Kegiatan Tryout D-III Farmasai Politeknik Kaltara
Kegiatan Tryout D-III Farmasai Politeknik Kaltara pada hari rabu tanggal...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Kegiatan Tryout D-III Farmasai Politeknik Kaltara pada hari rabu tanggal...
Kegiatan Tryout D-III Farmasai Politeknik Kaltara pada hari rabu tanggal 16/07/2025
Kegiatan Rapat Evaluasi pada hari selasa tanggal 15 juli...
Kegiatan Rapat Evaluasi pada hari selasa tanggal 15 juli 2025
(RG)
manfaat memakan daun kelor (Moringa oleifera) bagi kesehatan, berdasarkan kandungan gizi dan hasil penelitian manfaat memakan daun kelor : 1. ...
manfaat memakan daun kelor (Moringa
oleifera) bagi kesehatan, berdasarkan kandungan gizi dan hasil penelitian
manfaat memakan daun kelor :
1. * Menambah Nutrisi
Tubuh
2. * Mengontrol Gula
Darah
3. * Menurunkan
Kolesterol
4. * Bersifat
Antioksidan
5. * Menurunkan
Tekanan Darah
6. * Anti-inflamasi /
Anti Radang
7. * Menjaga Kesehatan
Pencernaan
8. * Meningkatkan
Sistem Kekebalan Tubuh
9. * Menjaga Kesehatan
Mata
* Membantu Produksi
ASI
Daun kelor mengandung
berbagai zat aktif seperti vitamin A, C, dan E yang berperan sebagai
antioksidan kuat. Khasiatnya sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan
mencegah berbagai penyakit degeneratif.( Prof.
Dr. Ir. H. Hembing Wijayakusuma)
Cara Mengonsumsi Daun Kelor
1. Dimasak sebagai Sayur
Cara: Rebus atau tumis daun
kelor seperti membuat sayur bening atau sayur asem.
Manfaat: Menjaga kandungan
vitamin dan mineral tetap tinggi.
✅ Tips: Jangan dimasak terlalu lama agar nutrisinya
tidak hilang.
2. Dibuat Teh Daun Kelor
Cara:Keringkan daun kelor
(dijemur atau oven suhu rendah).
Seduh 1 sendok teh daun
kering dengan air panas.
Manfaat: Antioksidan tinggi,
baik untuk detoks dan kesehatan jantung.
✅ Tips: Bisa dicampur madu atau jahe agar lebih nikmat.
3. Dibuat Bubuk Kelor
Cara:Keringkan daun kelor
lalu haluskan hingga menjadi bubuk.
Bisa dicampurkan ke jus,
smoothies, sup, atau adonan roti.
Manfaat: Praktis dan bisa
disimpan lama, tanpa mengurangi manfaat.
✅ Dosis harian umum: 1–2 sendok teh bubuk per h
2. Dibuat Jus Segar
Cara: Blender daun kelor muda dengan air matang, jeruk nipis, atau madu.
Manfaat: Memberi energi dan
meningkatkan kekebalan tubuh.
5. Sebagai Suplemen Herbal
(Kapsul atau Tablet)
Cara: Dikonsumsi sesuai
aturan dosis dari produsen.
Manfaat: Praktis untuk yang
tidak suka rasa alami daun kelor.
6. Dicampurkan ke Makanan
Contoh: Dicampur ke dalam nasi goreng, mie, telur dadar, atau bubur.
Manfaat: Menambah nilai gizi tanpa mengubah banyak rasa.
(nf)
kegiatan try out nasional prodi d-iii perawat poltek kaltara pada hari senin tanggal14 juli...
kegiatan try out nasional prodi d-iii perawat poltek kaltara pada hari senin tanggal14 juli 2025
Salah satu kebiasaan memasak yang banyak dilakukan masyarakat adalah menyimpan minyak goreng sisa. Ketika minyak bekas penggorengan masih tersisa banyak, rasanya...
Salah satu kebiasaan memasak yang banyak dilakukan masyarakat adalah menyimpan minyak goreng sisa. Ketika minyak bekas penggorengan masih tersisa banyak, rasanya sayang untuk membuang semuanya.
Perlu jadi perhatian, nyatanya penggunaan minyak goreng bekas ada batas amannya. Jika tetap digunakan secara berlebihan, ini tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya sistem kardiovaskular.
Berapa Kali Minyak Bekas Boleh Dipakai Lagi?
Minyak yang digunakan untuk menggoreng akan mengalami peningkatan suhu sangat tinggi. Pakar teknologi pangan dan Ketua Umum Pergizi Pangan Prof Dr Ir Hardinsyah, MS menuturkan suhu yang tinggi dapat mengubah kandungan dari dalam minyak goreng.
Salah satu perubahan yang berbahaya adalah munculnya asam lemak trans. Konsumsi lemak trans berkaitan erat dengan kenaikan risiko kesehatan kardiovaskular, seperti penyakit jantung.
"Apalagi kalau deep frying yang minyak suhu tinggi sampai 200-an derajat celsius. Itu banyak perubahan terjadi pada minyaknya jadi ya asam-asam lemaknya jadi berubah, trans fat namanya, lemak minyak trans itu bahaya buat kesehatan," kata Prof Hardinsyah ketika dihubungi detikcom.
Oleh karena itu, ia menyarankan minyak bekas atau jelantah sebaiknya tidak dipakai lebih dari dua kali atau total tiga kali sejak minyak goreng pertama kali digunakan.
"Kalau untuk orang yang mampu, saya sarankan sih sekali aja jelantahnya digunakan. Kalau kurang mampu, ya maksimum sampai dua kali lah, jangan sampai lebih dipakai lagi," sambungnya.
Tanda Minyak Sudah Jelek
Menurut Prof Hardinsyah, salah satu tanda fisik paling umum dari minyak yang sudah jelek adalah warna yang kehitaman. Selain itu, makanan yang digoreng menggunakan minyak berulang biasanya juga menyisakan sensasi gatal atau serak di tenggorokan.
Ketika dihubungi terpisah, dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK menambahkan beberapa tanda lain yang menunjukkan minyak sudah buruk kualitasnya.
"Tandanya warna berubah gelap, berbau tengik, menghasilkan asap berlebihan saat dipanaskan, tekstur lebih kental, berbusa saat dipanaskan, terdapat endapan atau sisa makanan hangus, dan makanan cepat gosong," katanya.
Bahaya Menggunakan Minyak Bekas Berulang
Hati-hati, ada banyak dampak kesehatan yang mengancam jika tetap nekat menggunakan minyak bekas secara berulang. Berikut beberapa di antaranya:
1. Memicu Lemak Trans
Seperti yang sudah disinggung, penggunaan minyak goreng berulang memicu munculnya lemak trans. Lemak trans merupakan jenis lemak tidak sehat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol 'jahat' low-density lipoprotein (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol 'baik' high-density lipoprotein.
Mengonsumsi lemak trans dalam jumlah banyak dan rutin, lalu dikombinasikan dengan gaya hidup tidak sehat, sangat berisiko meningkatkan kemungkinan penyakit jantung.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, ditemukan minyak goreng yang digunakan lebih dari dua kali sudah mengalami peningkatan kadar asam lemak.
"Semakin warnanya pekat dan menghitam, maka semakin tinggi kandungan asam lemak transnya," kata peneliti dari Prodi Teknologi Laboratorium Medis UM Surabaya, Vella Rohmayani dikutip dari laman resmi kampus.
2. Merusak Nutrisi Makanan
Minyak goreng yang digunakan berkali-kali juga dapat menurunkan nutrisi makanan serta menimbulkan reaksi oksidasi. Reaksi oksidasi pada minyak goreng membuat warna makanan menjadi jelek, berbau tengik, dan merusak kandungan vitamin dan mineral.
3. Merusak Jaringan Tubuh
Minyak goreng yang digunakan berulang juga memicu terbentuknya radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang memicu kerusakan sel dan berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan.
Paparan radikal bebas biasanya muncul dari paparan polusi, asam rokok, hingga radiasi.
"Selain itu, reaksi oksidasi juga dapat memicu terbentuknya radikal bebas yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel dan jaringan tubuh ketika kita mengkonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak goreng bekas," tandas Vella.
4. Meningkatkan Risiko Kanker
Dalam sebuah penelitian tahun 2020, ditemukan penggunaan minyak goreng secara berulang dikaitkan dengan munculnya senyawa karsinogenik (bersifat kanker) seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).
Disebutkan, konsumsi minyak yang digunakan berulang menyebabkan tingginya insiden gentokoksik (kerusakan materi genetik), mutagenik (mutasi DNA), tumorigenik (memicu tumor), serta berbagai jenis kanker. Beberapa jenis kanker dikaitkan dengan penggunaan minyak berulang meliputi kanker paru, kolorektal, payudara, dan prostat.
(nf/detik.com)
Kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru politeknik kaltara tanggal 11/07/25...
Kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru politeknik kaltara tanggal 11/07/25
(RG)