info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara

Berita

5 Vaksin COVID-19 Ini Sedang Dikembangkan di RI, Ada yang Berbasis DNA

<p class="MsoNormal" style="text-align:justify">Sejumlah riset pengembangan vaksin COVID-19 tengah dilaklukan di Indonesia. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito memaparkan progresnya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (26/8/2021). "Dalam rangka mendukung dan mendorong percepatan vaksinasi untuk kemandirian Indonesia, kami terus melakukan pendampingan, pengembangan dan upaya untuk segera mendorong adanya transfer teknologi," ujarnya. Dalam rapat kerja komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan, Penny menyebut saat ini ada 5 jenis vaksin dari industri farmasi swasta dan BUMN yang sedang dalam tahap uji klinis. "Pemerintah membuka dengan luas industri farmasi swasta yang akan mendampingi industri farmasi BUMN yang sudah ada di depan dikaitkan dengan produksi dan pengadaan vaksin COVID-19," ujar Penny.<o:p></o:p></p> <p class="MsoNormal">Berikut adalah vaksin yang sedang dalam pendampingan untuk uji klinik dengan berbagai platform.<o:p></o:p></p> <p class="MsoNormal"><b>1. Vaksin BUMN<o:p></o:p></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align:justify">Vaksin ini dikembangkan di Indonesia oleh PT Bio Farma dan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat ini merupakan vaksin berbasis protein sub unit. "Saya kira ini paralel dengan vaksin Merah Putih. Sedang dalam tahapan optimalisasi untuk mendapatkan yield yang baik," kata Penny.<o:p></o:p></p> <p class="MsoNormal"><b>2. ARCov<o:p></o:p></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align:justify">Vaksin ini adalah vaksin berbasis mRNA pertama yang dikembangkan oleh PT Etana Biotech bekerjasama dengan Walfax Abogen. Vaksin ini sedang dalam tahap uji klinik fase 3 dan sedang disiapkan sarana produksi untuk proses transfer teknologi.<o:p></o:p></p> <p class="MsoNormal"><b>3. Vaksin Merah Putih<o:p></o:p></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align:justify">Ada sejumlah vaksin yang dikembangkan di bawah 'bendera' konsorsium vaksin Merah Putih. Salah satu yang menunjukkan progres menjanjikan adalah vaksin merah putih produksi PT Biotis dan Universitas Airlangga Vaksin berbasis inactivated virus ini sedang dalam tahap 2 uji praklinik dan akan segera memasuki tahapan proses uji klinik. Tahapan uji diharapkan akan selesai bulan September. Proses uji klinik diperkirakan akan dimulai pada Oktober. BPOM juga telah memberikan sertifikat cara produksi obat yang baik (CPOB) untuk menjamin fasilitas produksinya nanti.<o:p></o:p></p> <p class="MsoNormal"><b>4. GX-19N<o:p></o:p></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align:justify">Vaksin COVID-19 pertama yang menggunakan platform DNA ini diproduksi oleh PT Kalbe Farma yang bekerja sama dengan Genexine Korea. Menurut Penny, saat ini sedang dilakukan uji klinik fase 3 yang hampir selesai di kota Bandung. Vaksin Corona GX-19 N menjadi vaksin COVID-19 pertama yang berteknologi DNA. Vaksin ini diklaim mampu memicu antibodi lebih lama dan bisa digunakan untuk mereka yang memiliki penyakit autoimun.<o:p></o:p></p> <p class="MsoNormal"><b>5. Zifivax<o:p></o:p></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align:justify">Vaksin Zifivax dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, asal China. Menurut salah satu penelitinya, dr Rodman Tarigan Girsang, Sp.A(K), M.Kes vaksin berbasis protein sub unit rekombinan ini sedang dalam uji klinik fase 3. "Benar, vaksin Zifivax dari Anhui sedang berada dalam uji klinis fase 3 dimana penelitian ini dilakukan di Bandung dan Jakarta dengan total 4000 subjek penelitian," ujar dr Rodman yang merupakan principal investigator dalam riset tersebut. ( dtkhlth)<o:p></o:p></p><p style="box-sizing: content-box; margin-bottom: 20px; line-height: 22.4px; color: rgb(68, 68, 68); font-family: helvetica, arial, sans-serif;"><br></p>

sipenmaru

<p>sipenmaru<br></p>

Vaksinasi COVID-19 di Bulan Puasa, Batal Nggak Sih?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa mengenai vaksinasi saat puasa. Dalam keterangan resminya, Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menegaskan bahwa vaksinasi COVID-19 di bulan Ramadhan saat siang hari tidak akan membatalkan puasa.

"Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa," ujar Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan resmi yang dikutip dari CNN Indonesia

"Hukum melakukan vaksinasi COVID-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya," tulisnya.

Jika merasa khawatir akan efek samping jika vaksinasi puasa, MUI menyarankan untuk melakukan penyuntikan vaksin COVID-19 di malam hari.

"Pemerintah dapat melakukan vaksinasi COVID-19 pada malam hari bulan Ramadhan terhadap umat Islam," lanjutnya.

Jika vaksinasi saat puasa masih diperbolehkan, apa saja syarat orang yang boleh dan tidak boleh divaksin COVID-19? Berikut rinciannya.

1. Berusia di atas 18 tahun. Bagi orang lanjut usia (lansia), sudah bisa mendapat vaksinasi COVID-19.

2. Tekanan darah harus di bawah 180/110 mmHg.

3. Jika pernah terkonfirmasi COVID-19 lebih dari tiga bulan, bisa diberikan vaksinasi.

4. Bagi ibu hamil, vaksinasi COVID-19 masih harus ditunda. Jika ingin melakukan perencanaan kehamilan, bisa dilakukan setelah mendapat vaksinasi kedua COVID-19.

5. Bagi ibu menyusui sudah bisa mendapat vaksinasi.

6. Pada vaksinasi pertama, untuk orang-orang yang memiliki riwayat alergi berat, seperti sesak napas, bengkak, kemerahan di seluruh badan, maupun reaksi berat lainnya karena vaksin, vaksinasi harus diberikan di rumah sakit.

Tetapi, jika reaksi alergi tersebut didapatkan setelah vaksinasi pertama, tidak akan diberikan lagi vaksinasi kedua.

7. Para pengidap penyakit kronik, seperti PPOK, asma, penyakit jantung, penyakit gangguan ginjal, penyakit hati yang sedang dalam kondisi akut atau belum terkendali, vaksinasi ditunda dan tidak bisa diberikan.

- Tetapi, jika sudah berada dalam kondisi terkendali, diharapkan membawa surat keterangan layak untuk mendapat vaksinasi COVID-19 dari dokter yang merawat.

- Selain itu, untuk penderita TBC yang sudah menjalani pengobatan lebih dari dua minggu juga sudah bisa divaksin.

Lalu, bagaimana untuk penderita penyakit autoimun dan lansia? Simak syaratnya di halaman berikutnya. (dtkhlt)

Mahasiswi Politeknik Kaltara ini Usulkan Indonesia Bisa Produksi Vaksin COVID-19 Sendiri

Tarakan, Kalpress – Program Vaksinasi yang dicanangkan pemerintah terus bergulir, dan dosisnya telah tiba di beberapa daerah termasuk di Kalimantan Utara.

Namun, gaung pro dan kontra vaksinasi masih belum hilang di tengah masyarakat, meski begitu sebagain masyarakat sudah ada yang membuka diri dan siap di Vaksin setelah pemerintah berencana akan memberikan sertifikat atau surat vaksin Sinovac yang dapat digunakan untuk keperluan berangkat kemana saja bahkan keluar negeri.

Atas kejadian tersebut, salah satu mahasiswi Politeknik Kaltara Tarakan Nisha Pathen menuturkan, program vaksinasi yang dilakukan pemerintah, harus diikuti dengan sosialisasi yang maksimal. Sehingga, tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Sebagai Mahasiswa perlu kiranya kita membantu pemerintah melakukan sosialisasi ini, agar kedepan semakin banyak orang yang mau di vaksin dan akan menambah kepercayaan diri masyarakat dalam beraktivitas normal kembali”ujarnya, (18/01/2021).

“Ketakutan dan keraguan yang timbul di masyarakat akibat kurangnya edukasi vaksinasi dan hoaks media, memanggil peran kita mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait Vaksinasi ini, menjawab semua keraguan masyarakat kita pastinya  sebagai mahasiswa mengunakan data-data akurat bukan sekadar retorika semata,” lanjutnya.

Dijelaskannya, melihat keruhnya polemik tersebut pihaknya berencana melakukan pertemuan dalam menawarkan sosialisasi dan vaksinasi dalam membantu masyarakat mendapatkan informasi terhadap vaksin sinovac.

“Saya akan melakukan pertemuan dengan rekan-rekan Himprodi-kep, menawarkan konsep kegiatan sosialisasi dan edukasi vaksinasi ini, tapi sebelum itu kita menayakan juga kepada orang tua kami di kampus terkait data-data Vaksinasi ini agar dapat di sampaikan ke masyarakat” bebernya.

Mahasiswi jurusan Keperawatan yang akrab disapa Ica itu menambahkan, kepada Pemerintah perlunya kiagar kebutuhan SDM Nakes (tenaga Kesehatan) dalam negeri sebagai bahan Evaluasi sistem pendidikan kita, mendorong pemerintah untuk menurunkan biaya Pendidikan Kampus-kampus Kesehatan untuk menjawab kekurangan tenaga medis di tengah pandemi

Selain itu, ia menjelaskan jika pemerintah seharusnya tidak sangat bergantung vaksin dari luar negeri pemerintah perlu membuka industri vaksin di dalam negeri.

“Terakhir tetap melakukan Protokol Kesehatan 3M, Menjaga Jarak, Memakai Masker dan Mencuci Tangan sebagai senjata kita melawan COVID-19,” pungkasnya. (KT/RMA)

Mahasiswa Politeknik Kaltara Bantu Korban Bencana Alam

Mahasiswa Politeknik Kaltara terlibat aktif dalam membantu korban bencana alam yang terjadi di Indonesia dengan melaksanakan Penggalangan Dana 

HIMAPRO-FARM bantu Korban Bencana Bajir di Kalsel dan Gempa Bumi di Sulawesi Barat

Himpunan Mahasiswa Program Studi Farmasi yang disingkat HIMAPRO-FARM menyikapi bencana alam yang menimpa Indonesia akhir-akhir ini dengan turut membantu lewat penggalangan dana dan kemudian akan disalurkan melalui LLDIKTI XI

Kegiatan Praktek Mahasiswa Prodi Farmasi di Masa Pandemi

Selama masa pandemi COVID 19, Mahasiswa Program Studi Farmasi Politeknik Kaltara tetap melaksanakan praktek Laboratorium dengan Protokol Kesehatan yang ketat dan jukni dari kemendikbud tentang Kegiatan praktek Lab di masa pandemi

Amankah Vaksin COVID-19 bagi Bumil & Lansia? Ini Kata Ahli

Vaksin COVID-19 akan diberikan kepada berbagai golongan masyarakat. Orang lanjut usia (lansia) dan ibu hamil juga termasuk golongan yang harus mendapatkan vaksin. Vaksinolog dan dokter spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe menyatakan lansia dan ibu hamil diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin. Justru, menurut dr Dirga, vaksinasi pada ibu hamil membuatnya terhindari dari penyakit-penyakit yang bisa mengganggu perkembangan janin.

"Ibu hamil boleh bahkan sangat penting menerima vaksinasi. Kita tahu bahwa banyak penyakit-penyakit infeksi yang bila terjadi pada masa kehamilan, dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dan dapat mempengaruhi kondisi kehamilan secara langsung," jelas dr Dirga dikutip dari situs resmi covid19.go.id, Selasa (22/12/2020).

dr. Dirga memaparkan, penyakit influenza pada ibu hamil misalnya dihubungkan dengan kelahiran prematur. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar ibu hamil mendapatkan vaksin Influenza, juga ada beberapa vaksin lainnya yang penting.

"Namun, perlu diingat bahwa ibu hamil tidak boleh mendapatkan vaksin hidup. Misalnya, vaksin MMR, vaksin Campak, vaksin Cacar Air, itu harus ditunda hingga kehamilannya selesai," sambung dr Dirga.

Ia menambahkan vaksin juga penting untuk diberikan pada lansia. Sebab, mereka kemungkinan mengalami penurunan sistem imunitas akibat proses penuaan sehingga rentan terjangkit penyakit infeksi.

Ditambahkan dr Dirga, ada beberapa rekomendasi vaksinasi khusus untuk lansia, di antaranya vaksin Pneumonia untuk mencegah radang paru yang dapat mematikan bagi lansia, vaksin Influenza juga untuk mencegah komplikasi menjadi radang paru yang berat. Selain itu, vaksin Herpes Zoster atau Cacar Ular, itu juga direkomendasikan untuk lansia.


"Selain itu, masih ada beberapa vaksin lain yang Anda dapat lihat pada rekomendasi vaksinasi dewasa," imbuh dr. Dirga.

Vaksin COVID-19 diharapkan dapat mengatasi penyebaran virus Corona di Indonesia. Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu disiplin menerapkan 3M, yakni #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencucitangan seperti yang dikampanyekan Satgas COVID-19.( dtk)

Indonesia Bakal Beli Vaksin COVID-19 Pfizer? Ini Kata Kemenkes

 

Vaksin Corona Pfizer diklaim efektif 90 persen mencegah symptomatic COVID-19. Artinya, seseorang yang disuntik vaksin ini tetap bisa terinfeksi, namun tidak mengalami gejala.

Ini tetap jadi kabar baik untuk meredakan pandemi COVID-19. Lantas apakah Indonesia tertarik membeli vaksin Corona Pfizer?

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Budi Hidayat mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan apakah Indonesia akan memasukkan vaksin Corona Pfizer ke dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, ia dan pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru dari penelitian uji klinis fase 3 vaksin Corona Pfizer.

"Didiskusikan dulu, belum bisa jawab soal penggunaannya, karena masih dipelajari," ucap Budi saat dihubungi detikcom, Rabu (11/11/2020).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku masuknya vaksin Corona Pfizer ke Indonesia masih menjadi pertimbangan. Sebab, masih banyaknya pembahasan soal pengadaan vaksin.

"Ini disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya (dari pengadaan vaksin di dalam negeri), karena masih banyak yang dibahas terkait pengadaan vaksin," ungkap Airlangga, Selasa (10/11/2020) dikutip dari CNNIndonesia.

"Indonesia tentunya dari berbagai vaksin itu dipertimbangkan, tapi kami belum memasukkan Pfizer sebagai salah satu (pada saat ini)," katanya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku kabar baik yang datang dari vaksin Corona Pfizer ini memberikan harapan baru bagi dunia.

"Kabar vaksin (Pfizer) memberi sentimen positif di seluruh dunia. Lalu hasil pemilu AS juga diharapkan bisa memberi sentimen positif," kata Sri Mulyani dalam acara CNBC Indonesia, Selasa (10/11/2020).detikhealth


Sama-sama 90 Persen Efektif, Ini Kelebihan Vaksin COVID-19 Moderna Vs Pfizer

Sama-sama diklaim punya efektivitas di atas 90 persen, vaksin COVID-19 buatan Moderna dan Pfizer memang punya sejumlah kemiripan. Namun Moderna mengklaim vaksin buatannya punya keunggulan.

Selain punya efektivitas yang mencapai 94,5 persen, vaksin COVID-19 Moderna juga mirip dengan vaksin Pfizer dalam hal teknologi yang digunakan. Keduanya menggunakan platform mRNA, yakni menggunakan kode genetik virus yang bisa dibuat manusia.

Cara kerja vaksin ini adalah dengan melatih sistem imun tubuh untuk memerangi infeksi virus. Teknologi yang menggunakan platform mRNA ini terbilang paling mutakhir, belum pernah digunakan dalam vaksin yang saat ini beredar.

Apa kelebihan vaksin Moderna dibanding Pfizer?

Dr Tal Zacks, chief medical officer Moderna, mengatakan vaksin ini bisa bertahan selama 6 bulan pada penyimpanan dengan suhu minus 20 derajat Celcius. Bahkan masih bisa bertahan selama 30 hari pada suhu pendingin biasa.

"Kami memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk vaksin lain di pasaran," kata Dr Zacks, dikutip dari CNN, Selasa (17/11/2020).

Vaksin lain yang bisa disimpan dengan suhu serupa adalah vaksin cacar air.

Sebagai pembanding, vaksin COVID-19 Pfizer disebut membutuhkan penyimpanan pada suhu minus 75 derajat Celcius. Tidak ada vaksin lain di Amerika Serikat yang membutuhkan suhu serendah itu untuk penyimpanan, sehingga masalah distribusi akan menjadi tantangan serius.detikhealth