info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

Respons Kemenkes RI 'Ditikung' Promo Berobat ke Luar Negeri
11 Okt 2024 IT Poltek

Sebuah poster berisi promosi untuk berobat ke Malaysia terpasang tak jauh dari kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Poster yang terpasang di Kedutaan Besar Malaysia tersebut viral di media sosial dan menuai beragam komentar. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Azhar Jaya menilai viral foto poster ajakan berobat di Malaysia adalah pemacu perbaikan pelayanan kesehatan. Dirinya mengaku tak mempersoalkan pemajangan poster tersebut di Kedutaan Besar Malaysia di RI. Kebetulan, jarak Kedubes Malaysia dengan kantor Kemenkes RI juga relatif dekat berkisar 650 meter. Bahkan, hanya sembilan menit dengan berjalan kaki. Meski begitu, Azhar menekankan sah-sah saja bila setiap area kedutaan berupaya menonjolkan tren, budaya, hingga promosi pelayanan dari negaranya masing-masing. Hal ini juga tidak hanya terjadi di Kedubes Malaysia, tetapi Kedubes untuk negara-negara maju termasuk Inggris. "Iya area kedutaan kan memang punya otoritas sendiri. Mereka memang sering promosi seperti yang ada di kedutaan lain seperti Australia, Inggris, dan lain-lain," terangnya kepada detikcom Kamis (10/10/2024).
Pihaknya mengaku akan meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya di provinsi-provinsi terdekat Malaysia. Mengingat, tidak sedikit yang memilih berobat ke luar negeri seperti Malaysia dengan pertimbangan biaya murah. Sebagai catatan, tren berobat ke luar negeri di Tanah Air setiap tahunnya melampaui satu juta orang. Imbasnya, negara kehilangan potensi pendapatan lebih dari Rp 100 triliun.
Apa Kata Menkes?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menganggap poster tersebut menjadi bahan intropeksi alias banyak hal yang perlu dibenahi dalam pelayanan kesehatan. "Itu artinya kita harus intropeksi diri dan meningkatkan pelayanan kesehatan," jawabnya saat ditemui detikcom di depan Gedung Swabessy, Kemenkes RI, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).
Foto poster di depan Kedubes Malaysia diunggah oleh salah satu netizen dalam laman X, platform media sosial yang dulunya dikenal Twitter. Unggahan foto poster tersebut dibarengi dengan narasi pertanyaan. "Memang boleh segamblang itu?" cuitnya.
Beberapa warganet lain ikut menanggapi viralnya poster promo berobat di Malaysia lebih murah. Salah satunya menganggap hal itu jelas sebagai sindiran. "Boleh ya sefakta itu?" tukas yang lain. "Tapi ini tuh fakta, bahkan orang-orang yang rumahnya di Sumatera dengan kondisi ekonomi lebih istilahnya flu aja berobatnya ke Malaysia. Bos gue aja medcheck tahunannya sekeluarga ke Malaysia kok," sebut yang lain. Adapun narasi yang tertera dalam poster adalah seperti berikut: "Mau berobat? Ke Malaysia saja, lebih dekat, lebih terjangkau!"(dtk).

Kenali Jenis-jenis Infeksi Jamur, Penyebab, dan Gejalanya
11 Okt 2024 IT Poltek

Infeksi jamur adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur (ragi atau kapang). Seringkali, infeksi ini terjadi pada kulit atau kuku, tapi juga bisa menyebabkan infeksi di mulut, tenggorokan, paru-paru, saluran kemih, dan banyak bagian tubuh lainnya. Infeksi jamur yang paling umum, seperti yang terjadi pada kulit dan kuku biasanya tidak serius. Namun, jika sistem kekebalan lemah, penderitanya bisa terkena penyakit yang lebih serius. Ketahui beberapa jenis-jenis infeksi jamur, penyebab, dan gejalanya berikut ini.
Jenis-jenis Infeksi Jamur
Infeksi jamur bisa terjadi pada permukaan kulit, kuku, atau selaput lendir (superfisial), di bawah kulit (subkutan), atau di dalam organ tubuh lainnya (infeksi dalam). Mengutip laman Cleveland Clinic, berikut beberapa jenis-jenis infeksi jamur :

Infeksi Jamur Superfisial
Infeksi jamur superfisial mempengaruhi kuku, kulit, dan selaput lendir (mulut, tenggorokan, atau vagina). Contoh infeksi jamur superfisial meliputi:
1. Kurap (dermatofitosis), yang disebabkan oleh jamur yang hidup di sel-sel kulit, rambut, dan kuku. Jamur ini bisa menginfeksi kaki (kutu air), selangkangan dan paha bagian dalam (tinea cruris/gatal selangkangan), kulit kepala (tinea capitis), tangan (tinea capitis), tangan (tinea manuum), rambut wajah dan kulit sekitarnya (tinea barbae), serta bagian tubuh lainnya (tinea corporis).

2. Onikomikosis, yang bisa menyebabkan kuku berubah warna dan retak.
3. Kandidiasis, yang menyebabkan infeksi kulit dan kulit dan selaput lendir yang disebut kandidiasis. Infeksi ini meliputi sariawan, infeksi jamur vagina (vulvovaginitis), kandidiasis esofagus, dan intertrigo kandida.
4. Tinea versicolor, jamur malassezia menyebabkan perubahan warna kulit.

Infeksi Jamur Subkutan
Infeksi jamur bisa terjadi di bawah kulit jika jamur masuk ke dalam luka. Kondisi ini biasanya terjadi melalui cedera saat tergores duri tanaman. Contoh dari infeksi jamur subkutan adalah:
1. Sporotrichosis (penyakit tukang kebun mawar) yang disebabkan oleh jamur Sporothrix. Infeksi ini bisa menyerang kulit paru-paru dan bagian tubuh lainnya
2. Kromoblastomikosis, yang menyebabkan infeksi kulit yang berlangsung lama.
3. Eumycetoma, yang sering menyerang kaki.

Infeksi Jamur Dalam
Infeksi jamur yang parah bisa terjadi di darah, saluran kemih, otak, dan paru-paru. Biasanya infeksi ini diderita oleh orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Berikut contohnya:
1. Histoplasmosis, yang bisa menginfeksi paru-paru, otak dan bagian tubuh lainnya.
2. Coccidioidomycosis, yang menginfeksi paru-paru, dan jarang berpindah ke bagian tubuh lainnya.
3. Blastomikosis, umumnya menginfeksi tulang, kulit, dan paru-paru. Bagi beberapa kasus, infeksi ini ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang.
4. Aspergillosis, yang menyebabkan beberapa jenis infeksi paru-paru, seperti aspergillosis bronkopulmonalis alergi dan aspergillosis paru kronis. Jamur ini juga bisa menginfeksi bagian tubuh lainnya atau membentuk bola jamur.
5. Infeksi saluran kemih akibat candida, yang disebabkan oleh ragi seperti Candida.
6. Kandidiasis invasif, yang menginfeksi jantung, darah, otak, mata, tulang, atau bagian tubuh lainnya.
7. Pneumocystis pneumonia, yang bisa menginfeksi paru-paru dan menyebabkan pneumonia Pneumocystis jirovecii.
8. Mukormikosis, yang menginfeksi sinus dan otak, paru-paru, usus, kulit, atau bagian tubuh lainnya secara bersamaan.
9. Kriptokokosis biasanya menginfeksi paru-paru, terkadang bisa menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis kriptokokus).
Penyebab Infeksi Jamur
Sebagian besar jamur tidak menyebabkan penyakit pada manusia, tapi ada beberapa yang bisa memicunya. Beberapa infeksi oportunistik, artinya biasanya tidak menyebabkan infeksi tapi bisa memanfaatkan situasi tertentu, seperti kekebalan tubuh yang lemah.
Beberapa jamur yang umumnya bisa menyebabkan infeksi yaitu:
1. Dermatofita
Dermatofita adalah sekelompok jamur yang hidup dari keratin, zat yang ada pada rambut, kuku, dan lapisan luar kulit. Jamur ini tidak menginfeksi jaringan hidup.
2. Candida
Candida albicans adalah ragi yang hidup secara alami di dalam tubuh. Biasanya, ragi ini tidak menimbulkan masalah. Kendati demikian, jamur ini bisa tumbuh sangat banyak dan menyebabkan rasa gatal dan kemerahan. Dalam kasus yang jarang terjadi, jamur ini bisa menyebabkan infeksi serius.
3. Jamur Lingkungan
Jamur lingkungan yang ada di tanah dan air bisa menyebabkan infeksi. Contohnya, Histoplasma, Coccidioides, Blastomyces, dan Aspergillus.
Gejala Infeksi Jamur
Gejala infeksi jamur tergantung pada infeksi pada bagian tubuh mana yang dialami. Berikut perbedaannya:
Gejala Infeksi Superfisial
- Gatal, nyeri, dan kemerahan atau ruam
- Kuku berubah warna, tebal, atau retak
- Nyeri saat makan, kehilangan fungsi pengecap, adanya bercak putih
- Benjolan yang tidak nyeri di bawah kulit
Gejala Infeksi Jamur di Paru-paru
- Batuk, kadang batuk berdarah
- Kelelahan
- Demam
- Sesak napas
- Nyeri otot
- Nyeri sendi
- Sakit kepala
- Berkeringat di malam hari
Gejala Infeksi Jamur Lainnya
- Infeksi jamur di dalam atau sekitar otak: Sakit kepala, nyeri leher, demam, mual/muntah, sensitif terhadap cahaya, dan kebingungan
- Infeksi jamur pada mata: Nyeri, kemerahan, keluar cairan, penglihatan kabur, berair, dan sensitif terhadap cahaya
- Infeksi jamur pada saluran usus: Sakit perut, mual, dan muntah
- Infeksi jamur pada sinus: Demam, hidung tersumbat, sakit kepala, pembengkakan wajah pada satu sisi, nyeri wajah.
Itulah jenis-jenis infeksi jamur, penyebab, dan gejalanya. Semoga informasi ini membantumu.(dtk).

Fakta-fakta di Balik Viral Imbauan Tak Beri Teh pada Anak, Beneran Berbahaya?
10 Okt 2024 IT Poltek

Viral di media sosial Instagram sebuah template stories yang berisikan imbauan untuk tidak memberikan teh pada anak. Dalam template stories yang dibagikan nampak sebuah foto resep dokter yang meminta orang tua tidak memberikan teh sebagai minuman untuk anak karena dapat memengaruhi penyerapan zat besi.
"Mohon tidak memberikan teh kepada anak balita. Karena teh dapat menghambat penyerapan zat besi yang dapat memicu anemia," tulis resep tersebut.
Template yang dibagikan oleh seorang konten kreator sekaligus dokter anak dr Jati Kusuma, SpA itu menyebut bahwa anak sangat membutuhkan zat besi. Kandungan tersebut penting untuk perkembangan otak, meningkatkan imunitas, sumber energi otot, serta mencegah stunting pada anak.

Berkaitan dengan unggahan yang ramai dibagikan tersebut, spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM membenarkan bahwa konsumsi teh pada anak dapat meningkatkan risiko anemia pada anak. Hal tersebut diakibatkan oleh senyawa tanin pada teh yang bisa mengikat zat besi dari makanan yang dikonsumsi. Jika dikonsumsi bersama makanan, zat besi yang dibutuhkan oleh anak tidak dapat diterima tubuh dengan baik.


"Teh mengandung senyawa bernama tanin. Tanin ini dapat mengikat zat besi dalam makanan yang kita konsumsi, sehingga penyerapan zat besi dalam tubuh kita menjadi kurang," kata dr Raissa ketika dihubungi oleh detikcom, Rabu (9/10/2024).
"Anak-anak masih dalam proses tumbuh kembang. Sehingga jika kekurangan zat besi, akan berpotensi anemia dan terganggu tumbuh kembangnya," sambungnya.
Selain mengganggu tumbuh kembang, dr Raissa mengatakan masalah kurang zat besi juga dapat memengaruhi kecerdasan pada anak. Selain itu, anak-anak yang mengalami kekurangan zat besi juga lebih rentan terhadap penyakit karena daya tahan tubuhnya lebih lemah. (dtk)

BPOM Rilis 10 Obat Berbahan Herbal Bisa Rusak Jantung dan Ginjal, Ini Daftarnya
09 Okt 2024 IT Poltek

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) bersama Kepolisian Daerah Jawa Barat mengamankan produk obat bahan alam ilegal atau tanpa izin edar di Bandung, Senin (7/10/2024). Temuan tersebut diduga mengandung bahan kimia obat (BKO) dengan nilai ekonomi barang bukti mencapai Rp 8,1 miliar.
Beberapa produk yang ditemukan merupakan produk yang telah masuk dalam public warning BPOM, seperti:
1. Cobra India
2. Africa Black Ant
3. Spider
4. Cobra X
5. Tawon Liar
6. Wan Tong
7. Kapsul Asam Urat TCU
8. Antanan
9. Tongkat arab
10. Xian Ling.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menjelaskan produk obat bahan alam ilegal yang disita tersebut mengandung BKO, seperti sildenafil sitrat, fenilbutazon, metampiron, piroksikam, parasetamol, dan deksametason. "Konsumsi obat bahan alam tanpa izin edar dan/atau mengandung BKO sangat berisiko bagi kesehatan, bisa mengakibatkan kerusakan organ tubuh, seperti gagal ginjal, kerusakan hati, dan gangguan kesehatan lainnya bahkan kematian," jelas Taruna dalam konferensi pers, Senin (7/10/2024). Lebih lanjut, temuan dari penindakan obat bahan alam ilegal atau mengandung bahan berbahaya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada 2023 lalu jumlah nilai ekonomi temuan dari 2 perkara obat bahan alam sebesar Rp 2,2 miliar. Untuk memutus mata rantai supply dan demand peredaran produk obat bahan alam ilegal dan/atau mengandung BKO, diperlukan adanya peran serta aktif dari semua pihak. Kepala BPOM kembali menekankan pentingnya ketaatan pelaku usaha obat bahan alam terhadap regulasi yang telah ditetapkan.

Fakta-fakta Pembekuan Prodi Penyakit Dalam FK Unsrat-RSUP Kandou Imbas Pungli-Bullying
09 Okt 2024 IT Poltek

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam menghentikan budaya bullying atau perundungan di lingkaran Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS. Kali ini Kemenkes menghentikan sementara kegiatan program studi Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat) di RSUP Prof Dr dr R D Kandou. Penghentian sementara ini dilakukan Kemenkes sesuai dengan Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/1512/2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan terhadap Peserta Didik pada RS Pendidikan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Serta surat Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Nomor PS.04.01/G/1106/R/2024 pada tanggal 2 Oktober 2024.
Kemenkes Temukan 3 Pelanggaran
Kemenkes setidaknya menemukan adanya tiga pelanggaran sebelum memutuskan untuk menyetop sementara kegiatan program studi Ilmu Penyakit Dalam FK Unsrat di RSUP Prof Dr dr R D Kandou.
1. Terdapat pungutan liar oleh PPDS senior Penyakit Dalam kepada PPDS Junior dan calon PPDS Penyakit Dalam.
2. Ditemukan perundungan dalam bentuk ancaman, kekerasan verbal dan non-verbal kepada PPDS junior.
3. PPDS senior, DPJP, dan supervisor masih menganggap bahwa perundungan atau bullying merupakan hal yang lazim pada pendidikan dokter.
Sudah Ada Teguran Sebelumnya
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan Kemenkes sebenarnya sudah memberikan peringatan terkait hal ini. Namun, peringatan Kemenkes tidak diindahkan oleh FK Unsrat dan RSUP Prof Dr dr R. D. Kandou. "Seperti yang disampaikan surat tersebut bahwa sudah pernah ada peringatan terhadap laporan kasus perundungan," kata Nadia saat dihubungi detikcom, Selasa (8/10/2024). Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Azhar Jaya mengungkap para PPDS senior meminta uang hingga puluhan juta rupiah untuk kegiatan-kegiatan di luar kegiatan pendidikan. "Wah punglinya untuk macam macam. Mulai sewa mobil, membetulkan AC, sewa kost, konsumsi, pulsa dan-lain-lain," kata Azhar kepada detikcom Selasa (8/10/2024). Azhar menekankan bahwa Kemenkes tidak akan ragu-ragu dalam memberikan sanksi tegas kepada universitas dan rumah sakit pendidikan yang masih melakukan tindakan perundungan di lingkaran PPDS. "Iya, ini kita ambil sebagai bagian dari konsistensi Kemenkes menghilangkan bullying di rumah sakit pendidikan," tegas Azhar. "Keputusan ini tentunya dengan dasar yg kuat seperti banyak laporan yg masuk, ditemukan bukti kuat setelah investigasi Itjen dan sudah ada peringatan sebelumnya, maka kita ambil tindakan yang tegas," pungkasnya.(dtk).

Duh! Angka Rabun Jauh pada Anak Meningkat usai Pandemi, Ini Biang Keroknya
08 Okt 2024 IT Poltek

Jumlah kasus rabun jauh atau myopia pada anak-anak di seluruh dunia semakin meningkat setelah pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan oleh aktivitas anak-anak di masa pandemi yang sulit terlepas dari gadget dan jarang melihat objek jarak jauh. Spesialis mata, Dr dr Feti Karfiati Memed SpM(K) M Kes mengatakan jumlah peningkatan kasus rabun jauh pada anak ini berbeda-beda di Indonesia. Dirinya membeberkan, di Jawa Barat sendiri terjadi peningkatan kurang lebih 40 persen setelah pandemi. "Kasus myopia setelah pandemi meningkat, kenapa? Karena ketika pandemi COVID-19 anak-anak belajar di rumah dengan online. Ketemu gadget, laptop, HP itu makin sering, bahkan kadang tidak terkontrol," ujar dr Feti saat temu media Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin (7/10/2024). "Bahkan kadang-kadang tidak terkontrol. Gadget atau HP sangat mudah digunakan. Berbagai media sosial yang digemari kaum muda dan anak-anak makin banyak, sehingga hidupnya hanya HP terus," lanjut dia. dr Feti menyarankan kepada para orang tua yang ingin mencegah anaknya memiliki kondisi rabun jauh untuk membatasi aktivitas mereka dalam bermain gadget. "Dengan cara hindari lihat dekat. Kalau bisa ketemu gadget hanya 20 menit setelah itu istirahat. Istirahatnya ngapain? Lihat jauh sekitar 6 meter atau lebih," katanya. Selain itu, dr Feti juga mendorong para orang tua untuk memberikan aktivitas di luar ruangan kepada sang anak untuk menghindari mata rabun jauh. "Kalau bisa lebih dari dua jam sehari anak-anak bermain di luar. Misalnya berenang, naik sepeda, basket, main sepak bola," katanya. dr Feti melanjutkan, untuk para orang tua yang saat ini anaknya memiliki kondisi rabun jauh masih bisa melakukan metode di atas. Hal ini agar kondisi mata sang anak tidak menjadi lebih parah.(dtk).