seminar Askep Prodi D3 Keperawatan
09 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek

Seminar Askep Praktek Klinik Keperawatan (PKK)  Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara 09 Juni 2026

Monev Rapat Tinjauan Manajemen (RTM)
09 Jun 2026 Berita Admin Konten Poltek
Monev Rapat Tinjauan Manajemen Yang Dilaksanakan Oleh Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Bertempat Di Lantai 2 Ruang Rapar Politeknik Kaltara 09 Juni 2026
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kaltara
04 Jun 2026 Berita IT Poltek

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kaltara 04 Juni 2026

Kegiatan Tryout OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
04 Jun 2026 Berita IT Poltek
Kegiatan Tryout OSCE Prodi D3 Farmasi Bertempat Di lantai 3 Politeknik Kaltara 04 Juni 2026
Pengabdian Masyarakat  Prodi D4 Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara
03 Jun 2026 Berita IT Poltek

Tema Suara Digital : Edukasi Literasi Kesehatan dan Pelatihan The Power Of Voice Bagi Komunikator Masa Depan Prodi D4 Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara 02 Juni 2026

Sosialisasi Sistem IKU oleh Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI)
19 Mei 2026 Berita IT Poltek

Sosialisasi Sistem "IKU" oleh Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Bertempat Di Ruang Rapat Lantai 2 Politeknik Kaltara 19 Mei 2026

Pembekalan PKK Semester 4 Prodi D3 Keperawatan
13 Mei 2026 Berita IT Poltek

Kegiatan Pembekalan PKK Semester 4 Prodi D3 Keperawatan di Aula Lantai 3 Politeknik Kaltara  13 Mei 2026

OSCE Prodi D3 Keperawatan
22 Jun 2026 s/d 23 Jun 2026 Ruang OSCE

Osce Prodi D3 Keperawatan 22 Juni 2026

Pendaftaran UAP Prodi D3 Farmasi
11 Mei 2026 s/d 29 Mei 2026 Ruang E

Pendaftaran UAP Farmasi

Tanggal 11 Mei s/d 29 Mei 2026

Pembayaran SPP Semester Genap T.A 2025/2026
18 Jun 2026
pembayaran 4 Juni s/d 19 Juni 2026
Ujian Akhir Semester (UAS)
18 Jun 2026
Semester Genap T.A 2025/2026
Akses Cepat

Layanan Akademik & Informasi

Temukan sistem administrasi, kemahasiswaan, penjaminan mutu, layanan publik, dan karier alumni dalam satu tampilan ringkas.

Penerimaan Mahasiswa Baru

Alur Pendaftaran PMB Online

Ikuti langkah-langkah mudah di bawah ini untuk bergabung menjadi civitas akademika Politeknik Kaltara.

01
Detail Tahapan PMB
Verifikasi Online Selesai 24 Jam

Daftar Akun

Registrasi akun calon mahasiswa baru di portal PMB Online.


Dokumen & Persyaratan Wajib

  • Email / No. Handphone Aktif
  • Kartu Identitas Anak (KIA) / KTP Orang Tua
  • Foto Selfie Wajah Formal
Fasilitas Kampus

Lingkungan Belajar Modern

Politeknik Kaltara didukung oleh berbagai fasilitas penunjang akademik berstandar nasional untuk memastikan pengalaman kuliah praktik terbaik.

Galeri Kampus

Foto Kegiatan

Rapat Persiapan OSCE Prodi D3 Keperawatan
Album Foto 19 Jun 2026
Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi
Album Foto 19 Jun 2026
Pembekalan OSCE Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
Album Foto 19 Jun 2026
Dokumentasi Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
Album Foto 15 Jun 2026
Dokumentasi Persiapan Caping Day Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
Album Foto 15 Jun 2026
Kegiatan Tryout OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
Album Foto 04 Jun 2026
Hari Kesaktian Pancasila
Album Foto 02 Jun 2026
Praktik Kerja Industri Prodi D3 Farmasi Di Lembaga Farmasi Pusat Kesehatan Angkatan Darat (PUSKESAD)
Album Foto 20 Mei 2026
Video Kampus

Video Kegiatan

Tanya Jawab

Pertanyaan Umum (FAQ)

Temukan jawaban cepat untuk pertanyaan seputar pendaftaran, program studi, dan kehidupan kampus di Politeknik Kaltara.

Bagaimana cara mendaftar secara online di Politeknik Kaltara?
Pendaftaran dapat dilakukan dengan menekan tombol Daftar PMB di homepage atau langsung mengunjungi portal PMB Online, lalu melengkapi formulir serta berkas administrasi.
Apa saja jalur seleksi masuk yang tersedia?
Kami membuka jalur prestasi, jalur reguler berbasis ujian, serta jalur kemitraan sesuai kebijakan penerimaan mahasiswa baru yang berlaku.
Apakah tersedia program beasiswa di Politeknik Kaltara?
Ya, tersedia berbagai pilihan beasiswa seperti KIP Kuliah, beasiswa prestasi, dan dukungan beasiswa dari pemerintah maupun mitra.
Bagaimana peluang kerja bagi lulusan Politeknik Kaltara?
Lulusan dibekali kurikulum vokasi berbasis praktik serta dukungan jejaring mitra untuk memperkuat kesiapan kerja dan pengembangan karier.
Jejak Lulusan

Kata Alumni

Kolaborasi & Jejaring

Mitra Kerjasama