Waspadai Gejala Tipes dan DBD Saat Cuaca Ekstrem
Demam berdarah dengue (DBD) dan tipes merupakan dua jenis penyakit yang seringkali muncul di cuaca ekstrem, seperti musim hujan. Kelompok rentan seperti anak-anak...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Demam berdarah dengue (DBD) dan tipes merupakan dua jenis penyakit yang seringkali muncul di cuaca ekstrem, seperti musim hujan. Kelompok rentan seperti anak-anak...
Demam berdarah dengue (DBD) dan tipes merupakan dua jenis penyakit yang seringkali muncul di cuaca ekstrem, seperti musim hujan. Kelompok rentan seperti anak-anak tak jarang menjadi korbannya.
Kondisi lingkungan yang lembab dan kebersihan menurun memudahkan penyebaran bakteri serta virus pemicu DBD dan tipes. Khusus pada DBD, musim hujan dan munculnya genangan bisa menjadi waktu terbaik bagi nyamuk untuk berkembang biak.
"Memang di musim penghujan ini kasusnya meningkat. Bisa dibilang tiap hari ada kasus," kata Ketua Tim Arbovirosis Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Fadjar SM Silalahi dalam sebuah wawancara.
Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)
DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kondisi ini biasanya terjadi di cuaca ekstrem, seperti musim hujan. Dikutip dari laman Kemenkes, berikut ini beberapa gejala yang harus diwaspadai:
1. Demam Tinggi Mendadak
Demam tinggi secara tiba-tiba merupakan gejala awal yang umum pada pasien DBD. Suhu tubuh bisa mencapai hingga 40 derajat celsius.
Tidak seperti flu biasa, demam ini biasanya tidak disertai batuk atau bersin. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari dan sulit diturunkan dengan obat demam biasa.
2. Nyeri Otot dan Sendi
Setelah demam muncul, pengidap DBD biasanya mulai merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh. Rasa sakit dapat terjadi pada otot, sendi, tulang, hingga area di belakang mata.
Gejala ini bisa cukup menyakitkan dan membuat tubuh terasa kaku. Karena itu, DBD juga sering dijuluki 'breakbone fever' atau demam tulang.
3. Sakit Kepala Parah
Sakit kepala umumnya terasa di area dahi atau sekitar pelipis. Rasa sakitnya bisa berdenyut dan berlangsung terus-menerus. Gejala ini sering membuat pasien sulit berkonsentrasi atau tidur.
4. Mual dan Muntah
Infeksi virus dengue dapat memengaruhi sistem pencernaan. Gejala ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut hingga ke bagian punggung. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi.
5. Kelelahan Parah
Tubuh akan merasa sangat lelah akibat DBD. Nafsu makan biasanya juga menurun, sehingga energi tubuh juga ikut melemah.
Rasa lesu dan tidak bertenaga ini bisa berlangsung beberapa hari. Istirahat total sangat dibutuhkan dalam fase ini untuk mempercepat pemulihan.
Gejala Tipes
Tipes atau demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan kotoran yang mengandung bakteri tersebut dengan masa inkubasi selama 3-60 hari.
Bakteri ini bisa masuk ke makanan melalui lalat terkontaminasi yang hinggap. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko tipes antara lain tinggal di wilayah yang sanitasinya buruk, usia anak-anak, dan mengonsumsi air yang tercemar.
1. Demam Panjang
Demam akibat tipes biasanya berlangsung lebih dari seminggu dan tidak merespons obat penurun panas. Demam dapat meningkat tiap harinya dan berlangsung 3 pekan jika tidak diobati.
2. Kelelahan Parah
Pengidap tipes seringkali merasa kelelahan akibat infeksi sistemik yang menguras energ tubuh. Kelelahan ini bisa mengganggu aktivitas harian secara signifikan dan disertai gejala lain seperti demam dan mual.
3. Perut Kembung atau Nyeri
Infeksi bakteri Salmonella Typhi dapat mengganggu saluran pencernaan dan memicu rasa kembung pada perut atau nyeri.
4. Diare atau Sulit Buang Air Besar
Gangguan pencernaan akibat infeksi bisa memicu diare berair atau justru sembelit. Kondisi ini bisa bervariasi tergantung individu.
Anak-anak lebih sering mengalami diare, sementara orang dewasa bisa mengalami konstipasi. Kedua kondisi ini memperburuk rasa tidak nyaman di perut.
5. Batuk
Meski bukan gejala utama, pasien tipes seringkali mengalami gejala batuk kering. Kondisi biasanya muncul pada minggu-minggu awal.
Langkah Pencegahan
Dokters spesialis anak dr Ari Prayogo, SpA menuturkan peralihan musim atau cuaca ekstrem membuat daya tahan tubuh menurun. Sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit, dr Prayogo mengimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.
"Untuk mencegah sebenarnya yaitu perilaku hidup bersih dan sehat itu tetap harus digaungkan kembali. Satu adalah cuci tangan, pastikan alat makan makanan yang digunakan, pengolahan makanan itu semua bersih," katanya dalam sebuah wawancara.
"Kedua untuk demam berdarah jangan lupa 3M plus, terus juga jangan lupa mengubur, membersihkan, mengeringkan air genangan-genangan air," pungkasnya.
( NF/.detik.com/detik/)
Pelaksanaan Ujian Seminar Hasil mahasiswa Program Studi D-IV Keperawatan Poltekkes Kaltara berlangsung pada Tanggal 04/Juli/25, bertempat di Ruangan LPPM ...
Pelaksanaan Ujian Seminar Hasil mahasiswa Program Studi D-IV Keperawatan Poltekkes Kaltara berlangsung pada Tanggal 04/Juli/25, bertempat di Ruangan LPPM Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akademik dalam menyelesaikan tugas akhir, di mana mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dosen penguji. Ujian berjalan lancar dan tertib dengan tetap mengedepankan etika akademik dan profesionalisme. (NF)
kegiatan Pembekalan PKL Prodi D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kaltara dilaksanakan pada Jumat, 04 Juli 2025 di Ruangan Rapat Poltekkes. Kegiatan ini bertujuan...
kegiatan Pembekalan PKL Prodi D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kaltara dilaksanakan pada Jumat, 04 Juli 2025 di Ruangan Rapat Poltekkes. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan teknis dan etika sebelum terjun ke lapangan. (NF)
telah dilaksanakan kegiatan Pra OSCE sebagai bagian dari persiapan evaluasi keterampilan praktik mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan simulasi dan...
telah dilaksanakan kegiatan Pra OSCE sebagai bagian dari persiapan evaluasi keterampilan praktik mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan simulasi dan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) yang sesungguhnya, baik dari sisi teknis maupun substansi ujian.
Pra OSCE mencakup beberapa stasiun keterampilan yang relevan dengan kompetensi kefarmasian, seperti pelayanan resep, peracikan sediaan farmasi, komunikasi farmasi, serta aspek penilaian klinis lainnya. Mahasiswa mengikuti kegiatan ini secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana.
(NF)
telah dilaksanakan kegiatan Ujian Seminar Hasil sebagai bagian dari tahapan penyelesaian Tugas Akhir mahasiswa. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa/i Program Studi...
telah dilaksanakan kegiatan Ujian Seminar Hasil sebagai bagian dari tahapan penyelesaian Tugas Akhir mahasiswa. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa/i Program Studi DIII Farmasi yang telah menyelesaikan tahap pengumpulan data penelitian atau tugas akhir mereka.
Pelaksanaan seminar berlangsung dengan tertib dan sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku. Setiap peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dosen pembimbing, dosen penguji, dan peserta seminar.
(NF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit jantung masih jadi salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Namun sayangnya, sering kali penyakit ini telat dideteksi.Betapa...
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit jantung masih jadi salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Namun sayangnya, sering kali penyakit ini telat dideteksi.Betapa tidak, beberapa gejala penyakit jantung sering disalahartikan sebagai kondisi medis lain. Akibatnya, penanganan jadi terlambat saat kondisi sudah parah.Nyeri dada, detak jantung tidak beraturan, atau sesak napas jadi beberapa tanda penyakit jantung yang paling umum dipahami. Tapi selain itu, sebenarnya masih ada beberapa tanda adanya masalah di jantung yang perlu diwaspadai.Tanda-tanda penyakit jantung yang jarang diketahuiTak cuma nyeri dada dan sesak napas, penyakit jantung bisa memberikan sinyal ke seluruh anggota tubuh.Beberapa gejala bisa muncul di kulit, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya. Berikut gejala penyakit jantung yang tidak umum, merangkum berbagai sumber.
1. Batuk
Banyak orang mengenal batuk sebagai gejala infeksi pernapasan. Tapi jangan salah, menukil laman Heart Foundation, batuk yang menerus juga bisa jadi gejala gagal jantung.
Gagal jantung terjadi saat jantung tidak maksimal memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, cairan menumpuk di paru-paru dan dapat memicu batuk.
Batuk akibat gagal jantung biasanya muncul secara menerus. Dalam beberapa kasus, batuk bisa disertai dahak. Biasanya, gejala batuk biasa muncul di malam hari.
2. Sakit rahang/gigiJangan cepat-cepat menganggap nyeri pada rahang sebagai masalah gigi dan mulut. Nyeri rahang atau sakit gigi bisa menjadi tanda dari berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Nyeri ini bahkan bisa menjadi tanda peringatan serangan jantung atau angina.
Wanita lebih mungkin mengalami nyeri rahang sebagai tanda peringatan serangan jantung daripada pria.
3. Kaki bengkak
Pada kondisi tertentu, kaki yang membengkak terbilang normal. Misalnya, setelah Anda berdiri dalam waktu lama. Dalam kasus ini, bengkak biasanya akan pulih dengan sendirinya.
Tapi, kaki bengkak yang tak kunjung pulih bisa jadi gejala gagal jantung. Cairan dapat menumpuk di kaki dan pergelangan kaki.
4. Pusing
Pusing bisa terjadi karena banyak hal. Tapi celakanya, pusing juga bisa disebabkan oleh aritmia atau gangguan detak jantung tidak beraturan.Bersamaan dengan pusing, aritmia biasanya juga memicu palpitasi, jantung berdebar, dan sesak napas
5. Kram kaki
Setiap orang pasti pernah mengalami kram kaki sesekali. Misalnya, kram kaki muncul saat duduk terlalu lama. Namun bagi sebagian orang, kram kaki bisa menjadi tanda kurangnya aliran darah ke area tungkai.Kondisi di atas dikenal dengan istilah penyakit arteri perifer. Penyakit ini disebabkan oleh faktor risiko yang sama seperti penyakit jantung koroner.
Kondisi tersebut bisa membuat arteri di tungkai mengeras dan menyempit. Akibatnya, darah tidak dapat mengalir melalui arteri dengan mudah. Kondisi ini bisa memicu kram.
6. Bintik hitam di kuku
jika ada bintik hitam tiba-tiba muncul di kuku tanpa cedera, maka Anda perlu waspada. Menukil WebMD, bintik hitam di kuku mengindikasikan adanya infeksi pada lapisan jantung atau katup jantung yang disebut endokarditis.
Kondisi bintik hitam di kuku juga biasa dialami oleh pengidap diabetes. Orang dengan diabetes sendiri punya risiko empat kali lebih besar untuk mengidap penyakit jantung.
7. Gusi berdarah
Pada dasarnya, hingga saat ini banyak ahli masih belum sepenuhnya memahami hubungan antara penyakit gusi dan penyakit jantung. Namun, penelitian menunjukkan bahwa gusi berdarah, bengkak, atau nyeri dapat memicu masalah jantung.
Salah satu teori yang mendukung didorong oleh bakteri pada gusi. Para ahli percaya bahwa bakteri dari gusi yang masuk ke aliran darah dapat memicu peradangan di jantung.