Hidung Berbau Telur Busuk? Waspada, Bisa Jadi Ini Tanda Penyakit Serius!
Pernahkah mencium aroma tidak sedap meski di sekitar tidak ada pencetus bau? Aroma tidak sedap bisa muncul dari hidung, terkadang berbau amis atau bahkan seperti...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Pernahkah mencium aroma tidak sedap meski di sekitar tidak ada pencetus bau? Aroma tidak sedap bisa muncul dari hidung, terkadang berbau amis atau bahkan seperti...
Pernahkah mencium aroma tidak sedap meski di sekitar tidak ada pencetus bau? Aroma tidak sedap bisa muncul dari hidung, terkadang berbau amis atau bahkan seperti bau telur busuk.
Rupanya, hidung yang mencium bau telur busuk bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan. Dikutip dari Healthline, berikut ini beberapa adalah faktor penyebabnya:
1. Polip Hidung
Polip hidung adalah benjolan lunak yang tidak bersifat kanker. Benjolan ini tumbuh di dinding rongga hidung atau sinus akibat peradangan kronis.
2. Sinusitis
Sinusitis atau infeksi hidung biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Salah satu gejala yang terasa adalah muncul bau tidak sedap akibat penumpukan lendir di rongga hidung.
Gejala sinusitis lain yang mungkin muncul meliputi:
a. Lendir hidung berwarna kuning atau hijau.
b. Hidung tersumbat.
c. Pembengkakan, nyeri, dan rasa sakit di sekitar pipi, dahi, dan mata.
d. Sakit kepala.
e. Demam.
f. Nyeri gigi.
g. Kehilangan penciuman.
h. Napas berbau tidak sedap.
3. Postnasal Drip
Lendir yang berbau tidak sedap di hidung, terutama jika mengental dan terus menerus menetes ke tenggorokan, merupakan tanda dari postnasal drip.
Lendir biasanya bercampur dengan air liur dan ditelan tanpa disadari. Namun, pilek, flu, alergi, atau infeksi sinus bisa menyebabkan lendir menjadi lebih kental sehingga sulit mengalir secara normal.
Segera periksakan ke dokter bila postnasal drip berlangsung lebih dari 3 minggu dan jika lendir yang berbau berwarna kuning, hijau, atau abu-abu.
4. Gigi Berlubang
Masalah gigi berlubang juga dapat memicu kemunculan bau di hidung. Gigi berlubang terjadi ketika bakteri yang menumpuk di permukaan gigi menggerogoti lapisan gigi.
Penumpukan bakteri ini akhirnya menyebabkan bau mulut dan bau tidak sedap yang keluar melalui hidung. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gigi berlubang untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
5. Batu Amandel
Amandel memiliki celah dan lipatan yang bisa menjebak air liur, lendir, sisa makanan, dan sel-sel mati. Terkadang, tumpukan kotoran ini mengeras menjadi benda kecil yang disebut batu amandel.
Bakteri bisa berkembang biak di batu amandel dan menghasilkan bau tidak sedap di mulut dan hidung.
6. Penyakit Ginjal Kronis
Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi ketika fungsi ginjal menghilang secara bertahap dan progresif. Ginjal bertugas sebagai penyaring limbah dari darah, yang kemudian dikeluarkan melalui urine.
Ketika fungsi ginjal terganggu, zat-zat limbah akan menumpuk di tubuh. Penumpukan ini dapat menghasilkan bau seperti amonia yang bisa dirasakan di napas, mulut, dan bagian belakang hidung.
Kondisi ini biasanya terjadi saat penyakit ginjal kronis sudah mencapai stadium lanjut.
(NF/detik.com)
Workshop Penyusunan Dan Pengembangan Kurikulum Bebas Outcome Based Education (OBE) Politeknik Kaltara Pada hari Kamis...
Workshop Penyusunan Dan Pengembangan Kurikulum Bebas Outcome Based Education (OBE) Politeknik Kaltara Pada hari Kamis 24/07/2025
Daun sirih cina yang memiliki nama latin Peperomia pellucida L. Kunth menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan. Tanaman herbal ini memiliki kandungan...
Daun sirih cina yang memiliki nama latin Peperomia pellucida L. Kunth menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan. Tanaman herbal ini memiliki kandungan antioksidan, anti inflamasi, hingga antibakteri.
Tak heran jika daun sirih cina dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Apa saja khasiat dari daun sirih cina?
Manfaat Daun Sirih Cina untuk Kesehatan
Daun sirih cina memiliki sejumlah manfaat seperti mengatasi jerawat, menurunkan tekanan darah, hingga mengobati asam urat.
1. Mengatasi Jerawat
Daun sirih cina mengandung tanin dan flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan. Dikutip dari jurnal berjudul Pemanfaatan Daun Sirih China (Peperomia Pellucida sebagai Bahan Alami Pembuatan Serum Anti Jerawat)", hasil uji aktivitas etanol dari daun sirih cina menunjukkan bahwa daun ini bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Dikatakan bahwa ekstrak etanol dalam daun sirih china juga memiliki sifat antibakteri yang kuat.
2. Menurunkan Tekanan Darah
Berbagai penelitian membuktikan bahwa kandungan flavonoid daun sirih cina juga memiliki aktivitas antihipertensi. Dikutip dari paper berjudul Potensi Teh Herbal Herba Suruhan sebagai Anti-Hipertensi Melalui Aktivitas Penghambatan Angiotensin-Converting Enzyme, daun sirih mempunyai potensi untuk pengobatan alternatif atau pendukung bagi pengidap hipertensi.
3. Mengobati Asam Urat
Daun sirih cina memiliki sifat analgesik dan anti-inflamasi yang bermanfaat dalam menurunkan peradangan dan mengurangi rasa sakit, seperti nyeri dan peradangan pada sendi. Manfaat ini termasuk mengatasi peradangan sendi karena asam urat.
Dikutip dari Jurnal Novem Medika Farmasi Vol 1 No 2 Tahun 2022, penelitian pada kelinci menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari daun sirih cina mempunyai manfaat terhadap penurunan kadar asam urat.
4. Melancarkan Sistem Pencernaan
Sifat antimikroba dari daun sirih cina bermanfaat untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan, seperti infeksi bakteri dan virus. Dikutip dari laman Stikes Muhammadiyah Klaten, daun sirih cina dapat dimanfaatkan untuk mengatasi infeksi saluran pencernaan dan diare.
5. Mengatasi Masalah Penuaan Kulit
Menurut riset yang dilakukan oleh mahasiswa Brawijaya, daun sirih cina berpotensi tinggi menjadi anti-aging karena antioksidannya. Dalam riset yang dilakukan, mahasiswa melakukan inovasi dengan Teknologi Nanistructured Lipid Carrier (NLC), sebuah sistem penghantaran nanoteknologi untuk membantu meningkatkan efektivitas penyerapan bahan aktif ke dalam kulit sehingga menjadikannya lebih efektif dalam mengatasi masalah penuaan kulit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi NLC dengan bahan aktif sirih cina memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi menjadi cosmeceutical alami yang mengatasi penuaan dini.
6. Mengontrol Minyak Berlebih
Daun sirih cina memiliki sifat astringent yang membantu mengontrol produksi minyak berlebih pada kulit. Dikutip dari laman IAIN Bukittinggi, daun ini bisa mengurangi tampilan wajah yang mengkilap dan mencegah penyumbatan pori-pori.
7. Mengatur Kadar Gula Darah
Daun sirih cina juga bisa bermanfaat untuk mengatur kadar gula darah. Menurut penelitian dalam Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Universitas Gunadarma. pemberian ekstrak sirih cina pada tikus diabetes memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah pada jumlah eritrosit darah dalam nilai normal.
Cara Mengonsumsi Daun Sirih Cina
Daun sirih cina bisa langsung dikonsumsi dengan mengambil daun dan tangkai segarnya sebagai salad. Menurut ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI). dr Inggrid Tania masyarakat bisa mengonsumsi daun sirih cina dengan cara:
a. Seduh 4 g sirih cina kering dengan dua gelas air mendidih
b. Diamkan selama 5-15 menit
c. Konsumsi pagi dan malam
Meski demikian, dr Inggrid mewanti-wanti pada kondisi tertentu yang sebaiknya tidak mengonsumsi daun sirih cina secara berlebihan. Salah satunya ibu hamil.
"Hati-hati saja pada ibu hamil. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, dan tidak disarankan mengonsumsi yang mentah secara langsung," sarannya.
(NF/detik.com)
WORKSHOP Penyusun Dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)Politeknik Kaltara Pada Hari Rabu...
WORKSHOP Penyusun Dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)Politeknik Kaltara Pada Hari Rabu 23/07/2025
Banyak cara menjaga jantung tetap sehat. Bahkan, ada sebuah kebiasaan yang cukup dilakukan selama tiga menit sehari bisa berdampak besar bagi jantung.Dikutip dari...
Banyak cara menjaga jantung tetap sehat. Bahkan, ada sebuah kebiasaan yang cukup dilakukan selama tiga menit sehari bisa berdampak besar bagi jantung.
Dikutip dari Times of India, sebuah penelitian terbaru menemukan, aktif bergerak, minimal tiga menit sehari dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Para peneliti mempelajari 24.139 orang yang tidak berolahraga secara rutin dengan menggunakan data dari UK Biobank antara tahun 2013 dan 2015. Responden penelitian mayoritas adalah perempuan dengan usia sekitar 62 tahun.
Para ilmuwan melacak berapa banyak energi yang digunakan orang-orang ini selama aktivitas fisik yang dilakukan, baik ringan hingga berat. Kemudian, peneliti mengamati aktivitas ini apakah ada kaitannya dengan masalah jantung serius, seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal jantung.
Hasil menunjukkan, mereka yang menyediakan waktu untuk bergerak secara intens, baik itu menaiki tangga, berjalan cepat ke bus, jumping jack, atau apapun yang membuat jantung berdebar kencang, ternyata menyehatkan. Tidak perlu berjam-jam, mengerjakannya selama beberapa menit saja ternyata memiliki efek luar biasa
Melalui studi lain, ditemukan orang-orang yang tidak rutin bergerak dan melakukan olahraga mengalami risiko kejadian kardiovaskular mayor, seperti serangan jantung dan stroke hampir 50 persen.
Saat tubuh aktif bergerak, maka detak jantung akan meningkat, sehingga aliran darah menjadi lancar dan mendorong jantung dan paru-paru untuk beradaptasi. Seiring waktu, adaptasi itu akan meningkatkan sirkulasi, menurunkan tekanan darah, dan memperkuat sistem kardiovaskular.
(NF/detik.com)
WORKSHOP Penyusun Dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) Politeknik Kaltara Pada Hari Selasa...
WORKSHOP Penyusun Dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) Politeknik Kaltara Pada Hari Selasa 22/07/2025(NF)