pembekalan pkl perencanaan prodi D-IV promosi kesehatan politeknika kaltara
kegiatan Pembekalan PKL Prodi D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kaltara dilaksanakan pada Jumat, 04 Juli 2025 di Ruangan Rapat Poltekkes. Kegiatan ini bertujuan...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
kegiatan Pembekalan PKL Prodi D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kaltara dilaksanakan pada Jumat, 04 Juli 2025 di Ruangan Rapat Poltekkes. Kegiatan ini bertujuan...
kegiatan Pembekalan PKL Prodi D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kaltara dilaksanakan pada Jumat, 04 Juli 2025 di Ruangan Rapat Poltekkes. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan teknis dan etika sebelum terjun ke lapangan. (NF)
telah dilaksanakan kegiatan Pra OSCE sebagai bagian dari persiapan evaluasi keterampilan praktik mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan simulasi dan...
telah dilaksanakan kegiatan Pra OSCE sebagai bagian dari persiapan evaluasi keterampilan praktik mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan simulasi dan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) yang sesungguhnya, baik dari sisi teknis maupun substansi ujian.
Pra OSCE mencakup beberapa stasiun keterampilan yang relevan dengan kompetensi kefarmasian, seperti pelayanan resep, peracikan sediaan farmasi, komunikasi farmasi, serta aspek penilaian klinis lainnya. Mahasiswa mengikuti kegiatan ini secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana.
(NF)
telah dilaksanakan kegiatan Ujian Seminar Hasil sebagai bagian dari tahapan penyelesaian Tugas Akhir mahasiswa. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa/i Program Studi...
telah dilaksanakan kegiatan Ujian Seminar Hasil sebagai bagian dari tahapan penyelesaian Tugas Akhir mahasiswa. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa/i Program Studi DIII Farmasi yang telah menyelesaikan tahap pengumpulan data penelitian atau tugas akhir mereka.
Pelaksanaan seminar berlangsung dengan tertib dan sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku. Setiap peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dosen pembimbing, dosen penguji, dan peserta seminar.
(NF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit jantung masih jadi salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Namun sayangnya, sering kali penyakit ini telat dideteksi.Betapa...
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit jantung masih jadi salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Namun sayangnya, sering kali penyakit ini telat dideteksi.Betapa tidak, beberapa gejala penyakit jantung sering disalahartikan sebagai kondisi medis lain. Akibatnya, penanganan jadi terlambat saat kondisi sudah parah.Nyeri dada, detak jantung tidak beraturan, atau sesak napas jadi beberapa tanda penyakit jantung yang paling umum dipahami. Tapi selain itu, sebenarnya masih ada beberapa tanda adanya masalah di jantung yang perlu diwaspadai.Tanda-tanda penyakit jantung yang jarang diketahuiTak cuma nyeri dada dan sesak napas, penyakit jantung bisa memberikan sinyal ke seluruh anggota tubuh.Beberapa gejala bisa muncul di kulit, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya. Berikut gejala penyakit jantung yang tidak umum, merangkum berbagai sumber.
1. Batuk
Banyak orang mengenal batuk sebagai gejala infeksi pernapasan. Tapi jangan salah, menukil laman Heart Foundation, batuk yang menerus juga bisa jadi gejala gagal jantung.
Gagal jantung terjadi saat jantung tidak maksimal memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, cairan menumpuk di paru-paru dan dapat memicu batuk.
Batuk akibat gagal jantung biasanya muncul secara menerus. Dalam beberapa kasus, batuk bisa disertai dahak. Biasanya, gejala batuk biasa muncul di malam hari.
2. Sakit rahang/gigiJangan cepat-cepat menganggap nyeri pada rahang sebagai masalah gigi dan mulut. Nyeri rahang atau sakit gigi bisa menjadi tanda dari berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Nyeri ini bahkan bisa menjadi tanda peringatan serangan jantung atau angina.
Wanita lebih mungkin mengalami nyeri rahang sebagai tanda peringatan serangan jantung daripada pria.
3. Kaki bengkak
Pada kondisi tertentu, kaki yang membengkak terbilang normal. Misalnya, setelah Anda berdiri dalam waktu lama. Dalam kasus ini, bengkak biasanya akan pulih dengan sendirinya.
Tapi, kaki bengkak yang tak kunjung pulih bisa jadi gejala gagal jantung. Cairan dapat menumpuk di kaki dan pergelangan kaki.
4. Pusing
Pusing bisa terjadi karena banyak hal. Tapi celakanya, pusing juga bisa disebabkan oleh aritmia atau gangguan detak jantung tidak beraturan.Bersamaan dengan pusing, aritmia biasanya juga memicu palpitasi, jantung berdebar, dan sesak napas
5. Kram kaki
Setiap orang pasti pernah mengalami kram kaki sesekali. Misalnya, kram kaki muncul saat duduk terlalu lama. Namun bagi sebagian orang, kram kaki bisa menjadi tanda kurangnya aliran darah ke area tungkai.Kondisi di atas dikenal dengan istilah penyakit arteri perifer. Penyakit ini disebabkan oleh faktor risiko yang sama seperti penyakit jantung koroner.
Kondisi tersebut bisa membuat arteri di tungkai mengeras dan menyempit. Akibatnya, darah tidak dapat mengalir melalui arteri dengan mudah. Kondisi ini bisa memicu kram.
6. Bintik hitam di kuku
jika ada bintik hitam tiba-tiba muncul di kuku tanpa cedera, maka Anda perlu waspada. Menukil WebMD, bintik hitam di kuku mengindikasikan adanya infeksi pada lapisan jantung atau katup jantung yang disebut endokarditis.
Kondisi bintik hitam di kuku juga biasa dialami oleh pengidap diabetes. Orang dengan diabetes sendiri punya risiko empat kali lebih besar untuk mengidap penyakit jantung.
7. Gusi berdarah
Pada dasarnya, hingga saat ini banyak ahli masih belum sepenuhnya memahami hubungan antara penyakit gusi dan penyakit jantung. Namun, penelitian menunjukkan bahwa gusi berdarah, bengkak, atau nyeri dapat memicu masalah jantung.
Salah satu teori yang mendukung didorong oleh bakteri pada gusi. Para ahli percaya bahwa bakteri dari gusi yang masuk ke aliran darah dapat memicu peradangan di jantung.
Banyak orang yang menjalani diet dengan harapan bisa menurunkan gula darah dan menjaga kesehatan tubuh. Namun, mungkin ada yang kecewa karena hasilnya tak sesuai...
Banyak orang yang menjalani diet dengan harapan bisa menurunkan gula darah dan menjaga kesehatan tubuh. Namun, mungkin ada yang kecewa karena hasilnya tak sesuai harapan.
Ketika ingin menurunkan gula darah, tak cukup dengan menghindari makanan manis dan makanan olahan secara berlebihan. Perlu diperhatikan beberapa kesalahan saat diet yang justru dapat berkontribusi pada kenaikan gula darah.
Kesalahan Saat Diet yang Bikin Gagal Turunkan Gula Darah
Kesalahan-kesalahan berikut ini perlu diperhatikan agar diet yang dijalankan dapat menurunkan gula darah.
1. Melewatkan Sarapan
Melewatkan sarapan merupakan kesalahan umum yang bisa berdampak serius pada risiko diabetes. Dikutip dari laman Health Shots, ketika tidak sarapan, seseorang bisa makan berlebihan di waktu makan berikutnya yang selanjutnya mengganggu sensitivitas insulin, seiring berjalannya waktu.
Sementara itu, sarapan yang seimbang dapat membantu mengatur kadar gula darah sepanjang hari.
2. Mengonsumsi Alkohol Berlebihan
Ahli gizi yang berbasis di Mumbai dan UEA, Nupuur Patil mengatakan bahwa minum alkohol dalam jumlah yang banyak bisa menghambat manajemen berat badan dan memengaruhi kadar gula darah. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
3. Kekurangan Serat
Pola makan rendah serat bisa memengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas insulin. Untuk itu, konsumsi makanan kaya serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan untuk membantu memperlambat penyerapan glukosa serta meningkatkan kontrol gula darah yang lebih baik.
4. Terus Menerus Mengonsumsi Pemanis Buatan
Pemanis buatan seperti stevia, sukralosa, dan sakarin memang tidak meningkatkan kadar gula darah. Namun, ada beberapa bukti bahwa pemanis buatan bisa meningkatkan kadar insulin dalam darah.
Terdapat kemungkinan ada hubungan antara penggunaan pemanis buatan jangka panjang dan resistensi insulin. Meski demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan keduanya.
Dikutip dari laman GoodRX, pemanis buatan juga bisa meningkatkan frekuensi hipoglikemia reaktif (gula darah setelah makan). Sebab, pemanis buatan bisa menyebabkan peningkatan insulin yang menurunkan gula darah. Jadi, meskipun pemanis buatan tidak meningkatkan gula darah secara langsung, tetap saja pemanis buatan bisa menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.
Menurut jurnal berjudul "Artificial Sweeteners and Risk of Type 2 Diabetes in the Prospectiver NutiNet-Sante Cohort", terdapat temuan hubungan positif antara asupan pemanis buatan dan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Hal ini memperkuat bukti bahwa zat aditif tersebut mungkin bukanlah alternatif gula yang aman.
5. Kurang Minum Air
Tidak minum air dengan cukup dapat meningkatkan kadar gula darah. Dikutip dari laman Nature Field, hal ini terjadi karena darah menjadi lebih pekat saat tubuh mengalami dehidrasi. Pada akhirnya kondisi ini bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan antara 2-4 liter air per hari.
Tips Mengelola Kadar Gula Darah
Melakukan diet dengan pola makan sehat perlu dilakukan untuk mengelola kadar gula darah. Selain itu berolahraga, mengelola berat badan, dan memantau gula darah juga tak kalah penting.
1. Olahraga
Olahraga bisa membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2. Dikutip dari laman Healthline, olahraga dapat membantu otot menggunakan gula darah untuk energi dan kontraksi otot.
2. Kelola Berat Badan
Jaga berat badan tetap sehat untuk membantu mencegah, menunda, atau mengelola diabetes. Makan berlebihan secara terus menerus, terutama jika disertai dengan pilihan makanan yang salah bisa menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas, yang merupakan faktor risiko utama diabetes tipe 2. Obesitas bisa menyebabkan resistensi insulin dan berdampak negatif pada kemampuan tubuh dalam menggunakan insulin secara efektif.
3. Kelola Stres
Stres bisa memengaruhi kadar gula darah. Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon yang disebut dengan glukagon dan kortisol yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Beberapa strategi manajemen stres di antaranya:
*Meditasi
*Olahraga
*Menulis jurnal
*Psikoterapi
*Melakukan aktivitas yang disukai
4. Pantau Gula Darah
Pemantauan gula darah secara teratur bisa membantu memahami, bagaimana makanan, aktivitas, dan gaya hidup bisa memengaruhi gula dan memicu penyaki
(NK/dtk)
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akademik bagi mahasiswa program studi DIII-keperawatan di politeknik kaltara pada tanggal 03/07/25 ...
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akademik bagi mahasiswa program studi DIII-keperawatan di politeknik kaltara pada tanggal 03/07/25 (NK)