mail@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

10 Gejala yang Muncul saat Ginjal Bermasalah, Bengkak-Rasa Gatal di Kulit
05 Nov 2024 Umum IT Poltek

            Masalah pada ginjal sering kali tidak disadari dan dapat mengganggu kesehatan tubuh. Ginjal adalah organ penting yang berperan menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Ketika ginjal mengalami kerusakan, fungsi tubuh menjadi tidak maksimal. Sejumlah riset menunjukkan 9 dari 10 orang di dunia tidak menyadari penurunan fungsi ginjal.
            Kepala petugas medis National Kidney Foundation, Dr Joseph Vassalotti, mengatakan penyakit ginjal sering tidak disadari karena orang yang mengalaminya cenderung jarang mengalami gejala. Akibatnya, sebagian besar kasus penyakit ginjal baru diketahui saat sudah memasuki tahap gagal ginjal. 

            "Orang dengan penyakit ginjal cenderung tidak mengalami gejala hingga stadium akhir. Inilah alasan mengapa hanya 10 orang dengan penyakit ginjal kronis yang mengetahui bahwa mereka mengidapnya," jelas Dr Vassalotti, dikutip dari National Kidney Foundation. Meski begitu, beberapa kondisi bisa menjadi sinyal yang memberitahu adanya masalah pada ginjal. Dikutip dari Healthline, tanda awal penyakit ginjal adalah kadar kreatinin atau urea yang tidak biasa dalam darah. Hal ini menyebabkan kondisi yang disebut urimea.

            Panel metabolik dasar (BMP) adalah tes darah yang sering dipesan sebagai bagian dari pemeriksaan fisik rutin. Tes ini memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk mendeteksi kadar yang tidak biasa dari kedua bahan kimia ini. Selain hasil tes darah, sejumlah tanda fisik dapat mengindikasikan penyakit ginjal. Berikut tanda-tanda fisik yang bisa menjadi tanda ginjal rusak:

1. Masalah pada urine        
Fungsi ginjal terkait erat dengan produksi urine. Tanda-tanda yang mengkhawatirkan termasuk buang air kecil lebih sering atau lebih jarang dari biasanya, terutama di malam hari. Gejala yang dialami seperti:
- Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
- Penurunan jumlah produksi urine
- Urine keruh, berbusa, atau berubah warna

2. Darah dalam urine
Munculnya darah dalam urine dikenal sebagai hematuria. Ini dapat menjadi tanda adanya masalah pada ginjal yang harus segera diperiksakan ke dokter.

3. Pembengkakan
Ginjal membuang kelebihan cairan dari darah. Jika hal ini tidak terjadi atau fungsinya terganggu, cairan tersebut akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan pembengkakan di area:
- Pergelangan kaki
- Kaki
- Telapak kaki
- Tangan
- Wajah
Pembengkakan juga dapat terjadi di paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan sesak napas. Tanda lainnya adalah pembengkakan atau bengkak di sekitar mata.

4. Nyeri punggung
Rasa nyeri yang muncul karena masalah ginjal bisa terjadi di punggung atau samping. Selain itu, bisa juga muncul di bagian tengah punggung tepat di bawah tulang rusuk.

5. Ruam atau gatal pada kulit
Penumpukan produk limbah dalam darah dapat menyebabkan reaksi kulit, yang mengakibatkan ruam atau rasa gatal yang parah.
6. Kelelahan
Fungsi sekunder ginjal adalah membantu membuat sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Penurunan sel darah merah disebut anemia. Hal ini menyebabkan:
- Kelelahan
- Stamina menurun
- Terkadang pusing atau masalah ingatan
Kelelahan yang disebabkan oleh penyakit ginjal juga dapat disebabkan oleh penumpukan limbah metabolisme dalam darah.

7. Kehilangan selera makan
Kehilangan selera makan umum terjadi pada orang dengan penyakit ginjal lanjut. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan gizi dan penurunan berat badan. Orang yang mengalami penyakit ginjal harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan tentang cara menemukan makanan yang menarik dan mengandung nutrisi.

8. Mual atau muntah
Muntah dapat terjadi ketika limbah metabolisme menumpuk dalam darah. Tetapi, orang mungkin merasa mual bahkan hanya dengan memikirkan makan.

9. Kram otot
Kram otot yang menyakitkan, khususnya kram kaki, juga dapat terjadi akibat penyakit ginjal.

10. Kesulitan tidur
Ketika ginjal tidak menyaring dengan baik, racun akan tetap berada dalam darah daripada keluar dari tubuh melalui urine. Hal ini dapat membuat sulit tidur. Ada juga hubungan antara obesitas dan penyakit ginjal kronis, dan sleep apnea lebih umum terjadi pada mereka yang menderita penyakit ginjal, dibandingkan dengan populasi umum. (dtk).




6 Makanan yang Nggak Bikin GERD Kambuh, Cocok Buat Sobat Aslam
04 Nov 2024 Umum IT Poltek

Asam lambung naik adalah masalah kesehatan yang dialami oleh banyak orang. Mengonsumsi makanan tertentu dapat menjadi salah satu faktor pemicu asam lambung naik.
Asam lambung naik adalah kondisi ketika cairan asam lambung (asam klorida/HCl) naik ke kerongkongan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan refluks asam (acid reflux).
Refluks asam dapat menyebabkan iritasi pada lapisan di kerongkongan, dan memicu gejala seperti radang tenggorokan, nyeri ulu hati, mual, dan heartburn. Refluks yang terjadi secara terus menerus atau kronis dikenal juga dengan istilah GERD (gastroesophageal reflux disease).

Makanan yang Baik untuk Pengidap Asam Lambung
Pengidap refluks asam atau GERD perlu memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Mengonsumsi makanan tertentu, seperti makanan yang terlalu pedas, berminyak, asam, coklat, dan minuman beralkohol berpotensi menyebabkan asam lambung naik. Lantas, makanan seperti apa yang baik dikonsumsi saat mengidap refluks dan GERD? Dikutip dari John Hopkins Medicine dan Healthline, berikut rekomendasinya:

1. Oatmeal
Pengidap refluks dan GERD kerap disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat. Nah, salah satu makanan yang kaya akan serat adalah oatmeal.
Oatmeal adalah makanan yang diolah dari gandum utuh. Selain tinggi serat, oatmeal juga dapat menyerap cairan asam di lambung, sehingga membantu mencegah refluks kambuh.

2. Jahe
Jahe sering dimanfaatkan sebagai obat alami untuk berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah asam lambung dan pencernaan.
Jahe dapat membantu meredakan refluks dengan mempercepat pengosongan perut. Artinya, jahe membantu makanan bergerak lebih cepat saat berada di saluran pencernaan.Kendati demikian, jahe bisa memicu heartburn pada sebagian orang. Karenanya, konsumsi jahe dalam jumlah sedikit terlebih dahulu untuk mengetahui efeknya pada tubuh.

3. Daging rendah lemak
Makanan tinggi lemak juga dapat memicu gejala refluks. Karenanya, pilihlah potongan daging yang rendah lemak, seperti ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut lain untuk mencegah gejala refluks kambuh. Perhatikan pula cara memasaknya. Untuk mencegah risiko gejala kambuh, masak daging dengan cara dikukus, panggang, atau direbus.

4. Makanan yang bersifat basa
Makanan yang bersifat basa atau alkali adalah makanan yang memiliki pH di atas 7. Makanan basa dapat membantu melawan asam di perut.
Contoh makanan basa antara lain:
- Pisang
- Melon
- Kembang kol
- Kacang-kacangan

5. Makanan yang mengandung lemak sehat
Tubuh membutuhkan asupan lemak agar bisa berfungsi dengan baik. Saat mengalami masalah asam lambung, penting untuk memerhatikan jenis lemak yang dikonsumsi.
Memilih makanan yang kaya akan lemak sehat dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh serta meminimalisir kekambuhan gejala refluks. Beberapa contoh sumber lemak sehat di antaranya:
- Alpukat
- Kacang kenari
- Biji rami
- Minyak zaitun
- Minyak wijen
- Minyak bunga matahari

6. Makanan tinggi air
Mengonsumsi makanan yanh mengandung air juga dapat melarutkan dan melemahkan cairan asam lambung. Contoh makanan yang banyak mengandung air antara lain:
- Semangka
- Seledri
- Timun
- Selada (dtk).



BPOM Ungkap Obat Herbal 'Dioplos' Tramadol-Sildenafil Marak Beredar di Wilayah Ini
01 Nov 2024 Umum IT Poltek

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengatakan peredaran obat herbal ilegal yang mengandung bahan kimia obat (BKO) masih mudah ditemukan di pasaran. Menurut BPOM, ada beberapa wilayah di Indonesia masih banyak ditemukan obat herbal berbahaya ini.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan pihaknya telah menyita ratusan ribu obat herbal ilegal seperti jamu yang mengandung BKO dexamethasone, tramadol, dan sildenafil citrate yang melebihi batas aman.

Taruna menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan pada oknum-oknum nakal yang menjual obat herbal yang ternyata membahayakan kesehatan masyarakat.
"Kami akan bergerak terus, karena kami mendengarkan ada lagi di beberapa tempat ada di Kalimantan Utara, Medan, Semarang, kemudian di Surabaya. Kami akan bertindak lebih cepat lagi," tegas Taruna.

Upaya yang dilakukan BPOM ini, lanjut Taruna adalah untuk melindungi UMKM obat tradisional yang memang berjalan sesuai aturan. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 1.070. pelaku usaha obat tradisional di Indonesia.
"Dari UMKM kalau bisa menjadi perusahaan menengah, bahkan perusahaan besar, karena nanti produknya bisa diekspor," tutupnya. (dtk)

Batuk Menjadi Penyakit yang Harus di Waspadai Ketika Musim Pancaroba
31 Okt 2024 Umum IT Poltek

    Musim pancaroba sering kali membawa tantangan kesehatan bagi banyak orang. Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan polusi udara yang semakin merajalela, membuat tubuh rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Mengapa seperti itu? Karena pada musim pancaroba virus lebih mudah bertahan dan lebih cepat berkembang biak. Selain itu, perubahan suhu yang ekstrem membuat tubuh berusaha menyesuaikan dengan cepat sehingga imunitas tubuh kita jadi berkurang.           
Penyakit yang paling sering terjadi pada musim pancaroba adalah penyakit pada sistem pernapasan seperti batuk dan pilek.

    Diketahui, batuk adalah reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari tubuh kita, seperti virus, bakteri, debu, ataupun lendir yang diakibatkan adanya iritasi yang terjadi di saluran pernapasan atas. Saat mengalami batuk, cobalah atasi dengan obat batuk herbal yang sudah terstandar OHT (Obat Herbal Terstandar), karena obat batuk dengan standar tersebut sudah teruji khasiat dan keamanannya secara ilmiah dengan uji praklinik. Selain itu, proses produksi obat terstandar OHT juga sudah memiliki standar cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Hal tersebut menambah standar keamanan obat bagi semua kalangan, terutama bagi ibu hamil dan menyusui yang harus lebih cermat dan berhati-hati dalam memilih obat.

    Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OB Herbal hadir sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan obat batuk alami yang sudah teruji khasiat dan keamanannya secara ilmiah, tersertifikasi halal, dan efektif meredakan berbagai jenis batuk. Berbagai keunggulan itu menjadikan OB Herbal sebagai obat batuk yang cocok bagi semua kalangan. Ditambah lagi, obat batuk tersebut tidak menyebabkan kantuk, sehingga penggunanya tidak perlu khawatir jika mengkonsumsinya pada saat beraktivitas. Dengan kombinasi 100 persen ekstrak herbal seperti jahe, jeruk nipis, kencur, daun timi, daun mint, biji pala, akar manis, dan madu, OB Herbal memberikan sensasi rasa hangat di tenggorokan dan melegakan pernafasan.

    Seluruh kandungan bahan herbal yang ada di OB Herbal membuatnya efektif untuk mengobati batuk, mengatasi iritasi, dan nyeri pada tenggorokan. Sebagai informasi, OB Herbal diproduksi oleh PT Deltomed Laboratories yang merupakan salah satu perusahaan herbal modern terbaik di Indonesia yang sudah berpengalaman lebih dari 45 tahun di industri obat herbal modern.

    Perusahaan tersebut sudah memenuhi standar good manufacturing practice (GMP) dan CPOTB, sehingga OB Herbal terjamin mutu dan kualitasnya. Ditambah lagi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah menguji kualitas, manfaat, dan keamanan obat tersebut yang menjadikannya obat batuk dengan sertifikasi OHT Perlu diketahui, OB Herbal hadir dalam berbagai kemasan yang memudahkan penggunanya memilih sesuai kebutuhan, yakni kemasan 100 ml dan 60 ml yang ideal untuk disimpan sebagai stok di rumah, serta kemasan 30 ml yang praktis untuk dibawa bepergian atau traveling. Untuk menambah kepraktisan, OB Herbal kini juga hadir dalam kemasan sachet sehingga mudah dibawa ke mana saja dan dapat dengan sat set dikonsumsi kapan pun dibutuhkan. Selain itu, OB Herbal tersedia dalam berbagai varian, yakni varian Habbatussauda yang tidak hanya meredakan batuk, tetapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta OB Herbal Junior yang mengandung madu dan meniran untuk membantu meredakan batuk sekaligus melegakan tenggorokan dengan rasa yang disukai anak-anak. Nah, sekarang tak perlu khawatir dengan tantangan kesehatan saat musim pancaroba. Sedia selalu OB Herbal, cara sat set redakan batuk! (dtk).

Begini Dampak Air Jahe Jika Dikonsumsi Secara Berlebihan
30 Okt 2024 Umum IT Poltek

Air jahe menjadi salah satu ramuan alami yang dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Biasanya, air jahe digunakan untuk membantu menghangatkan tubuh.
Untuk membuatnya, dapat menggunakan teh jahe yang banyak dijual di toko. Bisa juga dengan merebus irisan jahe segar dalam air selama beberapa menit, kemudian diminum.
Dikutip dari Healthline, air rebusan jahe dapat bermanfaat untuk beberapa kondisi seperti:
1. Mengkonsumsi jahe dapat membantu mencegah dan menyembuhkan peradangan.
2. Meredakan gangguan pencernaan, mual, dan muntah.
3. Membantu mengelola tekanan darah.
4. Menyeimbangkan kadar gula dalam darah.
5. Membantu mengelola kadar kolesterol di tubuh.
Meski memiliki segudang manfaat, air atau teh jahe juga memiliki beberapa efek samping yang muncul jika dikonsumsi secara berlebihan. Lantas, seperti apa efek samping yang muncul?

Efek Samping Air Jahe
Teh atau air rebusan jahe sebenarnya aman diminum. Namun, setiap orang tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 5 gram per hari. Pusat Kesehatan Komplementer dan Integratif Nasional (NCCIH) menyarankan agar mereka yang mengidap penyakit batu empedu berhati-hati saat mengonsumsi jahe. Ini karena dapat meningkatkan aliran empedu. Disarankan untuk mengkonsumsi ekstrak jahe maksimal 3-4 gram per hari. Untuk wanita hamil, sebaiknya jangan mengkonsumsi lebih dari satu gram ekstrak jahe per hari.

Menurut satu tinjauan sistematis tahun 2019, jahe dapat menyebabkan efek samping ringan. Namun, ini jarang terjadi. Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa efek samping air jahe yang muncul jika dikonsumsi berlebihan:
1. Mulas
Mulas terjadi karena refluks asam yang menyebabkan sensasi terbakar di dada bagian bawah. Dalam satu tinjauan sistematis tahun 2020, 16 dari 109 studi dan tinjauan yang diteliti para peneliti melaporkan mulas sebagai efek samping yang merugikan. Namun, sebuah artikel tahun 2014 mencatat bahwa mengonsumsi 1 gram hingga 1,5 gram jahe kering per hari sebenarnya dapat membantu mengobati mulas.

2. Efek pencernaan
NCCIH mencatat bahwa jahe dapat menyebabkan:
1. Iritasi di tenggorokan dan mulut
2. Nyeri perut, atau sakit perut
3. Gas dan kembung
4. Diare
Namun, menurut satu artikel tahun 2016, jahe dapat meningkatkan pengosongan lambung. Hal ini, sebenarnya dapat membantu meringankan gejala sakit perut.
Selain itu, sebuah artikel tahun 2019 menyatakan bahwa jahe dapat mengurangi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, yang dapat bekerja untuk mengurangi gas dan kembung. (dtk)






Ternyata Sederet Kebiasaan Sehat Ini Bisa Membantu Turunkan Kadar Gula Darah
29 Okt 2024 Umum IT Poltek

Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, berbagai risiko kesehatan dapat meningkat. Untuk membantu mengelola kadar gula darah dengan efektif, beberapa kebiasaan sederhana bisa diterapkan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah secara alami dan mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh, seperti dikutip dari Healthline.

1. Aktif Bergerak
Rutin berolahraga dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan kerja insulin, sehingga sel-sel tubuh bisa menggunakan gula darah sebagai sumber energi. Jenis olahraga untuk membantu menurunkan kadar gula darah termasuk angkat beban, jalan cepat, lari, bersepeda, menari, hiking, hingga renang.
Untuk memperoleh hasil yang optimal, cobalah untuk menargetkan sesi olahraga 10 menit 3 kali sehari selama 5 hari, dengan target 150 menit per minggu

2. Kelola Asupan Karbohidrat
Asupan karbohidrat sangat memengaruhi kadar gula darah. Tubuh memecah karbohidrat menjadi gula, terutama glukosa. Kemudian, insulin membantu tubuh menggunakan dan menyimpannya untuk energi.
Proses ini bisa gagal jika seseorang makan terlalu banyak karbohidrat atau memiliki masalah fungsi insulin, dan kadar glukosa darah dapat meningkat. American Diabetes Association merekomendasikan agar pengidap diabetes mengatur asupan karbohidrat mereka dengan menghitung karbohidrat dan menyadari berapa banyak yang mereka butuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Diet rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi dan mencegah terjadinya lonjakan kadar gula darah. Penting untuk dicatat bahwa diet rendah karbohidrat dan tanpa karbohidrat berbeda. Saat memantau gula darah, seseorang dapat makan beberapa karbohidrat. Namun, memprioritaskan karbohidrat dari biji-bijian utuh dan sumber yang tidak diproses memberikan nilai gizi yang lebih besar sekaligus membantu menurunkan kadar gula darah.

3. Makan Banyak Serat
Serat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula, sehingga meningkatkan kadar gula darah secara bertahap. Ada dua jenis serat, yakni tidak larut dan larut. Meskipun keduanya penting, serat larut telah terbukti secara eksplisit dapat meningkatkan pengelolaan gula darah, sedangkan serat tidak larut belum terbukti memiliki efek ini. Diet tinggi serat dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengatur dan meminimalkan kadar gula darah. Ini dapat membantu mengelola diabetes tipe 1 dengan lebih baik.

Makanan tinggi serat meliputi:
1. sayuran
2. buah-buahan
3. kacang-kacangan
4. biji-bijian utuh

Asupan serat harian yang direkomendasikan adalah sekitar 25 gram untuk wanita dan 35 gram untuk pria. Itu sekitar 14 gram untuk setiap 1.000 kalori.
NEXT: Jangan lupa minum air putih (dtk).