Ternyata Sederet Kebiasaan Sehat Ini Bisa Membantu Turunkan Kadar Gula Darah
Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, berbagai risiko kesehatan dapat meningkat. Untuk membantu mengelola kadar gula darah dengan efektif, beberapa kebiasaan...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, berbagai risiko kesehatan dapat meningkat. Untuk membantu mengelola kadar gula darah dengan efektif, beberapa kebiasaan...
Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, berbagai risiko kesehatan dapat meningkat. Untuk membantu mengelola kadar gula darah dengan efektif, beberapa kebiasaan sederhana bisa diterapkan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah secara alami dan mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh, seperti dikutip dari Healthline.
1. Aktif Bergerak
Rutin berolahraga dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan kerja insulin, sehingga sel-sel tubuh bisa menggunakan gula darah sebagai sumber energi. Jenis olahraga untuk membantu menurunkan kadar gula darah termasuk angkat beban, jalan cepat, lari, bersepeda, menari, hiking, hingga renang.
Untuk memperoleh hasil yang optimal, cobalah untuk menargetkan sesi olahraga 10 menit 3 kali sehari selama 5 hari, dengan target 150 menit per minggu
2. Kelola Asupan Karbohidrat
Asupan karbohidrat sangat memengaruhi kadar gula darah. Tubuh memecah karbohidrat menjadi gula, terutama glukosa. Kemudian, insulin membantu tubuh menggunakan dan menyimpannya untuk energi.
Proses ini bisa gagal jika seseorang makan terlalu banyak karbohidrat atau memiliki masalah fungsi insulin, dan kadar glukosa darah dapat meningkat. American Diabetes Association merekomendasikan agar pengidap diabetes mengatur asupan karbohidrat mereka dengan menghitung karbohidrat dan menyadari berapa banyak yang mereka butuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Diet rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi dan mencegah terjadinya lonjakan kadar gula darah. Penting untuk dicatat bahwa diet rendah karbohidrat dan tanpa karbohidrat berbeda. Saat memantau gula darah, seseorang dapat makan beberapa karbohidrat. Namun, memprioritaskan karbohidrat dari biji-bijian utuh dan sumber yang tidak diproses memberikan nilai gizi yang lebih besar sekaligus membantu menurunkan kadar gula darah.
3. Makan Banyak Serat
Serat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula, sehingga meningkatkan kadar gula darah secara bertahap. Ada dua jenis serat, yakni tidak larut dan larut. Meskipun keduanya penting, serat larut telah terbukti secara eksplisit dapat meningkatkan pengelolaan gula darah, sedangkan serat tidak larut belum terbukti memiliki efek ini. Diet tinggi serat dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengatur dan meminimalkan kadar gula darah. Ini dapat membantu mengelola diabetes tipe 1 dengan lebih baik.
Makanan tinggi serat meliputi:
1. sayuran
2. buah-buahan
3. kacang-kacangan
4. biji-bijian utuh
Asupan serat harian yang direkomendasikan adalah sekitar 25 gram untuk wanita dan 35 gram untuk pria. Itu sekitar 14 gram untuk setiap 1.000 kalori.
NEXT: Jangan lupa minum air putih (dtk).
Menjaga kesehatan ginjal merupakan langkah penting dalam upaya menjaga kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Ginjal berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan...
Menjaga kesehatan ginjal merupakan langkah penting dalam upaya menjaga kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Ginjal berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan membantu mengatur tekanan darah. Dengan menjaga ginjal tetap sehat, banyak komplikasi kesehatan dapat dicegah.
Oleh karena itu, melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan organ vital ini sangatlah penting. Beberapa kebiasaan sehat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan untuk mendukung fungsi ginjal yang optimal. Berikut adalah kebiasaan yang dapat meningkatkan kesehatan ginjal, dikutip dari Kidney Care UK.
1. Makan Banyak Buah dan Sayuran
Pola makan yang seimbang membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol agar tetap stabil, sehingga menurunkan risiko penyakit ginjal. Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayuran per hari, ditambah dengan makanan bertepung, produk susu, serta sumber protein seperti kacang-kacangan, ikan, atau daging. Mengurangi lemak jenuh dan gula juga penting. Buah dan sayuran segar, kalengan, kering, maupun beku dapat dimanfaatkan. Memasukkan buah ke dalam sarapan atau menambahkan sayuran pada menu harian adalah cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan ini.
2. Tidak Merokok
Merokok meningkatkan risiko gagal ginjal hingga empat kali lipat. Selain meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, merokok juga dapat memicu timbunan lemak dalam pembuluh darah yang dapat menyebabkan pembekuan darah, meningkatkan risiko penyakit ginjal, hingga memperbesar risiko terkena kanker ginjal. Berhenti merokok mampu mengurangi risiko ini, dan efek positifnya akan segera terasa setelah berhenti.
3. Kurangi Konsumsi Garam
Terlalu banyak mengonsumsi garam dalam makanan dapat memicu tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit ginjal. Selain itu, kelebihan garam juga dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal. Batasi konsumsi garam hingga 6 gram per hari dan periksa label makanan olahan yang sering kali mengandung garam tersembunyi. Sebagai alternatif, gunakan rempah-rempah, bumbu dapur, atau lemon sebagai pengganti garam dalam masakan.
4. Hindari Penggunaan Obat Pereda Nyeri Secara Berlebihan
Penggunaan jangka panjang dan tanpa aturan dari obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan aspirin, dapat merusak ginjal.
Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan untuk jangka waktu sesingkat mungkin. Jika membutuhkan obat pereda nyeri secara rutin, diskusikan dengan dokter mengenai cara mengurangi dampak buruknya terhadap ginjal.
5. Banyak Bergerak
Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan ginjal. Tidak perlu pergi ke gym, kegiatan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berkebun juga bisa membantu. Berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, atau 75 menit untuk aktivitas yang lebih intens. Coba mulai dari perubahan kecil, seperti memilih berjalan daripada mengemudi.
6. Batasi Makanan Ultra-Proses
Makanan ultra-proses yang tinggi akan gula, garam, dan lemak tidak sehat, serta rendah nutrisi, dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis (PGK). Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan seperti keripik, minuman bersoda, dan mie instan. Mengganti satu porsi makanan ultra-proses dengan makanan segar setiap hari dapat membantu menurunkan risiko PGK.
7. Jaga Hidrasi
Minum air dengan cukup setiap hari membantu ginjal bekerja lebih baik, mencegah pembentukan batu ginjal, dan infeksi saluran kemih. Disarankan untuk minum enam hingga delapan gelas air per hari, agar urine berwarna kuning pucat. Selain air putih, minuman seperti teh, kopi, dan susu rendah lemak juga dapat dihitung dalam asupan cairan harian.
8. Tidur yang Cukup
Tidur yang berkualitas penting untuk mendukung fungsi ginjal. Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan ginjal dalam melakukan tugasnya. Sebagian besar orang membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur setiap malam. Jika mengalami kesulitan tidur, periksa kebiasaan tidur dan buat lingkungan yang mendukung, seperti menjaga kamar tetap sejuk, gelap, dan tenang. (dtk)
Kasus kanker usus besar atau yang juga dikenal dengan kanker kolorektal angkanya cenderung meningkat pada generasi muda. Banyak faktor pemicu dari kondisi ini,...
Kasus kanker usus besar atau yang juga dikenal dengan kanker kolorektal angkanya cenderung meningkat pada generasi muda. Banyak faktor pemicu dari kondisi ini, salah satunya adalah kondisi mental seseorang yang tidak stabil. Dikutip dari Daily Mail, para peneliti dari Universitas Sichuan, China, menemukan bahwa ketika seseorang mengalami stres yang terus menerus, sejumlah bakteri sehat yang hidup di usus mulai mati, sehingga memudahkan kanker untuk 'masuk'. Hilangnya bakteri sehat ini membuat tumor tumbuh lebih cepat, sehingga kanker kolorektal dapat berkembang lebih agresif dan cepat. Kanker usus besar dan rektum memang sedang meningkat pada kalangan anak muda di Amerika Serikat dan Inggris. Sebelumnya, para ahli mengaitkan kejadian ini karena gaya hidup atau pola makan anak-anak muda yang kurang baik. Data menunjukkan, lebih banyak anak muda AS dan Inggris yang terus-menerus stres, cemas, atau tertekan. Survei tahun 2023 dari American Psychological Association menemukan bahwa rata-rata orang berusia 18 hingga 34 tahun menilai tingkat stres mereka pada angka enam dari sepuluh, sedangkan orang berusia 65 tahun ke atas menilai stres mereka sedikit di atas angka tiga.
Faktor-faktor Munculnya Kanker Kolorektal
Para peneliti menduga maraknya penyakit ini disebabkan oleh pola makan anak muda yang buruk, mereka banyak mengonsumsi makanan olahan dan minuman berenergi. Hal ini membuat obesitas, terganggunya bakteri baik di usus, dan tingginya kadar gula darah. Selain itu, penggunaan antibiotik yang berlebihan juga disinyalir menjadi salah satu pemicu dari kanker usus besar karena dapat memberikan gangguan pada koloni bakteri sehat di usus. Namun, hal ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. (dtk)
Kopi mengandung ratusan senyawa bioaktif. Faktanya, kopi merupakan sumber antioksidan terbesar bagi banyak orang. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa...
Kopi mengandung ratusan senyawa bioaktif. Faktanya, kopi merupakan sumber antioksidan terbesar bagi banyak orang. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terkena kondisi seperti penyakit hati, gangguan neurologis, dan juga diabetes tipe 2. Meskipun kopi teruji mengandung berbagai efek bagi kesehatan tubuh, sebagian orang mungkin bertanya-tanya mengenai batasan aman untuk mengonsumsi kopi. Lantas, sebaiknya berapa kali minum kopi dalam sehari? Dikutip dari Healthline, berikut penjelasannya. Kafein merupakan bahan aktif dalam kopi, sebuah zat psikoaktif yang umum dikonsumsi di dunia. Kandungan kafein yang ada di dalam kopi dapat bervariasi, berkisar di angka 50 sampai dengan lebih dari 400 mg per cangkir. Secangkir kopi rumahan dapat menyediakan sebanyak 50 mg kafein. Sebagai aturan umum, seseorang dapat mengasumsikan bahwa secangkir kopi dengan ukuran 240 ml, rata-rata mengandung 100 mg kafein. Berbagai sumber menyatakan bahwa 400 mg kafein per hari sama dengan 4 cangkir atau 945 ml. Ini aman dikonsumsi bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Sebuah bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi sebanyak 4 sampai dengan 5 cangkir per hari merupakan jumlah optimal. Hal ini terkait dengan risiko kematian dini yang lebih rendah dan risiko lebih rendah terserang berbagai penyakit umum. Namun, perlu diingat bahwa ini bukan berarti setiap orang wajib mengonsumsi kopi. Sebagian orang yang sensitif pada kafein, mengidap kondisi medis tertentu, atau bahkan tidak menyukai minuman ini, sebaiknya menghindari untuk mengonsumsinya. Terlebih kopi dapat membuat seseorang mengalami kecemasan dan gangguan tidur. Karena itu, seseorang sebaiknya mengurangi jumlah konsumsi kopi atau tidak mengonsumsinya sama sekali. Apabila mengonsumsi kopi dengan jumlah yang berlebihan dalam waktu yang singkat, dapat memberikan berbagai efek sebagai berikut:
1. Gelisah
2. Cemas
3. Pusing
4. Sakit perut
5. Insomnia
6. Detak jantung cepat
7. Tremor atau gemetar
8. Tempramental
(dtk)
Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting yang dapat memberikan energi untuk beraktivitas. Jika mengkonsumsi menu yang tepat, makanan tersebut dapat menjadi...
Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting yang dapat memberikan energi untuk beraktivitas. Jika mengkonsumsi menu yang tepat, makanan tersebut dapat menjadi bekal untuk memperpanjang umur. Beberapa pakar mengungkapkan menu-menu sarapan yang biasa dikonsumsi untuk memperpanjang usia. Kira-kira apa saja? Dokter di bidang kedokteran keluarga dan pengobatan anti-penuaan dan regeneratif, dr Suzanne J Ferree menekankan pentingnya sayuran dan telur di dalam menu sarapan. "Saya makan telur panggang yang diternakkan di padang rumput dengan campuran sayur-sayuran organik berwarna-warni, yang dimasak dengan minyak zaitun atau minyak alpukat murni," tutur Dr Suzanne yang dikutip dari Huff Post. Mahasiswa PhD dan Gruber Fellow di Universitas Yale, Raghav Sehgal, memiliki menu yang hampir mirip. Biasanya, Sehgal sarapan dengan telur dadar, sayuran bayam, tomat, telur, dan sedikit keju. "Saya biasanya memadukannya dengan alpukat atau salmon asap jika saya sedang ingin makan," tambahnya. Menurut Sehgal, sarapan dengan telur dan sayuran kaya akan nutrisi yang secara ilmiah berhubungan dengan umur panjang. Selain itu, menu tersebut kaya protein yang bagus untuk kesehatan muskuloskeletal, seperti tulang, sendi, otot, hingga saraf. "Sayuran menambahkan banyak vitamin dan antioksidan, serta serat, yang sangat baik untuk kesehatan usus. Selain itu, lemak sehat dari alpukat atau salmon sangat baik untuk kesehatan jantung dan kognitif Anda," jelas Sehgal. Sebuah studi ilmiah menemukan bahwa mengonsumsi telur secara teratur secara signifikan untuk menurunkan angka kematian. Sementara sayuran, dikaitkan dengan penurunan risiko banyak penyakit kronis yang dapat mengancam umur panjang.
Pakar kesehatan lainnya, Dr Monisha Bhanote, juga menyarankan sayuran dalam menu sarapan. Ia juga menambahkan makanan lainnya, seperti yogurt dan ubi jalar. Selain itu, ubi jalar juga ternyata sangat bermanfaat untuk kesehatan. Jenis umbi ini mengandung banyak antosianin, sejenis flavonoid atau antioksidan yang membantu melindungi dari peradangan kronis. Secara umum, ketiga ahli menyarankan untuk menghindari makanan olahan dan daging berlemak seperti sosis saat sarapan. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pola makan yang tinggi makanan olahan secara langsung terkait dengan berkurangnya harapan hidup. Demikian pula, mengonsumsi daging merah atau olahan secara teratur meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker. Selain itu, ketiga ahli juga menyarankan untuk mengurangi asupan gula tambahan, seperti sereal manis atau kue kering. "Untuk sarapan yang mendukung umur panjang, fokuslah pada makanan utuh dan padat nutrisi yang menyediakan keseimbangan lemak sehat, protein, dan karbohidrat kompleks," beber Sehgal. "Sertakan juga banyak antioksidan dari buah-buahan seperti beri, lemak sehat dari kacang-kacangan, biji-bijian, atau alpukat, dan sayuran kaya serat atau biji-bijian utuh," sambungnya. (dtk)
Lemak di perut yang menumpuk tentu bisa mengakibatkan beberapa masalah kesehatan jika tidak segera ditangani. Salah satu alasan mengapa lingkar pinggang membesar...
Lemak di perut yang menumpuk tentu bisa mengakibatkan beberapa masalah kesehatan jika tidak segera ditangani. Salah satu alasan mengapa lingkar pinggang membesar adalah kurangnya melakukan aktivitas fisik. Dikutip dari Times of India dan WebMD, aktivitas fisik tidak selalu dilakukan di luar ruangan. Beberapa olahraga ringan yang bisa dilakukan di dalam ruangan atau indoor, ternyata juga efektif untuk menghilangkan lemak di perut. Lantas, olahraga apa saja yang efektif mengecilkan lingkar pinggang dan bisa dilakukan di rumah?
Lompat Tali
Ini merupakan menu latihan yang paling nyaman, namun memiliki hasil yang efektif dalam membakar lemak. Lompat tali dinilai cukup efektif bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dan menjaga stamina. Selain itu, sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Journal of Sports Science and Medicine, menyebut lompat tali dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan lemak tubuh secara keseluruhan.
Squat and Lunges
Melakukan squat dan lunges tidak memerlukan banyak ruang, sehingga aktivitas ini dapat dilakukan di rumah. Latihan ini membantu memperkuat tubuh bagian bawah, tulang, otot, meningkatkan fleksibilitas, dan membakar kalori.
Mountain Climber
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Obesity (2011), latihan ini dinilai dapat menurunkan berat badan atau membakar lemak secara efektif.
Sit Up
Latihan ini tidak memerlukan ruang yang besar untuk dilakukan, sehingga bisa dilakukan di ruangan-ruangan rumah seperti kamar. Sit up juga menjadi olahraga mengecilkan perut yang umum diketahui.
Burpee
Burpee merupakan latihan yang menggabungkan antara push up dan diikuti dengan dengan lompatan di udara. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Physiology, burpee membakar kalori dan efektif menghilangkan lemak di perut. (dtk)