KEGIATAN PENERIMAAN MAHASISWA PKL PRODI D-III FARMASI POLITEKNIK KALTARA
Kegiatan Penerimaan Mahasiswa PKL Prodi D-III Farmasi Politeknik Kaltara 07/07/2025, menyelenggarakan kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk Program Studi...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Kegiatan Penerimaan Mahasiswa PKL Prodi D-III Farmasi Politeknik Kaltara 07/07/2025, menyelenggarakan kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk Program Studi...
Kegiatan Penerimaan Mahasiswa PKL Prodi D-III Farmasi Politeknik Kaltara 07/07/2025, menyelenggarakan kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk Program Studi D-III Farmasi sebagai bagian dari upaya menjaring calon tenaga kesehatan yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja.
(RG)
Seleksi Penerimaan Mahasiswa baru Politeknik Kaltara 07/07/2025 dengan bertujuan untuk menyeleksi calon Mahasiswa Baru yang siap masuk Politeknik...
Seleksi Penerimaan Mahasiswa baru Politeknik Kaltara 07/07/2025 dengan bertujuan untuk menyeleksi calon Mahasiswa Baru yang siap masuk Politeknik Kaltara.
(RG)
Ujian Seminar Hasil merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penyelesaian studi mahasiswa Program Studi DIV Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara. Kegiatan...
Ujian Seminar Hasil merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penyelesaian studi mahasiswa Program Studi DIV Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 07 Juli 2025 dan bertujuan untuk menilai hasil penelitian tugas akhir yang telah dilakukan oleh mahasiswa selama masa studi.
(NF)
Tak ada satu pun orang yang ingin mengalami serangan stroke. Hati-hati, ada beberapa kebiasaan buruk pada malam hari yang bisa picu stroke.Sama seperti jantung,...
Tak ada satu pun orang yang ingin mengalami serangan stroke. Hati-hati, ada beberapa kebiasaan buruk pada malam hari yang bisa picu stroke.Sama seperti jantung, stroke juga jadi penyakit pembunuh nomor satu di dunia. Artinya, tingkat kematian akibat stroke terbilang tinggi.Gaya hidup sehari-hari menjadi salah satu faktor utama pemicu stroke, termasuk di antaranya kebiasaan yang dilakukan di malam hari.Siapa sangka jika ada kebiasaan di malam hari yang bisa meningkatkan risiko stroke?Mengutip Eating Well, banyak faktor risiko stroke yang dapat diubah. Sebut saja pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebiasaan merokok serta mengonsumsi minuman beralkohol.
Kebiasaan buruk di malam hari yang picu strokePenelitian telah menunjukkan, 84 persen kasus stroke disebabkan oleh faktor gaya hidup yang bisa dimodifikasi. Termasuk di antaranya soal apa yang Anda lakukan di malam hari.Berikut beberapa kebiasaan buruk di malam hari yang bisa picu stroke.
1. Makan terlalu malamKebiasaan makan terlalu malam bisa membahayakan otak dan jantung. Makan terlalu malam disebut dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan berdampak negatif pada tekanan darah serta metabolisme.
Seiring waktu, gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko kardiovaskular, termasuk stroke.
Penelitian menunjukkan, mengonsumsi makanan terakhir setelah pukul 9 malam dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi dibandingkan makan malam lebih awal.
2. Bermalas-malasan
Aktivitas leyeh-leyeh setelah hari yang panjang terasa begitu menggoda di malam hari. Namun, terlalu banyak waktu untuk bermalas-malasan juga dapat meningkatkan risiko stroke. Apalagi, jika Anda sudah terlalu banyak duduk di siang hari.
Studi besar menemukan, orang yang tidak aktif secara fisik atau menghabiskan lebih dari delapan jam menonton TV, berada di depan komputer memiliki kemungkinan 3,5 kali lebih besar mengalami stroke.
Tak perlu olahraga yang intens di malam hari. Berjalan kaki 20 menit setelah makan malam dapat membantu pencernaan dan mengurangi risiko kardiovaskular.
3. Konsumsi minuman beralkoholBukti penelitian terbaru menemukan, alkohol dapat meningkatkan peradangan dan merusak sel. Studi lain juga menemukan, konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dan tinggi terkait dengan risiko stroke yang lebih tinggi.
4. BegadangTidur menjadi faktor kunci umur panjang dan kesehatan secara menyeluruh. Penelitian menemukan, minimnya kualitas tidur dapat meningkatkan risiko stroke. Orang yang tidur lima jam atau kurang per malam 33 persen lebih mungkin mengalami stroke.
Namun demikian, risiko akan lebih meningkat jika Anda terlalu banyak waktu tidur atau lebih dari delapan jam setiap malam.
Orang dewasa dianjurkan untuk mendapatkan tidur berkualitas selama 7-8 jam setiap malam.
( RG/.cnnindonesia.com/CNN indonesia/)
Demam berdarah dengue (DBD) dan tipes merupakan dua jenis penyakit yang seringkali muncul di cuaca ekstrem, seperti musim hujan. Kelompok rentan seperti anak-anak...
Demam berdarah dengue (DBD) dan tipes merupakan dua jenis penyakit yang seringkali muncul di cuaca ekstrem, seperti musim hujan. Kelompok rentan seperti anak-anak tak jarang menjadi korbannya.
Kondisi lingkungan yang lembab dan kebersihan menurun memudahkan penyebaran bakteri serta virus pemicu DBD dan tipes. Khusus pada DBD, musim hujan dan munculnya genangan bisa menjadi waktu terbaik bagi nyamuk untuk berkembang biak.
"Memang di musim penghujan ini kasusnya meningkat. Bisa dibilang tiap hari ada kasus," kata Ketua Tim Arbovirosis Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Fadjar SM Silalahi dalam sebuah wawancara.
Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)
DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kondisi ini biasanya terjadi di cuaca ekstrem, seperti musim hujan. Dikutip dari laman Kemenkes, berikut ini beberapa gejala yang harus diwaspadai:
1. Demam Tinggi Mendadak
Demam tinggi secara tiba-tiba merupakan gejala awal yang umum pada pasien DBD. Suhu tubuh bisa mencapai hingga 40 derajat celsius.
Tidak seperti flu biasa, demam ini biasanya tidak disertai batuk atau bersin. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari dan sulit diturunkan dengan obat demam biasa.
2. Nyeri Otot dan Sendi
Setelah demam muncul, pengidap DBD biasanya mulai merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh. Rasa sakit dapat terjadi pada otot, sendi, tulang, hingga area di belakang mata.
Gejala ini bisa cukup menyakitkan dan membuat tubuh terasa kaku. Karena itu, DBD juga sering dijuluki 'breakbone fever' atau demam tulang.
3. Sakit Kepala Parah
Sakit kepala umumnya terasa di area dahi atau sekitar pelipis. Rasa sakitnya bisa berdenyut dan berlangsung terus-menerus. Gejala ini sering membuat pasien sulit berkonsentrasi atau tidur.
4. Mual dan Muntah
Infeksi virus dengue dapat memengaruhi sistem pencernaan. Gejala ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut hingga ke bagian punggung. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi.
5. Kelelahan Parah
Tubuh akan merasa sangat lelah akibat DBD. Nafsu makan biasanya juga menurun, sehingga energi tubuh juga ikut melemah.
Rasa lesu dan tidak bertenaga ini bisa berlangsung beberapa hari. Istirahat total sangat dibutuhkan dalam fase ini untuk mempercepat pemulihan.
Gejala Tipes
Tipes atau demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan kotoran yang mengandung bakteri tersebut dengan masa inkubasi selama 3-60 hari.
Bakteri ini bisa masuk ke makanan melalui lalat terkontaminasi yang hinggap. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko tipes antara lain tinggal di wilayah yang sanitasinya buruk, usia anak-anak, dan mengonsumsi air yang tercemar.
1. Demam Panjang
Demam akibat tipes biasanya berlangsung lebih dari seminggu dan tidak merespons obat penurun panas. Demam dapat meningkat tiap harinya dan berlangsung 3 pekan jika tidak diobati.
2. Kelelahan Parah
Pengidap tipes seringkali merasa kelelahan akibat infeksi sistemik yang menguras energ tubuh. Kelelahan ini bisa mengganggu aktivitas harian secara signifikan dan disertai gejala lain seperti demam dan mual.
3. Perut Kembung atau Nyeri
Infeksi bakteri Salmonella Typhi dapat mengganggu saluran pencernaan dan memicu rasa kembung pada perut atau nyeri.
4. Diare atau Sulit Buang Air Besar
Gangguan pencernaan akibat infeksi bisa memicu diare berair atau justru sembelit. Kondisi ini bisa bervariasi tergantung individu.
Anak-anak lebih sering mengalami diare, sementara orang dewasa bisa mengalami konstipasi. Kedua kondisi ini memperburuk rasa tidak nyaman di perut.
5. Batuk
Meski bukan gejala utama, pasien tipes seringkali mengalami gejala batuk kering. Kondisi biasanya muncul pada minggu-minggu awal.
Langkah Pencegahan
Dokters spesialis anak dr Ari Prayogo, SpA menuturkan peralihan musim atau cuaca ekstrem membuat daya tahan tubuh menurun. Sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit, dr Prayogo mengimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.
"Untuk mencegah sebenarnya yaitu perilaku hidup bersih dan sehat itu tetap harus digaungkan kembali. Satu adalah cuci tangan, pastikan alat makan makanan yang digunakan, pengolahan makanan itu semua bersih," katanya dalam sebuah wawancara.
"Kedua untuk demam berdarah jangan lupa 3M plus, terus juga jangan lupa mengubur, membersihkan, mengeringkan air genangan-genangan air," pungkasnya.
( NF/.detik.com/detik/)
Pelaksanaan Ujian Seminar Hasil mahasiswa Program Studi D-IV Keperawatan Poltekkes Kaltara berlangsung pada Tanggal 04/Juli/25, bertempat di Ruangan LPPM ...
Pelaksanaan Ujian Seminar Hasil mahasiswa Program Studi D-IV Keperawatan Poltekkes Kaltara berlangsung pada Tanggal 04/Juli/25, bertempat di Ruangan LPPM Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akademik dalam menyelesaikan tugas akhir, di mana mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dosen penguji. Ujian berjalan lancar dan tertib dengan tetap mengedepankan etika akademik dan profesionalisme. (NF)