mail@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

Kegiatan Praktek Mahasiswa Prodi Farmasi di Masa Pandemi
30 Des 2020 Umum IT Poltek

Selama masa pandemi COVID 19, Mahasiswa Program Studi Farmasi Politeknik Kaltara tetap melaksanakan praktek Laboratorium dengan Protokol Kesehatan yang ketat dan jukni dari kemendikbud tentang Kegiatan praktek Lab di masa pandemi

Amankah Vaksin COVID-19 bagi Bumil & Lansia? Ini Kata Ahli
22 Des 2020 Umum IT Poltek

Vaksin COVID-19 akan diberikan kepada berbagai golongan masyarakat. Orang lanjut usia (lansia) dan ibu hamil juga termasuk golongan yang harus mendapatkan vaksin. Vaksinolog dan dokter spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe menyatakan lansia dan ibu hamil diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin. Justru, menurut dr Dirga, vaksinasi pada ibu hamil membuatnya terhindari dari penyakit-penyakit yang bisa mengganggu perkembangan janin.

"Ibu hamil boleh bahkan sangat penting menerima vaksinasi. Kita tahu bahwa banyak penyakit-penyakit infeksi yang bila terjadi pada masa kehamilan, dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dan dapat mempengaruhi kondisi kehamilan secara langsung," jelas dr Dirga dikutip dari situs resmi covid19.go.id, Selasa (22/12/2020).

dr. Dirga memaparkan, penyakit influenza pada ibu hamil misalnya dihubungkan dengan kelahiran prematur. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar ibu hamil mendapatkan vaksin Influenza, juga ada beberapa vaksin lainnya yang penting.

"Namun, perlu diingat bahwa ibu hamil tidak boleh mendapatkan vaksin hidup. Misalnya, vaksin MMR, vaksin Campak, vaksin Cacar Air, itu harus ditunda hingga kehamilannya selesai," sambung dr Dirga.

Ia menambahkan vaksin juga penting untuk diberikan pada lansia. Sebab, mereka kemungkinan mengalami penurunan sistem imunitas akibat proses penuaan sehingga rentan terjangkit penyakit infeksi.

Ditambahkan dr Dirga, ada beberapa rekomendasi vaksinasi khusus untuk lansia, di antaranya vaksin Pneumonia untuk mencegah radang paru yang dapat mematikan bagi lansia, vaksin Influenza juga untuk mencegah komplikasi menjadi radang paru yang berat. Selain itu, vaksin Herpes Zoster atau Cacar Ular, itu juga direkomendasikan untuk lansia.


"Selain itu, masih ada beberapa vaksin lain yang Anda dapat lihat pada rekomendasi vaksinasi dewasa," imbuh dr. Dirga.

Vaksin COVID-19 diharapkan dapat mengatasi penyebaran virus Corona di Indonesia. Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu disiplin menerapkan 3M, yakni #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencucitangan seperti yang dikampanyekan Satgas COVID-19.( dtk)

Indonesia Bakal Beli Vaksin COVID-19 Pfizer? Ini Kata Kemenkes
18 Nov 2020 Umum IT Poltek

 

Vaksin Corona Pfizer diklaim efektif 90 persen mencegah symptomatic COVID-19. Artinya, seseorang yang disuntik vaksin ini tetap bisa terinfeksi, namun tidak mengalami gejala.

Ini tetap jadi kabar baik untuk meredakan pandemi COVID-19. Lantas apakah Indonesia tertarik membeli vaksin Corona Pfizer?

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Budi Hidayat mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan apakah Indonesia akan memasukkan vaksin Corona Pfizer ke dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, ia dan pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru dari penelitian uji klinis fase 3 vaksin Corona Pfizer.

"Didiskusikan dulu, belum bisa jawab soal penggunaannya, karena masih dipelajari," ucap Budi saat dihubungi detikcom, Rabu (11/11/2020).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku masuknya vaksin Corona Pfizer ke Indonesia masih menjadi pertimbangan. Sebab, masih banyaknya pembahasan soal pengadaan vaksin.

"Ini disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya (dari pengadaan vaksin di dalam negeri), karena masih banyak yang dibahas terkait pengadaan vaksin," ungkap Airlangga, Selasa (10/11/2020) dikutip dari CNNIndonesia.

"Indonesia tentunya dari berbagai vaksin itu dipertimbangkan, tapi kami belum memasukkan Pfizer sebagai salah satu (pada saat ini)," katanya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku kabar baik yang datang dari vaksin Corona Pfizer ini memberikan harapan baru bagi dunia.

"Kabar vaksin (Pfizer) memberi sentimen positif di seluruh dunia. Lalu hasil pemilu AS juga diharapkan bisa memberi sentimen positif," kata Sri Mulyani dalam acara CNBC Indonesia, Selasa (10/11/2020).detikhealth


Sama-sama 90 Persen Efektif, Ini Kelebihan Vaksin COVID-19 Moderna Vs Pfizer
17 Nov 2020 Umum IT Poltek

Sama-sama diklaim punya efektivitas di atas 90 persen, vaksin COVID-19 buatan Moderna dan Pfizer memang punya sejumlah kemiripan. Namun Moderna mengklaim vaksin buatannya punya keunggulan.

Selain punya efektivitas yang mencapai 94,5 persen, vaksin COVID-19 Moderna juga mirip dengan vaksin Pfizer dalam hal teknologi yang digunakan. Keduanya menggunakan platform mRNA, yakni menggunakan kode genetik virus yang bisa dibuat manusia.

Cara kerja vaksin ini adalah dengan melatih sistem imun tubuh untuk memerangi infeksi virus. Teknologi yang menggunakan platform mRNA ini terbilang paling mutakhir, belum pernah digunakan dalam vaksin yang saat ini beredar.

Apa kelebihan vaksin Moderna dibanding Pfizer?

Dr Tal Zacks, chief medical officer Moderna, mengatakan vaksin ini bisa bertahan selama 6 bulan pada penyimpanan dengan suhu minus 20 derajat Celcius. Bahkan masih bisa bertahan selama 30 hari pada suhu pendingin biasa.

"Kami memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk vaksin lain di pasaran," kata Dr Zacks, dikutip dari CNN, Selasa (17/11/2020).

Vaksin lain yang bisa disimpan dengan suhu serupa adalah vaksin cacar air.

Sebagai pembanding, vaksin COVID-19 Pfizer disebut membutuhkan penyimpanan pada suhu minus 75 derajat Celcius. Tidak ada vaksin lain di Amerika Serikat yang membutuhkan suhu serendah itu untuk penyimpanan, sehingga masalah distribusi akan menjadi tantangan serius.detikhealth

Deklarasi Anti Nyontek di adakan di Politeknik Kaltara
17 Nov 2020 Umum IT Poltek

Bertempat dikampus Politeknik Kaltara diadakan kegiatan Deklarasi Anti Nyontek yang diadakan sebelum pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) yang diikuti oleh semua mahasiswa dari semua program studi

Daftar 2 Obat yang Diizinkan BPOM RI dan 14 Herbal yang Diteliti untuk COVID-19
17 Nov 2020 Umum IT Poltek

BPOM memberikan izin penggunaan darurat 2 obat untuk pasien COVID-19, yakni Favipiravir dan Remdevisir. Sebanyak 14 produk herbal juga diberi izin serupa.

"Dua obat ini sudah mendapatkan hasil uji klinik yang telah dipublikasikan secara internasional. Sudah mendapatkan data yang cukup yang dipercaya dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian pasien COVID-19," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (17/11).

Favipiravir merupakan obat dalam bentuk tablet dan diberikan untuk pasien bergejala ringan hingga sedang (usia 18 tahun lebih). Remdevisir berbentuk serbuk injeksi dan diberikan untuk pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

BPOM juga telah memberikan persetujuan EUA untuk 7 industri farmasi terkait dua obat ini. Berikut rinciannya:

  1. Favipiravir dengan nama dagang Avigan diproduksi oleh Fujifilm Toyama Chemical Jepang/PT Beta Pharmacon.
  2. Favipiravir oleh Kimia Farma.
  3. Remdesivir dengan nama dagang Cofivor diproduksi oleh Hetero India/Amarox Pharma.
  4. Remdesivir dengan nama dagang Desrem oleh Mylan India/Indo Farma
  5. Remdesivir dengana nama dagang Jubi-R oleh Jubilant India/Dexa Medica
  6. Remdesivir dengan nama dagang Remdac oleh Cadila Healthcare India/PT Kimia Farma
  7. Remdesivir dengan nama dagang Cipremi oleh Cipta India/PT Soho Industri Farmasi.

Selain obat, BPOM juga telah melakukan pendampingan terhadap 14 komponen herbal sebagai imunomodulator atau pendamping pengobatan pasien COVID-19. Ke-14 produk ini juga tengah menjalani uji di sejumlah RS.



Berikut daftar lengkapnya:

  1. Cordycep dan Deteflu
  2. Ekstrak daun jambu biji
  3. Health tone oil
  4. Avimac
  5. Virgin coconut oil
  6. Ekstrak etanol ketopeng China
  7. Golerend, Penglar
  8. Minyak atsiri daun ecalyptus
  9. Awer-awer
  10. Innamed COV
  11. Jamu purwarupa
  12. Vipalboemin
  13. Bejo
  14. Health tone.