Wanita Ini Turunkan BB 10 Kg dalam 5 Hari, Pilihan Menu Makannya Bisa Dicontek
Seorang wanita di China menggemparkan media sosial karena keberhasilan program dietnya. Wanita ini sukses menurunkan berat badan hingga 10 kg dalam waktu kurang...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Seorang wanita di China menggemparkan media sosial karena keberhasilan program dietnya. Wanita ini sukses menurunkan berat badan hingga 10 kg dalam waktu kurang...
Seorang wanita di China menggemparkan media sosial karena keberhasilan program dietnya. Wanita ini sukses menurunkan berat badan hingga 10 kg dalam waktu kurang dari seminggu. Dikutip dari Daily Vanity, perjalanan diet wanita ini sempat viral di media sosial Xiao Hong Shu (Instagram-nya China). Wanita ini fokus pada pola makan yang hanya mengonsumsi satu jenis makanan bernutrisi dalam sehari. Lantas, apa saja yang dimakan oleh wanita ini selama lima hari?
Makanan berbahan dasar telur disarankan untuk dikonsumsi di hari pertama. Telur diketahui sebagai makanan rendah kalori dan dapat membuat perut kenyang lebih lama. Saat sarapan, disarankan untuk mengonsumsi dua hingga tiga butir telur rebus. Satu butir telur rebus mengandung sekitar tujuh gram protein, beserta lemak essential, vitamin, kalsium, dan kalium. Saat makan siang, telur orak-arik tomat atau telur goreng bisa menjadi pilihan. Namun, jika bisa gunakan minyak zaitun untuk memasak. Sementara untuk makan malam bisa dengan menu telur kukus. Namun, banyak orang mengkhawatirkan kadar kolesterol yang ditemukan pada kuning telur. American Heart Association (AHA) merekomendasikan batas aman konsumsi tujuh butir telur dalam seminggu.Sementara untuk makan malam bisa dengan menu telur kukus. Namun, banyak orang mengkhawatirkan kadar kolesterol yang ditemukan pada kuning telur. American Heart Association (AHA) merekomendasikan batas aman konsumsi tujuh butir telur dalam seminggu.
Pada hari kedua, untuk mengoptimalkan diet ini seseorang hanya boleh mengonsumsi cairan sepanjang hari. Beberapa minuman yang disarankan di antaranya susu, susu kedelai, yogurt, atau kopi. Usahakan agar minuman tak mengandung gula tambahan.
Setelah puasa dari makanan padat di hari sebelumnya, pada hari ketiga program diet ini seseorang bisa mengonsumsi daging. Piring makan bisa diisi dengan menu daging ayam, sapi, atau seafood. Namun, sumber-sumber protein tinggi ini harus dimasak dengan cara yang sehat. Misalnya saja dikukus, dipanggang, atau ditumis. Hindari kebiasaan menggoreng daging.
Pada hari keempat, buah menjadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi. Beberapa buah yang disarankan di antaranya apel, jeruk, anggur, ceri, semangka, atau buah delima. Namun demikian, disarankan untuk menghindari gula berlebih. Beberapa buah seperti durian, leci, mangga, dan kelengkeng sebaiknya dihindari karena memiliki gula dan kalori yang tinggi.
Hari terakhir program diet ini, seseorang hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi sayuran saja. Tentu ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi mereka yang menyukai daging. Beberapa sayuran bisa dipilih untuk dikonsumsi seperti selada, bayam, atau brokoli. Makanan-makanan ini akan memberikan banyak serat, vitamin, mineral, dan sedikit karbohidrat. Meskipun terlihat menjanjikan, penurunan berat badan dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat juga perlu diwaspadai terkait masalah-masalah kesehatan yang mungkin bisa menyertai.(dtk).
Kasus kanker usus besar telah meningkat secara global dengan prevalensi yang lebih tinggi pada orang yang lebih muda. Kasus kanker usus besar di usia muda bahkan...
Kasus kanker usus besar telah meningkat secara global dengan prevalensi yang lebih tinggi pada orang yang lebih muda. Kasus kanker usus besar di usia muda bahkan melonjak sangat tinggi dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Para ahli tidak yakin mengapa ada peningkatan pada orang dewasa muda yang terkena kanker usus besar dan rektum. Para peneliti sedang meneliti faktor-faktor seperti pola makan, obesitas, kurang olahraga, penggunaan tembakau dan alkohol serta dampak lingkungan seperti paparan bahan kimia. Riwayat keluarga juga berperan. "Angka kanker usus besar telah meningkat pada orang yang lebih muda, faktanya ada peningkatan 20 persen pada mereka yang berusia di bawah 50 tahun selama 10 tahun terakhir," kata Dr Michael Driscoll dari Norton Cancer Institute. "Jika mereka mengalami gejala apa pun yang dapat dikaitkan dengan kanker kolorektal, seperti nyeri perut, penurunan berat badan, darah dalam tinja, perubahan ukuran tinja, seperti bentuk atau konsistensi, mereka harus membicarakannya dengan dokter perawatan primer dan kemungkinan menjalani kolonoskopi skrining," tambah dia. Driscoll mengatakan organisasi profesional merekomendasikan agar persyaratan usia skrining kanker usus besar nasional didorong hingga 40 tahun, bukan 45 tahun. Lebih lanjut, dalam studi yang dipimpin oleh para peneliti dari Rumah Sakit Memorial Chang Gung Taiwan, gejala seperti pendarahan rektal, perubahan kebiasaan buang air besar, dan nyeri perut lebih umum terjadi pada orang muda daripada mereka yang berusia di atas 50 tahun yang menjalani pengobatan untuk penyakit tersebut. Pasien muda dengan kanker kolorektal sering kali memiliki bentuk penyakit yang lebih agresif, seperti sel signet-ring dan adenokarsinoma musinosa, dan lebih mungkin didiagnosis pada stadium lanjut (III dan IV). Meskipun hasil pembedahan serupa, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk kanker kolorektal stadium IV yang muncul lebih awal lebih rendah daripada penyakit yang muncul lebih lambat. "Studi ini menyoroti peningkatan terus-menerus dalam insiden kanker usus besar dini, dengan pasien yang menunjukkan penyakit yang lebih agresif dan mengalami kelangsungan hidup yang lebih rendah," tulis penulis. Gejala kanker usus besar yang paling umum diidentifikasi pada pasien dengan kanker usus besar di usia muda adalah perubahan kebiasaan buang air besar dalam bentuk sembelit atau diare, nyeri perut, pendarahan rektum dan tanda-tanda anemia defisiensi besi, menurut penelitian lain. Tingkat kanker usus besar meningkat 500 persen di antara anak-anak usia 10 hingga 14 tahun, 333% di antara remaja usia 15 hingga 19 tahun, dan 185% di antara orang dewasa muda usia 20 hingga 24 tahun.(dtk).
Kasus kematian saat tidur beberapa kali terjadi dan menjadi sorotan di media sosial. Kondisi seperti ini dikenal juga sebagai kematian nokturnal. Kematian nokturnal...
Kasus kematian saat tidur beberapa kali terjadi dan menjadi sorotan di media sosial. Kondisi seperti ini dikenal juga sebagai kematian nokturnal. Kematian nokturnal umumnya dikaitkan dengan serangan jantung secara tiba-tiba dan juga menghilangnya fungsi jantung secara progresif terkait dengan gagal jantung kongestif. Lantas, sebenarnya apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan meninggal dunia saat tidur?
Dikutip dari Verywell Health, berikut penjelasannya.
1. Henti Jantung
Kondisi ini terjadi ketika jantung secara tiba-tiba berhenti berdetak. Tanpa adanya perawatan medis yang tepat, ada risiko kematian henti jantung mendadak hanya dalam hitungan beberapa menit. Risiko kematian jauh lebih besar ketika sedang tidur. Sebab, umumnya dalam kondisi tersebut respons medis darurat terlambat dilakukan. Henti jantung menjadi penyebab umum dari kematian nokturnal. Sebanyak 22 persen terjadi di pukul 10 malam dan 6 pagi. Beberapa kondisi medis yang menyebabkan henti jantung mendadak seperti serangan jantung, aritmia, gagal jantung kongestif, dan juga stroke.
2. Serangan Jantung
Kondisi ini juga dikenal sebagai infark miokard. Serangan jantung hebat dapat mengurangi aliran darah ke bagian otak yang mengendalikan pernapasan.
3. Gagal Jantung Kongestif
Kondisi ini secara bertahap dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung, bahkan dalam kasus yang parah bisa langsung menyebabkan henti jantung. Gagal jantung pada sisi kiri akan cepat memengaruhi sisi kanan jantung, yang pada akhirnya menyebabkan akumulasi cairan di paru-paru dan juga pembengkakan di kaki dan tungkai yang disebut edema perifer. Hal ini dapat menyebabkan henti napas.
Jika jantung mengalami kelebihan volume, kemampuannya untuk mengedarkan darah dapat berhenti sepenuhnya. Terdapat beberapa tanda bahwa seseorang yang mengidap kondisi ini berisiko fatal hingga kematian:
4. Stroke
Organ jantung dapat memengaruhi sistem-sistem lainnya yang bergantung pada kemampuannya untuk mengedarkan darah. Penting untuk diketahui bahwa irama jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan terjadinya gumpalan darah yang mengalir ke otak dan menyebabkan terjadinya stroke. Tekanan darah tinggi, hipertensi, dapat meningkatkan risikonya.
Stroke memengaruhi batang otak, pernapasan, pembukaan mata, kontrol otot, dan kesadaran dapat terganggu. Stroke dapat berakibat fatal dan bisa saja terjadi saat sedang tidur.(dtk).
Menopause adalah kondisi ketika wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Hal ini disebabkan perubahan kadar estrogen. Faktor utamanya adalah usia yang sudah...
Menopause adalah kondisi ketika wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Hal ini disebabkan perubahan kadar estrogen. Faktor utamanya adalah usia yang sudah tua. Namun menopause tidak terjadi secara mendadak. Umumnya terdapat transisi sebelum wanita mengalami menopause. Salah satu yang harus diketahui adalah ciri haid menjelang menopause.Simak artikel ini untuk mengetahui ciri-ciri menjelang menopause, lengkap dengan usia, dan cara mencegah menopause terlalu dini.
Ciri Haid Menjelang Menopause
Dikutip dari Healthline, berikut ini beberapa ciri haid menjelang menopause yang biasanya dialami wanita:
1. Siklus Haid Tidak Teratur
Ciri yang paling sering terjadi adalah siklus haid yang berubah menjadi tidak teratur. Hal ini membuat wanita kesulitan memperkirakan jadwal haidnya.
2. Haid Lebih Singkat
Menjelang menopause, biasanya haid berlangsung lebih singkat. Hal ini diakibatkan oleh hormon estrogen yang rendah, kemudian membuat lapisan rahim menjadi tipis. Ketika rahim luruh, maka terjadi secara singkat.
3. Jarak Haid Semakin Lama
Setelah haid selesai, wanita yang menjelang menopause biasanya harus menunggu lebih lama untuk haid lagi. Jarak atau siklus haid bisa berlangsung hingga 38 hari.
4. Muncul Flek
Pada jeda sebelum haid berikutnya, terkadang muncul flek.Biasanya flek yang keluar berjumlah sedikit.
5. Darah Sangat Banyak
Terkadang, darah yang keluar saat haid sangat banyak akibat kadar hormon yan juga berubah.
6. Warna Darah Cokelat/Merah Tua
Ketika warna darah haid menjadi cokelat atau merah tua, maka bisa jadi ini merupakan tanda wanita memasuki masa menopause.
Ciri-ciri Lain Menjelang Menopause
Selain ciri menopause, terdapat ciri-ciri lain yang umumnya terjadi menjelang menopause. Berikut ini beberapa ciri yang dikutip dari situs Cleveland Clinic:
1. Merasa Sangat Panas
Gejala yang sering dialami menjelang menopause adalah tubuh yang tiba-tiba merasa panas tanpa alasan,atau yang disebut sebagai hot flashes. Penyebabnya diduga karena perubahan produksi estrogen. Stres dan gaya hidup bisa memperburuk kondisi ini.
2. Berat Badan Bertambah
Ciri lainnya adalah terjadi penambahan berat badan seiring bertambahnya usia. Hal ini juga terjadi karena masalah hormon.
3. Vagina Kering
Ketika memasuki masa menopause, vagina menjadi kering. Ketika berhubungan seks, vagina tidak mengeluarkan pelumas alami sehingga terasa tidak nyaman atau bahkan menyakitkan.
4. Perubahan Pada Rambut
Menjelang menopause, biasanya akan terjadi perubahan kondisi rambut. Salah satunya adalah penipisan rambut, baik di kepala, tangan, kaki, kemaluan, dan tempat lain. Tapi terkadang justru muncul rambut di tempat baru, misalnya di dagu.
5. Gejala Lain
Ciri-ciri lain yang mungkin terjadi menjelang menopause adalah:
Usia Menopause
Lantas pada usia berapakah wanita mengalami menopause? Dikutip dari Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia: Humantech Vol 2 No 4 Februari 2023 oleh Selviana Putri, dkk dari Poltekkes Kemenkes Kaltim, menopause umumnya terjadi pada rentang usia 45-55 tahun. Sementara di Indonesia, perkiraan usia rata-rata wanita menopause adalah 48 tahun.
Cara Mencegah Menopause Dini
Menopause pasti terjadi pada wanita, dan kita tidak bisa mencegahnya. Namun ada beberapa hal yang mungkin membantu mencegah menopause terjadi pada usia lebih dini. Dilansir dari UCLA Health berikut ini beberapa faktor yang dapat membantu menunda menopause:
- Tidak merokok: Penelitian menunjukkan bahwa wanita berkebiasaan merokok lebih mungkin mengalami menopause lebih awal daripada wanita yang tidak merokok.
- Menyusui bayi: Setelah melahirkan, wanita sebaiknya menyusui anaknya, setidaknya 7-12 bulan. Beberapa penelitian menunjukkan hal ini menurunkan risiko menopause dini.
- Olahraga teratur: Aktivitas fisik juga baik untuk menjaga keseimbangan hormon, sehingga membantu mengelola transisi menopause dengan lebih baik.
- Makan makanan bergizi: Makanlah makanan dengan kandungan banyak antioksidan dan lemak omega-3 untuk menunda menopause.
Nah, itulah tadi ciri haid menjelang menopause, lengkap dengan usia rata-rata wanita mengalami menopause, dan cara mencegahnya terjadi terlalu dini.(dtk).
Kematian mendadak pada orang yang tampak sehat dan tidak memiliki masalah kesehatan apapun tentu menjadi kabar yang sangat mengejutkan pada siapapun. Meskipun...
Kematian mendadak pada orang yang tampak sehat dan tidak memiliki masalah kesehatan apapun tentu menjadi kabar yang sangat mengejutkan pada siapapun. Meskipun kematian memang bisa terjadi kapan saja, namun ada alasan medis yang bisa melatarbelakanginya.
Dikutip dari Medical News Today dan Healthline, sudden death syndrome (SDS) atau sindrom kematian mendadak merupakan skenario biologis yang menyebabkan seseorang mengalami kematian mendadak. Seseorang yang mengalami SDS sering kali tidak memiliki tanda-tanda peringatan penyakit. Bahkan setelah kematian, otopsi bisa saja tidak mengungkapkan alasan kematian yang jelas.
Siapa yang Paling Berisiko?
Sindrom kematian mendadak lebih umum terjadi pada orang dewasa dan paruh baya. Pada orang-orang di usia ini, kematian yang tidak dapat dijelaskan ini dikenal sebagai sudden adult death syndrome (SADS). Tidak hanya itu, bayi juga tak terlepas dari kematian mendadak. Sindrom ini mungkin merupakan salah satu dari banyak kondisi yang termasuk dalam sudden infant death syndrome (SIDS). Para peneliti telah menemukan bahwa gen tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap beberapa jenis SDS. Jika seseorang menderita SADS, misalnya, lebih dari 20 persen kerabat tingkat pertama mereka (saudara kandung, orang tua, dan anak-anak) juga kemungkinan besar menderita sindrom tersebut. Namun, tidak semua orang dengan SDS memiliki salah satu gen ini. Hanya 15 hingga 30 persen kasus sindrom Brugada yang terkonfirmasi memiliki gen yang terkait dengan kondisi tersebut.
Apa Penyebabnya?
Belum jelas apa yang menyebabkan seseorang mengalami kematian mendadak. Namun, sudden cardiac death (SCD) atau kematian jantung mendadak merupakan penyebab paling umum dari SDS.
Apa Gejala yang Muncul?
Gejala atau tanda pertama sindrom kematian mendadak dapat berupa kematian yang tiba-tiba dan tidak terduga. Namun, SDS dapat menyebabkan gejala-gejala bahaya seperti:
1. Nyeri dada, terutama saat berolahraga
2. Penurunan kesadaran
3. Kesulitan bernafas
4. Pusing
5. Jantung berdebar-debar atau perasaan berdebar-debar
6. Pingsan yang tidak diketahui penyebabnya, terutama saat berolahraga <dtk>.
Buah alpukat tidak hanya nikmat untuk disantap, tetapi juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.Manfaat alpukat di antaranya dapat menjaga kesehatan...
Buah alpukat tidak hanya nikmat untuk disantap, tetapi juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.
Manfaat alpukat di antaranya dapat menjaga kesehatan organ-organ penting di dalam tubuh serta membantu mencegah terjadinya berbagai penyakit. Lantas, apa saja manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari mengonsumsi alpukat? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya:
1. Sumber Nutrisi yang Baik
Alpukat merupakan buah yang di dalamnya mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh. Alpukat seberat 201 gram mengandung sebanyak:
322 kalori
30 gram lemak
4 gram protein
17 gram karbohidrat
14 gram serat
22 persen vitamin C
28 persen vitamin E
35 persen vitamin K
20 persen riboflavin (B2)
22 persen niacin (B3)
56 persen asam pantotenat (B5)
30 persen pyridoxine (B6)
41 persen folat
14 persen magnesium
21 persen kalium
42 persen tembaga
12 persen mangan
2. Baik untuk Organ Usus
Alpukat merupakan buah yang kaya akan kandungan serat, menyediakan sekitar 14 gram di setiap alpukat. Serat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan sebab membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri yang sehat. Sebuah penelitian pada 163 orang dewasa yang dianggap memiliki berat badan yang berlebih menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 175 gram (pria) dan 140 gram (wanita) alpukat setiap hari dalam rentang waktu 12 minggu memiliki konsentrasi asam empedu feses yang lebih rendah dan peningkatan keragaman bakteri dibandingkan dengan kelompok kontrol.
3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Rutin mengonsumsi makanan yang padat akan nutrisi seperti alpukat dapat membantu melindungi terhadap penyakit jantung. Serat, lemak sehat, mineral, dan vitamin yang terkandung di dalam buah alpukat berperan dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Tak hanya itu saja, alpukat juga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL yang berperan untuk melindungi jantung dan menurunkan kadar kolesterol LDL teroksidasi, sejenis kolesterol yang secara signifikan terkait dengan aterosklerosis, atau adanya penumpukan plak di sepanjang dinding arteri.
4. Sumber Antioksidan dan Antiperadangan
Mengonsumsi buah alpukat secara teratur dapat membantu untuk meningkatkan pertahanan antioksidan tubuh. Sebuah penelitian pada 45 orang menemukan bahwa mengonsumsi alpukat sehari dapat meningkatkan kadar lutein karotenoid dalam darah daripada dengan pola makan tanpa alpukat.
Tak hanya itu saja, kandungan vitamin C dan karotenoid dalam alpukat telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung, fungsi kognitif yang lebih baik, dan lain sebagainya.
5. Menurunkan Berat Badan
Walaupun buah alpukat tinggi akan kalori, namun alpukat juga kaya akan nutrisi dan dapat membantu meningkatkan rasa kenyang. Hal ini berkat adanya kandungan lemak sehat dan serat yang tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan serat seperti sayuran dan buah-buahan dapat membantu untuk mendukung penurunan berat badan. Tak hanya itu saja, seseorang yang lebih sering mengonsumi makanan tinggi serat cenderung dapat mempertahankan berat badan yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang mengikuti diet rendah serat.(dtk).