mail@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

Dokter Beberkan Kebiasaan Pagi yang Ternyata Bisa Merusak Jantung
15 Agu 2025 Umum IT Poltek

Salah satu kebiasaan pagi yang tidak boleh terlewatkan adalah sarapan. Ada kebiasaan sarapan yang ternyata dapat membahayakan kesehatan jantung.
Spesialis jantung Dr Robert Segel, MD, mengungkapkan sarapan dengan menu yang tinggi garam perlahan dapat merusak jantung. Kandungan natrium (sodium) bukan hanya terkandung dalam sosis, tetapi bisa juga pada makanan yang tidak terasa asin, seperti roti, bagel, muffin, dan pastry.

"Asupan natrium tinggi menyebabkan retensi cairan, meningkatkan tekanan darah, dan memicu risiko gagal jantung," terang Dr Segel yang dikutip dari Eating Well.

Sebuah penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi natrium tinggi dapat berisiko 19 persen lebih besar terkena penyakit kardiovaskular. Sebagai rekomendasi, American Heart Association membatasi konsumsi natrium tidak lebih dari 1.500 mg per hari.

Jumlah itu jauh di bawah rata-rata konsumsi masyarakat yang mencapai lebih dari 3.300 mg. Produk daging olahan seperti sosis bukan hanya tinggi garam, tetapi juga tinggi lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol jahat.

Studi menunjukkan mengonsumsi lebih dari 140 gram daging olahan per minggu dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 46 persen. Selain itu, pola makan tinggi garam juga dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2.

Penelitian menemukan bahwa konsumsi natrium tertinggi dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 80 persen dibanding orang yang rendah mengonsuminya. Diabetes sendiri dapat melipatgandakan risiko penyakit jantung.


Banyak menu sarapan yang dikonsumsi rendah serat. Padahal, serat terutama serat larut membantu menurunkan kolesterol tinggi dan melindungi jantung.

Beberapa contohnya seperti oatmeal dan buah-buahan, misal apel, pir, pisang, dan jeruk. Makanan-makanan tersebut merupakan sumber serat larut yang baik untuk kesehatan kardiovaskular.

Untuk menjaga kesehatan jantung, ahli gizi merekomendasikan beberapa cara, yakni:

-Minum air putih sebelum kopi untuk membantu sirkulasi dan tekanan darah.
-Tambahkan serat minimal 5 gram di menu sarapan.
-Pilihlah protein berkualitas tinggi, seperti telur, plain yogurt, atau keju rendah garam.
-Batasi konsumsi gula tambahan demi mengurangi risiko stroke dan gagal jantung.
-Bergerak ringan sekitar 10-15 menit di pagi hari, untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
-Luangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri dan mengelola stres.
-Cobalah untuk berjemur di pagi hari, sebab paparan sinar matahari pagi dapat membantu menurunkan tekanan darah malam hari.
-Dr Segel menekankan mengurangi konsumsi garam pada sarapan dan mengkombinasikannya dengan kebiasaan sehat lain, dapat membantu --melindungi jantung dalam jangka yang panjang.

"Memulai hari dengan nutrisi yang tepat, tubuh rutin bergerak, dan pikiran tenang adalah investasi kesehatan terbaik," pungkasnya.


Kegiatan Rapat Kerja Politeknik Kaltara
14 Agu 2025 Umum IT Poltek

Kegiatan Rapat Kerja Politeknik Kaltara Pada Tanggal 14/08/2025

Amankah Minum Air Jahe Setiap Hari? Ketahui Batas Aman dan Efek Sampingnya
13 Agu 2025 Umum IT Poltek

Air jahe dikenal sebagai minuman herbal yang menawarkan banyak manfaat kesehatan. Mulai dari memperkuat sistem kekebalan tubuh hingga meredakan mual, minuman ini sering menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan.
Namun, apakah aman minum air jahe setiap hari? Meski memiliki khasiat, mengonsumsi jahe secara berlebihan bisa menimbulkan beberapa efek samping.

Jahe Aman Diminum Setiap Hari?
Dikutip dari laman Medicine Net, air jahe umumnya aman dikonsumsi setiap hari oleh kebanyakan orang. Kendati demikian, jika ingin mengkonsumsi dalam jumlah besar setiap hari, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, terutama jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Adapun beberapa manfaat dari konsumsi air jahe adalah:

1. Hidrasi
Meski jahe tidak secara langsung menghidrasi, mengonsumsi air jahe bisa membantu. Dikutip dari laman Healthline, memulai hari dengan segelas air jahe atau mencari waktu lain untuk meminumnya setiap hari bisa membantu tubuh terhidrasi

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Jahe bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga juga membantu tubuh dalam melawan infeksi virus dan bakteri tertentu. Air jahe mengandung vitamin C dan B6, magnesium, serta sedikit zat besi dan kalsium.

Menurut para peneliti, kandungan minyak atsiri dan senyawa fenol dalam jahe memberi khasiat penyembuhan, yang menjaga tubuh tetap aman dan terlindungi dari penyakit musim dingin. Air jahe bisa membantu meredakan batuk, pilek, infeksi tenggorokan, dan masalah pernapasan lainnya.

3. Mengelola Tekanan Darah
Menurut tinjauan studi pada tahun 2019, jahe bisa membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Namun, tinjauan tersebut mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinan manfaat jahe terhadap tekanan darah.

4. Meredakan Mual
Banyak orang yang secara teratur mengonsumsi jahe untuk membantu meredakan mual dan muntah. Diperkirakan, jahe mendapatkan khasiat ini dari gingerol, komponen bioaktif utama jahe segar, serta senyawa terkait yang disebut shogaol, yang memberi rasa pedas pada akarnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dan senyawanya bisa meningkatkan respon pencernaan dan mempercepat pengosongan lambung, yang bisa mengurangi mual.

5. Memberikan Efek Menenangkan
Jahe memiliki efek menenangkan stres psikologis. Selain itu, jahe juga efektif dalam meningkatkan suasana hati.

Berapa Banyak Jahe yang Dapat Dikonsumsi Setiap Hari?
Disarankan tidak lebih dari 3-4 gram ekstrak jahe segar per hari. Jika sedang hamil, batasi konsumsi hingga satu gram ekstrak jahe per hari. Air jahe tidak disarankan untuk anak di bawah usia 2 tahun.

Tidak ada salahnya mengonsumsi air jahe, asalkan tidak berlebihan. Mengonsumsi apapun secara berlebihan, biarpun bermanfaat, tidak akan baik untuk kesehatan. Jahe merupakan herba yang ampuh dengan banyak manfaat medis, namun harus dikonsumsi secukupnya.

Penting juga untuk tidak mengandalkan jahe sebagai pengobatan rumahan untuk mengendalikan penyakit apapun. Ikuti saran dokter dan pengobatan yang diresepkan.

Efek Samping Minum Air Jahe Berlebihan
Jahe memang terbukti bisa meningkatkan kesehatan karena khasiatnya sebagai obat. Kendati demikian, konsumsi jahe berlebihan dalam bentuk apapun bisa mengakibatkan beberapa efek samping, di antaranya:

-Ketidaknyamanan perut
-Diare
-Mual
-Maag
-Iritasi mulut atau tenggorokan
-Bisa mengganggu pengobatan orang yang mengalami diabetes
-Meningkatnya kecenderungan pendarahan
-Komponen akar jahe bisa mengiritasi selaput lendir saluran pencernaan. Produk ini tidak direkomendasikan bagi pengidap lesi gastrointestinal erosif-ulseratif atau inflamasi
-Aritmia jantung (jika overdosis)
-Depresi sistem saraf pusat (jika overdosis)

(NF/detik.com)

7 Tanda Tak Biasa yang Muncul Sebelum Serangan Stroke, Kerap Tak Disadari
12 Agu 2025 Umum IT Poltek

Stroke merupakan kondisi medis darurat. Ketika seseorang mengalami serangan stroke, pasien harus segera mendapat pertolongan medis untuk mencegah keparahan kondisi otak dan kualitas hidup pasca serangan.
Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu. Ada dua jenis stroke, yaitu iskemik yang disebabkan oleh sumbatan dan hemoragik yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah.

Tanda-tanda Sebelum Serangan Stroke
Kekurangan suplai oksigen dan nutrisi membuat sel-sel otak mulai mati dalam hitungan menit. Oleh karena itu, mengenal gejalanya lebih dini bisa menjadi langkah pertolongan awal. Berikut, sederet tanda tak biasa yang muncul sebelum serangan stroke:

1. Sakit Kepala Tak Biasa
Meski tidak terjadi pada semua kasus stroke, terkadang muncul sakit kepala yang tidak biasa sebelum serangan. Dikutip dari Healthline, studi tahun 2020 terhadap 550 orang dewasa menemukan sakit kepala sentinel mendahului stroke iskemik pada 15 persen peserta.

Sakit kepala sentinel didefinisikan sebagai sakit kepala yang muncul sebelum suatu kejadian, yang dalam kasus ini dapat terjadi hingga satu minggu sebelum stroke. Kondisi ini juga dianggap sebagai tanda pecahnya aneurisma yang akan segera terjadi.

2. Gangguan Penglihatan
Tanda peringatan lain sebelum serangan stroke yang bisa muncul adalah 'mini stroke' atau transient ischemic attack (TIA). TIA merupakan kondisi ketika suplai darah ke sebagian otak terhenti untuk sementara waktu.

Salah satu gejala yang diakibatkan oleh TIA adalah gangguan penglihatan. Meski mirip dengan serangan stroke umum, gejala TIA biasanya akan hilang dalam 1-24 jam dan jarang memicu kerusakan permanen.

3. Pusing dan Sulit Berjalan
TIA juga dapat memunculkan gejala pusing hingga kesulitan berjalan. Walaupun gejala TIA secara umum cepat membaik, ini bisa menjadi tanda serangan stroke yang lebih serius dapat terjadi di kemudian hari.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.

4. Gangguan Berbicara dan Sulit Memahami
Gangguan berbicara dan sulit memahami juga bisa menjadi gejala TIA, sebagai 'penanda' sebelum serangan stroke muncul. Hal ini juga dikonfirmasi oleh sebuah studi yang menyebut TIA bisa menjadi pendahulu stroke.

Namun, jumlah orang yang mengalami stroke setelah TIA dikabarkan menurun dalam beberapa tahun terakhir. Ini disebabkan oleh tindakan pencegahan yang lebih efektif dalam mencegah stroke.

5. Cegukan Tanpa Alasan Jelas
Cegukan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas ternyata bisa menjadi salah satu tanda awal sebelum stroke menyerang. Ini terjadi karena stroke dapat memengaruhi bagian medula otak, yang mengontrol pernapasan dan menelan.

Meski terlihat tidak berbahaya, jika kondisi ini terus berulang dan berlanjut selama berjam-jam atau berhari-hari, bisa jadi permasalahannya bukan ada di kondisi pencernaan. Perlu dilakukan pemeriksaan medis apakah gejala memang berkaitan dengan stroke atau bukan.

6. Kekakuan Wajah
Gejala lain yang dapat menjadi penanda serangan jantung adalah wajah yang kaku atau melemah, khususnya di satu sisi saja. Masalah kekakuan ini juga bisa terjadi di area kaki dan tangan.

Ini dapat terjadi ketika aliran darah ke bagian-bagian tertentu pada otak terganggu. Misalnya, aliran darah ke sisi kiri terganggu, maka sisi wajah kanan pasien akan mengalami gangguan.

Ini juga bisa disebabkan oleh gangguan stroke pada lobus frontal otak. Kondisi ini dapat membuat pasien kesulitan tersenyum.

7. Mual dan Muntah
Sebuah penelitian di Jepang mengungkapkan mual dan muntah tanpa alasan jelas bisa menjadi penanda sebelum munculnya serangan stroke.

Dari 1.968 pasien stroke, sebanyak 14,5 persen mengalami muntah saat onset. Peneliti juga menemukan, pasien yang muntah saat awal stroke memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi dibanding tidak muntah.

"Dibandingkan dengan pasien tanpa muntah, risiko kematian secara signifikan lebih tinggi pada pasien yang mengalami muntah saat awal serangan stroke. Muntah seharusnya dianggap sebagai prediktor awal terhadap outcome pasien," tulis peneliti dalam jurnal yang diterbitkan dalam Emergency Medicine Journal.

(NF/detik.com)

Rapat Persiapan Rapat Kerja Dan Family Gathering Politeknik Kaltara
12 Agu 2025 Umum IT Poltek

Rapat Persiapan Rapat Kerja Dan Family Gathering Politeknik Kaltara Pada Hari Selasa 12/08/2025

(NF)

Rapar Monev Pasca Akreditasi Program Studi D-III Keperawatan Politeknik Kaltara
11 Agu 2025 Umum IT Poltek

Rapar Monev Pasca Akreditasi Program Studi D-III Keperawatan Politeknik Kaltara Pada Tanggal 11/08/2025