info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

Manfaat Cuci Kaki Sebelum Tidur, Bisa Cegah Gatal dan Infeksi Jamur
10 Jul 2025 IT Poltek

Setelah seharian beraktivitas, banyak orang terbiasa langsung mengganti pakaian, mencuci tangan, membersihkan wajah, dan menyiapkan diri untuk beristirahat. Namun, ada satu langkah kebersihan penting yang kerap diabaikan, yakni mencuci kaki sebelum tidur. Padahal, kaki merupakan bagian tubuh yang terus bekerja sepanjang hari, menanggung beban, dan terpapar berbagai permukaan.
Meski tangan dan wajah sering mendapat perhatian khusus dalam rutinitas perawatan, kaki justru sering luput dari perhatian. Banyak yang tidak menganggap mencuci kaki sebagai prioritas, bahkan cenderung melewatkannya karena merasa lelah atau ingin segera berbaring. Padahal, membiarkan kaki yang belum dibersihkan masuk ke tempat tidur berisiko membawa kuman, kotoran, dan jamur yang dapat memicu berbagai masalah kulit.

1. Alasan Harus Mencuci Kaki Sebelum Tidur
Konsultan dermatologi, Rumah Sakit CK Birla, Gurugram, dr Seema Oberoi Lall, mengatakan, kaki adalah bagian tubuh yang paling dekat dengan lantai, sehingga mudah menarik berbagai jenis kuman dan debu. Jika tidak dibersihkan, kotoran tersebut bisa berpindah ke seprai, menempel pada kulit, bahkan masuk ke hidung atau mulut saat tidur.

"Kaki paling dekat dengan tanah, dan menarik berbagai macam debu dan kuman yang ada di lantai," ucapnya, dikutip dari Indian Today, Rabu (9/7/2025).
Senada, dokter spesialis kulit di Rumah Sakit Indraprastha Apollo, dr D M Mahajan mengatakan kondisi kaki yang kotor dan lembap berisiko membawa bakteri atau jamur masuk ke area tidur, yang tidak hanya berdampak pada kebersihan tempat tidur, tetapi juga dapat memicu infeksi kulit.
"Alasan utamanya adalah kaki terjebak di dalam sepatu sepanjang hari, berkeringat, dan terpapar berbagai kuman dari permukaan luar. Mencuci kaki dapat menghilangkan keringat, kotoran, jamur, dan sisa kotoran lainnya, sehingga menurunkan risiko penyakit seperti kutu air," jelas dr Mahajan.
Kutu air (tinea pedis) merupakan infeksi jamur yang mudah menular dan berkembang di lingkungan yang hangat dan lembap, terutama di sela-sela jari kaki.
Kondisi ini dapat menyebabkan kulit terasa gatal, bersisik, melepuh, hingga timbul sensasi terbakar. Gejalanya kerap muncul tanpa disadari, terutama pada mereka yang sering mengenakan sepatu tertutup sepanjang hari tanpa ventilasi yang baik.

Membantu Meredakan Rasa Sakit

Kaki merupakan bagian tubuh yang menopang seluruh berat badan setiap hari. Tanpa disadari, aktivitas ini dapat menimbulkan rasa sakit dan ketegangan yang menumpuk di area kaki.
Membasuh kaki dengan air hangat atau air dingin sebelum tidur dapat membantu meredakan ketegangan tersebut, memberikan efek relaksasi, dan mengurangi rasa tidak nyaman setelah beraktivitas seharian.

Membantu Mengatur Suhu Tubuh
Mencuci kaki dapat membantu mengatur suhu tubuh secara alami. Saat tubuh terasa panas, membasuh kaki dengan air dingin dapat membantu menurunkan suhu dan memberikan rasa sejuk. Sebaliknya, ketika tubuh merasa kedinginan, mencuci kaki dengan air hangat dapat membantu meningkatkan suhu tubuh dan menciptakan sensasi hangat yang menenangkan.

3. Cara Mencuci Kaki
Para ahli menyarankan untuk mencuci kaki dua kali sehari, tetapi tidak wajib bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat.
"Meskipun bukan merupakan keharusan rutin bagi orang-orang dengan kebersihan kaki yang baik secara keseluruhan, membiasakan diri mencuci kaki sebelum meletakkannya di bawah seprai dan selimut akan memberikan manfaat kebersihan yang baik dan pencegahan infeksi," kata dr Mahajan.
Senada, konsultan utama bidang podiatri di Max Multi Speciality Centre, Panchsheel Park, New Delhi, mengatakan bahwa seseorang sebaiknya mencuci kaki setidaknya dua kali sehari, sekali di pagi hari dan sekali lagi sebelum tidur.

4. Menjaga Kebersihan Kaki yang Baik
Menjaga kebersihan kaki yang baik sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan. Berikut beberapa rutinitas kebersihan kaki yang bisa dilakukan.

*Cuci kaki setidaknya dua kali sehari, yakni di pagi hari dan sebelum tidur untuk mengangkat kotoran, keringat, dan bakteri yang menempel setelah beraktivitas.

*Keringkan kaki secara menyeluruh, terutama di sela-sela jari. Area yang lembap rentan menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri, sehingga proses pengeringan sangat penting untuk mencegah infeksi.

*Jaga kebersihan kuku kaki dengan rutin memotong dan merapikannya. Hindari membiarkan kuku terlalu panjang karena dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan sumber infeksi.

*Lakukan eksfoliasi kaki dua kali seminggu. Menggosok kaki dengan lembut membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah penebalan kulit.

*Segera cuci kaki jika terkena debu, tanah, lumpur, atau cairan biologis seperti darah, untuk mencegah iritasi atau kontaminasi bakteri.

*Gunakan alas kaki yang sesuai, baik di dalam maupun di luar rumah, untuk melindungi kaki dari cedera atau kontaminasi lingkungan.

*Pilih kaus kaki berbahan katun atau wol yang menyerap keringat dengan baik. Hindari bahan nilon yang dapat memerangkap kelembapan dan memperbesar risiko infeksi kulit.

*Cuci kaus kaki setiap kali selesai dipakai, menggunakan air bersih dan deterjen lembut, agar tetap higienis dan bebas dari kuman.

(NF/detik.com)


Jangan Keliru, Ini Beda Nyeri Perut Maag VS Kanker Saluran Empedu Stadium 4
09 Jul 2025 IT Poltek

Kanker saluran empedu atau istilah medisnya cholangiocarcinoma adalah jenis kanker yang terbentuk di saluran ramping (saluran empedu) yang membawa cairan pencernaan empedu. Saluran empedu menghubungkan hati ke kantong empedu dan usus halus.
Dokter Spesialis Hematologi Onkologi, Prof Dr dr Ikhwan Rinaldi, SpPD-KHOM, M.Epid, M.Pd.Ked, FACP, FINASIM, mengatakan kanker saluran empedu sebagian besar terjadi pada orang yang berusia lebih dari 50 tahun, meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun.

Kanker saluran empedu sering kali pada stadium awal umumnya tak memicu gejala yang signifikan. Gejala baru muncul jika kanker sudah memasuki stadium lanjut.

Prof Ikhwan mengatakan, gejala kanker saluran empedu stadium lanjut kerap kali disamakan dengan masalah pencernaan biasa seperti maag lantaran memicu nyeri perut. Lantas, bagaimana membedakannya?

Menurut Prof Ikhwan, perbedaan utama antara nyeri maag dan gejala kanker saluran empedu terletak pada durasi dan respons terhadap pengobatan. Pasien biasanya mengeluh mual, kembung, atau rasa penuh di perut bagian atas, mirip seperti gejala sakit maag. Namun, keluhan tersebut bersifat kronis dan tak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat lambung dalam waktu lama.

"Tapi udah lama diobati bolak-balik, kok masih begitu-begitu aja? Maka dokter harusnya dokter atau orang yang merasa itu harus lebih aware ya. Bukan hanya memikirkan oh ini maag biasa gitu ya. Jadi harus datang ke dokter dan dokternya harus atau pasiennya juga merasa perlu pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025).

Selain nyeri perut, Prof Ikhwan menyebut ada sejumlah gejala kanker saluran empedu yang juga bisa dialami pasien. Antara lain:

*kulit dan mata menguning
*demam
*gatal pada kulit
*penurunan berat badan


"Kadang-kadang keluhannya cuma seperti kembung-kembung, begah, seperti gejala maag pada awal-awal. Terus diobati saja, minum obat maag, dan dilakukan terus-terusan," sambungnya.

"Tapi pada suatu ketika, ketika sudah lanjut, baru mulai terlihat gejala seperti kulit menguning dan sebagainya. Maka, kita perlu lebih aware dengan kondisi ini supaya pasien yang datang ke kita, ke dokter, berada pada stadium yang masih bisa diobati," ucapnya lagi.

(NF/DETIK.COM)





Kegiatan Ujian Seminar Hasil Prodi D-III Farmasi Politeknik Kaltara
08 Jul 2025 IT Poltek

Kegiatan Ujian Hasil Prodi D-III Farmasi Politeknik Kaltara 08/07/2025. Melaksanakan kegiatan Ujian Hasil sebagai bagian dari tahapan akhir penyelesaian tugas akhir Mahasiswa

(RG)

7 Cara Menurunkan Darah Tinggi Secara Alami, Bisa Dilakukan di Rumah
08 Jul 2025 IT Poltek

Berjuluk 'silent killer', penyakit darah tinggi alias hipertensi bisa berkembang tanpa gejala, tapi berdampak fatal. Ada beberapa cara menurunkan darah tinggi secara alami. Bisa dilakukan di rumah lho!
Menurut American Heart Association (AHA), tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mm Hg. Jika angkanya melebihi batas tersebut secara konsisten, Anda perlu segera mengambil langkah untuk menurunkannya.

Rata-rata orang mungkin langsung berpikir untuk mengonsumsi obat-obatan penurun darah tinggi. Padahal dalam menurunkan darah tinggi ke angka yang relatif normal tak melulu dengan obat.

Cara menurunkan darah tinggi secara alami
Upaya menurunkan tekanan darah tidak selalu merepotkan. Beberapa perubahan gaya hidup di rumah bisa membantu menurunkan tekanan darah.



1. Rutin berolahraga di rumah

Aktivitas fisik adalah cara efektif dan terjangkau untuk menurunkan tekanan darah. Berolahraga secara rutin tak hanya membantu melancarkan sirkulasi darah, tapi juga meningkatkan suasana hati, keseimbangan tubuh, serta mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung.

Jika Anda belum terbiasa berolahraga, mulai saja dengan aktivitas ringan seperti jalan kaki di sekitar rumah, bersepeda, berenang, atau mengikuti video latihan dari YouTube.

Melansir Healthline, latihan sederhana seperti senam duduk atau olahraga low-impact bisa jadi pilihan.



2. Terapkan pola makan DASH

DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah pola makan yang terbukti dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 11 mm Hg.

Prinsip utama diet ini adalah konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan.

Hindari makanan tinggi lemak jenuh seperti produk olahan, daging berlemak, dan makanan cepat saji.

Jika akses ke makanan sehat terbatas, langkah kecil seperti mengurangi konsumsi minuman manis atau mengganti cemilan dengan buah segar sudah bisa berdampak positif.


3. Kurangi asupan garam

Garam atau natrium berlebih bisa membuat tubuh menahan cairan, yang akhirnya meningkatkan tekanan darah. AHA menyarankan agar asupan garam tidak lebih dari 2.300 mg per hari (sekitar satu sendok teh), bahkan idealnya hanya 1.500 mg.

Sebagai gantinya, gunakan rempah-rempah alami seperti bawang putih, kunyit, atau lada untuk memberi rasa pada masakan. Selain itu, selalu cek label makanan dan pilih versi rendah natrium jika memungkinkan.


4. Jaga berat badan ideal

Berat badan berlebih berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi. Kehilangan berat badan sekitar 4-5 kg saja bisa memberi dampak positif bagi tekanan darah.

Perhatikan juga lingkar pinggang, lemak di sekitar perut (lemak visceral) dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Standar ideal lingkar pinggang pria sebaiknya di bawah 102 cm dan wanita di bawah 88 cm.

Jika kesulitan menurunkan berat badan, berkonsultasilah dengan dokter atau ahli gizi untuk strategi yang tepat dan aman.



5. Berhenti merokok

Merokok menyebabkan lonjakan tekanan darah setiap kali Anda mengisap sebatang rokok. Jika dilakukan terus-menerus, tekanan darah dapat tetap tinggi dalam jangka panjang.

Tidak hanya perokok aktif, paparan asap rokok (secondhand smoke) juga berisiko meningkatkan tekanan darah dan gangguan jantung.Berhenti merokok memang sulit, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kesehatan jangka panjang.



6. Batasi konsumsi alkohol

Minuman beralkohol, terutama jika dikonsumsi berlebihan, dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu efektivitas obat hipertensi. AHA menyarankan pria untuk tidak mengonsumsi lebih dari dua gelas alkohol per hari, dan wanita satu gelas per hari.

Satu gelas setara dengan 350 ml bir, 150 ml wine, atau 45 ml minuman keras. Jika kesulitan mengontrol konsumsi alkohol, pertimbangkan untuk berbicara dengan tenaga kesehatan profesional.



7. Lakukan teknik relaksasi

Stres kronis dapat membuat tekanan darah tetap tinggi. Mencari waktu untuk relaksasi di tengah rutinitas sangat penting. Cobalah teknik pernapasan dalam, meditasi, yoga, atau sekadar duduk di tempat tenang tanpa gangguan.

Langkah pertama adalah mengenali sumber stres, apakah pekerjaan, hubungan, atau masalah keuangan kemudian cari solusi untuk mengatasinya. Cukup 10 menit per hari untuk menyendiri dan bernapas perlahan bisa berdampak besar.


(RG/.cnnindonesia.com/CNN indonesia/)



KEGIATAN MONEV DIES NATALIS KE 5 POLITEKNIK KALTARA
07 Jul 2025 IT Poltek

Pelaksanaan Kegiatan Dies Natalis Ke 5 Politeknik kaltara pada hari Senin 07/07/25

(NF)


Pelaksanaan  Ujian Seminer HASIL PRODI D-III FARMASI POLITEKNIK KALTARA
07 Jul 2025 IT Poltek

Pelaksanaan Ujian Seminar Hasil Prodi D-III Farmasi Politeknik Kaltara 07/07/2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menyusun, mempresentasikan, dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian atau proyek ilmiah yang telah mereka lakukan.

(RG)