info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

Respons Kepala BPOM soal Heboh Mafia Skincare Etiket Biru Libatkan 'Orang Dalam'
01 Okt 2024 IT Poltek

Belakangan ramai di media sosial soal dugaan alasan skincare etiket biru masih marak dijual di pasaran. Menurut salah seorang influencer, hal ini disebabkan 'ulah' pemilik maklon di Bandung. Maklon adalah perusahaan manufaktur yang menyediakan jasa produksi barang untuk pihak lain. Pemilik maklon skincare tersebut diduga kerap mengiming-imingi para reseller dari merek besar untuk menjual skincare etiket biru. Skincare etiket biru merupakan istilah untuk produk perawatan kulit yang ditambahkan bahan obat (obat keras), dibuat secara massal dan diberi label etiket biru, serta umumnya diedarkan secara online. Tanpa resep ataupun pengawasan dokter. Skincare beretiket biru ini mengandung bahan atau obat keras dan dibuat sebagai produk racikan. Karenanya, produk tersebut harus bersifat personal yaitu khusus disiapkan untuk pasien yang telah berkonsultasi dengan dokter, menuliskan resep berdasarkan diagnosis. Jika ditinjau dari sisi mutu, produk ini juga memiliki jangka waktu kestabilan yang pendek, sehingga tidak untuk dipergunakan atau disimpan dalam jangka waktu lama. Salah satu bahan yang kerap dimasukkan ke dalam skincare etiket biru adalah hydroquinone. Penggunaan jangka panjang bahan ini dapat memicu munculnya okronosis, sehingga menyebabkan pigmentasi biru kehitaman dan bintik yang tampak seperti kaviar dan berkembang pada kulit.

Respons Kepala BPOM RI, Kepala BPOM RI buka suara. Taruna Ikrar bertekad untuk ikut menyusut laporan terkait. Terlebih, skincare etiket biru memang masih marak dijual di pasaran bahkan secara online sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses produk tersebut. Laporan ini tengah diperdalam oleh kedeputian bagian kosmetik. "Tekad kami, tekad saya, kepada BPOM RI, akan menuntaskan semuanya, tegak lurus dengan aturan kalau ada yang bermain kami tindak kalau ada 'orang dalam'," tutur Taruna saat ditemui detikcom di Gedung BPOM RI, Senin (30/9/2024). Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri menyebut pihak BPOM juga sudah bertemu langsung dengan pelapor. Sementara pihak yang terlapor yakni pemilik maklon skincare di Bandung, saat ini masih diinvestigasi lebih lanjut. "Laporannya sudah kita tindaklanjuti dan sekarang berproses yah, dengan apa yang disampaikan. Sekarang sedang dilakukan proses pemeriksaan di sana, jadi nanti kita hasilnya akan kita sampaikan," tandas dia. Belum diketahui pasti kapan persisnya hasil investigasi dirilis. Kashuri juga mewanti-wanti masyarakat bijak memilih sebelum menggunakan skincare. "Lebih baik cari dari toko official resmi, hindari skincare etiket biru," pungkasnya. (dtk).

6 Buah Rendah Kalori untuk Bantu Turunkan BB, Enak dan Mudah Ditemukan
01 Okt 2024 IT Poltek

Kalori memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola berat badan. Jika asupan kalori terlalu tinggi, maka akan disimpan dalam bentuk lemak sehingga menyebabkan peningkatan berat badan. Karenanya, seseorang yang ingin menurunkan berat badan perlu menjaga agar asupan kalori hariannya tidak lebih besar dari yang kebutuhan kalori untuk beraktivitas. Salah satu caranya dengan memilih menu makanan yang rendah kalori, termasuk buah-buahan. Meski semua jenis buah umumnya menyehatkan dan bisa membantu menurunkan berat badan, beberapa jenis buah memiliki kandungan kalori yang rendah sehingga mendukung defisit kalori. Jenis buah ini paling cocok dikonsumsi saat diet untuk menurunkan berat badan. Dikutip dari Eat This, berikut sejumlah buah rendah kalori yang dapat membantu menurunkan berat badan. 

1.⁠ ⁠Apel
Apel tak hanya rendah kalori, tapi juga kaya akan nutrisi. Satu buah apel berukuran sedang dapat mengandung 62,4 kalori, 25,1 gram karbohidrat, 4,4 gram serat, dan 0,5 gram protein. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan apel dapat membantu mengurangi nafsu makan dan rasa lapar. Selain itu, apel juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko diabetes, dan meningkatkan kesehatan usus.
2.⁠ ⁠Blueberry
Satu cangkir blueberry mengandung 84,4 kalori. Buah ini juga kaya akan serat, protein, dan antioksidan yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.Penelitian juga menunjukkan blueberry dapat membantu mengelola glukosa dan mengurangi tekanan darah.

3.⁠ ⁠Pepaya
Pepaya mengandung beragam nutrisi yang dapat menunjang penurunan berat badan. Satu cangkir pepaya yang sudah dipotong-potong mengandung sekitar 62,4 kalori, 15,7 gram karbohidrat, 2,5 gram serat, dan 0,7 gram protein. Pepaya juga mengandung beta karoten, senyawa dengan sifat antioksidan yang dapat membantu memperlambat penuaan serta mengurangi risiko kerusakan sel.
4.⁠ ⁠Blackberry
Seperti halnya blueberry, blackberry mengandung berbagai macam nutrisi yang baik untuk kesehatan. Satu cangkir blackberry pun hanya mengandung sekitar 61,9 kalori, menjadikannya pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan.
Satu porsi blackberry juga mampu memenuhi 37 persen dari kebutuhan serat harian. Berbagai penelitian menunjukkan serat dapat meningkatkan rasa kenyang dan kesehatan usus, dua faktor yang berkontribusi terhadap penurunan berat badan.
5.⁠ ⁠Stroberry
Buah rendah kalori lain yang cocok untuk diet adalah stroberi. Satu cangkir stroberi mengandung sekitar 48,6 kalori. Meski rendah kalori, stroberi memiliki kandungan nutrisi yang beragam, seperti serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang tentunya dapat mendukung penurunan berat badan.
6.⁠ ⁠Semangka
Meski berukuran besar, semangka termasuk salah satu buah yang rendah kalori loh. Satu cangkir semangka yang dipotong dadu hanya mengandung 45,6 kalori saja. Di sisi lain, semangka mengandung air, vitamin A, B6, C, serta antioksidan dalam bentuk likopen. Semangka juga memiliki kandungan gula yang lebih rendah dibanding kebanyakan buah lainnya, menjadikan buah ini salah satu pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan.(dtk).


KEGIATAN PELANTIKAN ORGANISASI MAHASISWA POLITEKNIK KALTARA
30 Sep 2024 IT Poltek

30 September 2024, telah dilaksanakannya kegiatan pelantikan ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) Politeknik Kaltara.

Sakit Leher Belakang Termasuk Gejala Kolesterol? Begini Kata Dokter
30 Sep 2024 IT Poltek

Kadar kolesterol tinggi kerap dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Banyak yang beranggapan bahwa gejala kolesterol dapat dirasakan melalui nyeri pada bagian tubuh, dan ada pula yang mengira bahwa sakit di otot belakang leher merupakan indikasi adanya kolesterol. Menurut dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, FAsCC, seorang ahli jantung, anggapan bahwa nyeri di bagian belakang leher merupakan gejala kolesterol adalah sebuah mitos. "Mitos itu, muncul sakit di otot leher bukan karena kolesterol," tukas dr Ario dalam wawancara dengan detikcom pada peringatan Hari Jantung Sedunia 2024 oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) di Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Jakarta Timur, Minggu (29/09/2024). "Gejala kolesterol itu seperti xanthelasma," tambahnya. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, xanthelasma palpebrarum (XP) adalah pertumbuhan berwarna kuning yang tidak berbahaya, muncul pada atau di sudut kelopak mata dekat hidung, akibat penumpukan kolesterol di bawah kulit. Menurut dr Ario, xanthelasma sering muncul ketika seseorang memiliki kadar lemak yang sudah kronis, yang tentunya meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Mengenai nyeri pada otot belakang leher, dr Ario menekankan bahwa hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan gadget dengan postur leher yang salah. Ketika menunduk, beban yang ditanggung leher bisa mencapai hampir empat kali lipat lebih berat, sehingga memerlukan tenaga ekstra untuk menopang kepala. Sementara itu, dikutip dari Mayo Clinic, kadar kolesterol yang tinggi sebenarnya tidak bergejala. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan tes darah. Pola hidup sehat, termasuk menerapkan pola makan yang sehat dan menjalani gaya hidup aktif, penting untuk menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit, gejala kolesterol dan penyakit jantung.(dtk).


Jangan Sampai Kebanyakan, Segini Batas Minum Kopi dalam Sehari
30 Sep 2024 IT Poltek

    Kopi merupakan salah satu jenis minuman populer yang dikonsumsi pagi hari sebelum beraktivitas. Tak sedikit yang beranggapan bahwa kopi bermanfaat untuk meningkatkan mood dan juga energi untuk beraktivitas. Namun, kini yang menjadi pertanyaan sebenarnya seberapa banyak sih jumlah kopi yang disarankan maksimal per hari? Dikutip dari Mayo Clinic, 400 mg kafein sehari menjadi jumlah yang masih aman untuk kebanyakan orang dewasa sehat. Jumlah tersebut sama dengan sekitar empat cangkir kopi hitam. Namun, ini kembali juga pada jenis biji kopi yang digunakan.

    Perlu diperhatikan bahwa asupan kafein tidak hanya didapatkan dari kopi. Beberapa jenis minuman lain seperti minuman bersoda, minuman berenergi, cokelat, hingga teh juga mengandung kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kopi dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan. Orang dewasa yang minum lebih dari 4 cangkir kopi sehari mungkin akan mengalami gelisah hingga sulit tidur. Hal ini biasanya dialami oleh orang-orang yang tubuhnya mungkin lebih sensitif dengan zat kafein. Reaksi tubuh terhadap kafein ditentukan sebagian oleh seberapa banyak kafein yang biasa diminum.

    Orang yang jarang mengonsumsi kopi atau kafein cenderung lebih sensitif terhadap efeknya. Asupan kafein yang terlalu banyak juga sangat mempengaruhi kualitas tidur. Kualitas dan durasi tidur yang rendah, dikaitkan dengan gangguan kewaspadaan dan kinerja ketika siang hari. Efek samping lain yang mungkin dapat dialami seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi kopi atau kafein dalam sehari meliputi:

1. Sakit kepala

2. Insomnia
3. Kegugupan
4. Rasa mudah tersinggung
5. Sering buang air kecil
6. Sulit menahan buang air kecil
7. Detak jantung lebih cepat
8. Tremor otot

    Jika tubuh sudah terbiasa dengan kafein, biasanya kopi tidak akan menimbulkan masalah kesehatan. Namun, mewaspadai kemungkinan efek samping kafein tetap harus dilakukan dan mengurangi asupannya jika disarankan apabila perlu.


Waspadai 'Sitting Disease', Sakit Jantung akibat Kebanyakan Duduk!
27 Sep 2024 IT Poltek

Pada era modern ini, kebiasaan duduk telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer saat bekerja, duduk di meja makan saat berkumpul dengan keluarga, atau bersantai di sofa saat menonton televisi. Kelihatannya sepele, namun kenyataannya kebiasaan banyak duduk dapat memiliki dampak serius pada kesehatan, terutama pada kesehatan jantung. Dalam konteks gaya hidup yang semakin sedentari, penting untuk memahami konsekuensi jangka panjang dari kebiasaan duduk yang berlebihan dan mencari cara untuk tetap aktif bergerak. Penyakit jantung, yang dulu sering dianggap sebagai masalah kesehatan di kalangan orang tua, kini telah mulai menjangkiti kelompok usia yang lebih muda. Menurut Dr dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, salah satu penyebabnya adalah kebanyakan duduk.
"Penyakit jantung di usia muda ternyata karena kelamaan duduk. Sekarang screen timenya banyak, jarang beranjak dari tempat duduknya. Untuk anak muda, perhatikan sitting disease," jelas dr Antonia kepada wartawan, saat ditemui di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Kamis (26/9/2024).Dikutip dari laman American Senior Communities, istilah "sitting disease" merujuk pada sekelompok 34 kondisi kesehatan kronis yang biasanya muncul akibat kurangnya aktivitas fisik dan terlalu lama duduk. "Duduk lebih lama itu mempunyai potensi membuat kematian, termasuk jantung, dan stroke itu lebih besar," tambahnya. Hal lain juga disoroti oleh dr Antonia mengenai perbedaan perilaku antara anak muda dan orang tua dalam cara mereka mencari hiburan. Banyak anak muda cenderung memilih untuk pergi ke mal atau menikmati kuliner, aktivitas yang sebagian besar dilakukan dalam posisi duduk. Sementara orang tua lebih suka beraktivitas di luar ruangan, seperti berjalan-jalan, atau mungkin berkebun akan lebih mendukung gaya hidup aktif.
Mengingat potensi dampak serius dari kebiasaan duduk yang berlebihan, sangat penting bagi setiap orang untuk menyadari berapa lama untuk menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Menggabungkan aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian, seperti berjalan kaki, melakukan peregangan, atau berolahraga, dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung.(dtk)