info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

BPOM Ungkap Obat Herbal 'Dioplos' Tramadol-Sildenafil Marak Beredar di Wilayah Ini
01 Nov 2024 IT Poltek

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengatakan peredaran obat herbal ilegal yang mengandung bahan kimia obat (BKO) masih mudah ditemukan di pasaran. Menurut BPOM, ada beberapa wilayah di Indonesia masih banyak ditemukan obat herbal berbahaya ini.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan pihaknya telah menyita ratusan ribu obat herbal ilegal seperti jamu yang mengandung BKO dexamethasone, tramadol, dan sildenafil citrate yang melebihi batas aman.

Taruna menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan pada oknum-oknum nakal yang menjual obat herbal yang ternyata membahayakan kesehatan masyarakat.
"Kami akan bergerak terus, karena kami mendengarkan ada lagi di beberapa tempat ada di Kalimantan Utara, Medan, Semarang, kemudian di Surabaya. Kami akan bertindak lebih cepat lagi," tegas Taruna.

Upaya yang dilakukan BPOM ini, lanjut Taruna adalah untuk melindungi UMKM obat tradisional yang memang berjalan sesuai aturan. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 1.070. pelaku usaha obat tradisional di Indonesia.
"Dari UMKM kalau bisa menjadi perusahaan menengah, bahkan perusahaan besar, karena nanti produknya bisa diekspor," tutupnya. (dtk)

Batuk Menjadi Penyakit yang Harus di Waspadai Ketika Musim Pancaroba
31 Okt 2024 IT Poltek

    Musim pancaroba sering kali membawa tantangan kesehatan bagi banyak orang. Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan polusi udara yang semakin merajalela, membuat tubuh rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Mengapa seperti itu? Karena pada musim pancaroba virus lebih mudah bertahan dan lebih cepat berkembang biak. Selain itu, perubahan suhu yang ekstrem membuat tubuh berusaha menyesuaikan dengan cepat sehingga imunitas tubuh kita jadi berkurang.           
Penyakit yang paling sering terjadi pada musim pancaroba adalah penyakit pada sistem pernapasan seperti batuk dan pilek.

    Diketahui, batuk adalah reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari tubuh kita, seperti virus, bakteri, debu, ataupun lendir yang diakibatkan adanya iritasi yang terjadi di saluran pernapasan atas. Saat mengalami batuk, cobalah atasi dengan obat batuk herbal yang sudah terstandar OHT (Obat Herbal Terstandar), karena obat batuk dengan standar tersebut sudah teruji khasiat dan keamanannya secara ilmiah dengan uji praklinik. Selain itu, proses produksi obat terstandar OHT juga sudah memiliki standar cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Hal tersebut menambah standar keamanan obat bagi semua kalangan, terutama bagi ibu hamil dan menyusui yang harus lebih cermat dan berhati-hati dalam memilih obat.

    Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OB Herbal hadir sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan obat batuk alami yang sudah teruji khasiat dan keamanannya secara ilmiah, tersertifikasi halal, dan efektif meredakan berbagai jenis batuk. Berbagai keunggulan itu menjadikan OB Herbal sebagai obat batuk yang cocok bagi semua kalangan. Ditambah lagi, obat batuk tersebut tidak menyebabkan kantuk, sehingga penggunanya tidak perlu khawatir jika mengkonsumsinya pada saat beraktivitas. Dengan kombinasi 100 persen ekstrak herbal seperti jahe, jeruk nipis, kencur, daun timi, daun mint, biji pala, akar manis, dan madu, OB Herbal memberikan sensasi rasa hangat di tenggorokan dan melegakan pernafasan.

    Seluruh kandungan bahan herbal yang ada di OB Herbal membuatnya efektif untuk mengobati batuk, mengatasi iritasi, dan nyeri pada tenggorokan. Sebagai informasi, OB Herbal diproduksi oleh PT Deltomed Laboratories yang merupakan salah satu perusahaan herbal modern terbaik di Indonesia yang sudah berpengalaman lebih dari 45 tahun di industri obat herbal modern.

    Perusahaan tersebut sudah memenuhi standar good manufacturing practice (GMP) dan CPOTB, sehingga OB Herbal terjamin mutu dan kualitasnya. Ditambah lagi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah menguji kualitas, manfaat, dan keamanan obat tersebut yang menjadikannya obat batuk dengan sertifikasi OHT Perlu diketahui, OB Herbal hadir dalam berbagai kemasan yang memudahkan penggunanya memilih sesuai kebutuhan, yakni kemasan 100 ml dan 60 ml yang ideal untuk disimpan sebagai stok di rumah, serta kemasan 30 ml yang praktis untuk dibawa bepergian atau traveling. Untuk menambah kepraktisan, OB Herbal kini juga hadir dalam kemasan sachet sehingga mudah dibawa ke mana saja dan dapat dengan sat set dikonsumsi kapan pun dibutuhkan. Selain itu, OB Herbal tersedia dalam berbagai varian, yakni varian Habbatussauda yang tidak hanya meredakan batuk, tetapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta OB Herbal Junior yang mengandung madu dan meniran untuk membantu meredakan batuk sekaligus melegakan tenggorokan dengan rasa yang disukai anak-anak. Nah, sekarang tak perlu khawatir dengan tantangan kesehatan saat musim pancaroba. Sedia selalu OB Herbal, cara sat set redakan batuk! (dtk).

Begini Dampak Air Jahe Jika Dikonsumsi Secara Berlebihan
30 Okt 2024 IT Poltek

Air jahe menjadi salah satu ramuan alami yang dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Biasanya, air jahe digunakan untuk membantu menghangatkan tubuh.
Untuk membuatnya, dapat menggunakan teh jahe yang banyak dijual di toko. Bisa juga dengan merebus irisan jahe segar dalam air selama beberapa menit, kemudian diminum.
Dikutip dari Healthline, air rebusan jahe dapat bermanfaat untuk beberapa kondisi seperti:
1. Mengkonsumsi jahe dapat membantu mencegah dan menyembuhkan peradangan.
2. Meredakan gangguan pencernaan, mual, dan muntah.
3. Membantu mengelola tekanan darah.
4. Menyeimbangkan kadar gula dalam darah.
5. Membantu mengelola kadar kolesterol di tubuh.
Meski memiliki segudang manfaat, air atau teh jahe juga memiliki beberapa efek samping yang muncul jika dikonsumsi secara berlebihan. Lantas, seperti apa efek samping yang muncul?

Efek Samping Air Jahe
Teh atau air rebusan jahe sebenarnya aman diminum. Namun, setiap orang tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 5 gram per hari. Pusat Kesehatan Komplementer dan Integratif Nasional (NCCIH) menyarankan agar mereka yang mengidap penyakit batu empedu berhati-hati saat mengonsumsi jahe. Ini karena dapat meningkatkan aliran empedu. Disarankan untuk mengkonsumsi ekstrak jahe maksimal 3-4 gram per hari. Untuk wanita hamil, sebaiknya jangan mengkonsumsi lebih dari satu gram ekstrak jahe per hari.

Menurut satu tinjauan sistematis tahun 2019, jahe dapat menyebabkan efek samping ringan. Namun, ini jarang terjadi. Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa efek samping air jahe yang muncul jika dikonsumsi berlebihan:
1. Mulas
Mulas terjadi karena refluks asam yang menyebabkan sensasi terbakar di dada bagian bawah. Dalam satu tinjauan sistematis tahun 2020, 16 dari 109 studi dan tinjauan yang diteliti para peneliti melaporkan mulas sebagai efek samping yang merugikan. Namun, sebuah artikel tahun 2014 mencatat bahwa mengonsumsi 1 gram hingga 1,5 gram jahe kering per hari sebenarnya dapat membantu mengobati mulas.

2. Efek pencernaan
NCCIH mencatat bahwa jahe dapat menyebabkan:
1. Iritasi di tenggorokan dan mulut
2. Nyeri perut, atau sakit perut
3. Gas dan kembung
4. Diare
Namun, menurut satu artikel tahun 2016, jahe dapat meningkatkan pengosongan lambung. Hal ini, sebenarnya dapat membantu meringankan gejala sakit perut.
Selain itu, sebuah artikel tahun 2019 menyatakan bahwa jahe dapat mengurangi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, yang dapat bekerja untuk mengurangi gas dan kembung. (dtk)






Ternyata Sederet Kebiasaan Sehat Ini Bisa Membantu Turunkan Kadar Gula Darah
29 Okt 2024 IT Poltek

Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, berbagai risiko kesehatan dapat meningkat. Untuk membantu mengelola kadar gula darah dengan efektif, beberapa kebiasaan sederhana bisa diterapkan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah secara alami dan mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh, seperti dikutip dari Healthline.

1. Aktif Bergerak
Rutin berolahraga dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan kerja insulin, sehingga sel-sel tubuh bisa menggunakan gula darah sebagai sumber energi. Jenis olahraga untuk membantu menurunkan kadar gula darah termasuk angkat beban, jalan cepat, lari, bersepeda, menari, hiking, hingga renang.
Untuk memperoleh hasil yang optimal, cobalah untuk menargetkan sesi olahraga 10 menit 3 kali sehari selama 5 hari, dengan target 150 menit per minggu

2. Kelola Asupan Karbohidrat
Asupan karbohidrat sangat memengaruhi kadar gula darah. Tubuh memecah karbohidrat menjadi gula, terutama glukosa. Kemudian, insulin membantu tubuh menggunakan dan menyimpannya untuk energi.
Proses ini bisa gagal jika seseorang makan terlalu banyak karbohidrat atau memiliki masalah fungsi insulin, dan kadar glukosa darah dapat meningkat. American Diabetes Association merekomendasikan agar pengidap diabetes mengatur asupan karbohidrat mereka dengan menghitung karbohidrat dan menyadari berapa banyak yang mereka butuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Diet rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi dan mencegah terjadinya lonjakan kadar gula darah. Penting untuk dicatat bahwa diet rendah karbohidrat dan tanpa karbohidrat berbeda. Saat memantau gula darah, seseorang dapat makan beberapa karbohidrat. Namun, memprioritaskan karbohidrat dari biji-bijian utuh dan sumber yang tidak diproses memberikan nilai gizi yang lebih besar sekaligus membantu menurunkan kadar gula darah.

3. Makan Banyak Serat
Serat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula, sehingga meningkatkan kadar gula darah secara bertahap. Ada dua jenis serat, yakni tidak larut dan larut. Meskipun keduanya penting, serat larut telah terbukti secara eksplisit dapat meningkatkan pengelolaan gula darah, sedangkan serat tidak larut belum terbukti memiliki efek ini. Diet tinggi serat dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengatur dan meminimalkan kadar gula darah. Ini dapat membantu mengelola diabetes tipe 1 dengan lebih baik.

Makanan tinggi serat meliputi:
1. sayuran
2. buah-buahan
3. kacang-kacangan
4. biji-bijian utuh

Asupan serat harian yang direkomendasikan adalah sekitar 25 gram untuk wanita dan 35 gram untuk pria. Itu sekitar 14 gram untuk setiap 1.000 kalori.
NEXT: Jangan lupa minum air putih (dtk).

8 Cara Sederhana Menjaga Ginjal Tetap Sehat, Termasuk Kurangi Garam
24 Okt 2024 IT Poltek

Menjaga kesehatan ginjal merupakan langkah penting dalam upaya menjaga kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Ginjal berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan membantu mengatur tekanan darah. Dengan menjaga ginjal tetap sehat, banyak komplikasi kesehatan dapat dicegah.
Oleh karena itu, melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan organ vital ini sangatlah penting. Beberapa kebiasaan sehat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan untuk mendukung fungsi ginjal yang optimal. Berikut adalah kebiasaan yang dapat meningkatkan kesehatan ginjal, dikutip dari Kidney Care UK.
1. Makan Banyak Buah dan Sayuran
Pola makan yang seimbang membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol agar tetap stabil, sehingga menurunkan risiko penyakit ginjal. Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayuran per hari, ditambah dengan makanan bertepung, produk susu, serta sumber protein seperti kacang-kacangan, ikan, atau daging. Mengurangi lemak jenuh dan gula juga penting. Buah dan sayuran segar, kalengan, kering, maupun beku dapat dimanfaatkan. Memasukkan buah ke dalam sarapan atau menambahkan sayuran pada menu harian adalah cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan ini.
2. Tidak Merokok
Merokok meningkatkan risiko gagal ginjal hingga empat kali lipat. Selain meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, merokok juga dapat memicu timbunan lemak dalam pembuluh darah yang dapat menyebabkan pembekuan darah, meningkatkan risiko penyakit ginjal, hingga memperbesar risiko terkena kanker ginjal. Berhenti merokok mampu mengurangi risiko ini, dan efek positifnya akan segera terasa setelah berhenti.
3. Kurangi Konsumsi Garam
Terlalu banyak mengonsumsi garam dalam makanan dapat memicu tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit ginjal. Selain itu, kelebihan garam juga dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal. Batasi konsumsi garam hingga 6 gram per hari dan periksa label makanan olahan yang sering kali mengandung garam tersembunyi. Sebagai alternatif, gunakan rempah-rempah, bumbu dapur, atau lemon sebagai pengganti garam dalam masakan.
4. Hindari Penggunaan Obat Pereda Nyeri Secara Berlebihan
Penggunaan jangka panjang dan tanpa aturan dari obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan aspirin, dapat merusak ginjal.
Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan untuk jangka waktu sesingkat mungkin. Jika membutuhkan obat pereda nyeri secara rutin, diskusikan dengan dokter mengenai cara mengurangi dampak buruknya terhadap ginjal.
5. Banyak Bergerak
Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan ginjal. Tidak perlu pergi ke gym, kegiatan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berkebun juga bisa membantu. Berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, atau 75 menit untuk aktivitas yang lebih intens. Coba mulai dari perubahan kecil, seperti memilih berjalan daripada mengemudi.
6. Batasi Makanan Ultra-Proses
Makanan ultra-proses yang tinggi akan gula, garam, dan lemak tidak sehat, serta rendah nutrisi, dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis (PGK). Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan seperti keripik, minuman bersoda, dan mie instan. Mengganti satu porsi makanan ultra-proses dengan makanan segar setiap hari dapat membantu menurunkan risiko PGK.
7. Jaga Hidrasi
Minum air dengan cukup setiap hari membantu ginjal bekerja lebih baik, mencegah pembentukan batu ginjal, dan infeksi saluran kemih. Disarankan untuk minum enam hingga delapan gelas air per hari, agar urine berwarna kuning pucat. Selain air putih, minuman seperti teh, kopi, dan susu rendah lemak juga dapat dihitung dalam asupan cairan harian.
8. Tidur yang Cukup
Tidur yang berkualitas penting untuk mendukung fungsi ginjal. Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan ginjal dalam melakukan tugasnya. Sebagian besar orang membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur setiap malam. Jika mengalami kesulitan tidur, periksa kebiasaan tidur dan buat lingkungan yang mendukung, seperti menjaga kamar tetap sejuk, gelap, dan tenang. (dtk)

Tak Disangka, Ternyata Hal Sepele Ini Jadi Biang Kerok Kanker Usus di Usia Muda
24 Okt 2024 IT Poltek

Kasus kanker usus besar atau yang juga dikenal dengan kanker kolorektal angkanya cenderung meningkat pada generasi muda. Banyak faktor pemicu dari kondisi ini, salah satunya adalah kondisi mental seseorang yang tidak stabil. Dikutip dari Daily Mail, para peneliti dari Universitas Sichuan, China, menemukan bahwa ketika seseorang mengalami stres yang terus menerus, sejumlah bakteri sehat yang hidup di usus mulai mati, sehingga memudahkan kanker untuk 'masuk'. Hilangnya bakteri sehat ini membuat tumor tumbuh lebih cepat, sehingga kanker kolorektal dapat berkembang lebih agresif dan cepat. Kanker usus besar dan rektum memang sedang meningkat pada kalangan anak muda di Amerika Serikat dan Inggris. Sebelumnya, para ahli mengaitkan kejadian ini karena gaya hidup atau pola makan anak-anak muda yang kurang baik. Data menunjukkan, lebih banyak anak muda AS dan Inggris yang terus-menerus stres, cemas, atau tertekan. Survei tahun 2023 dari American Psychological Association menemukan bahwa rata-rata orang berusia 18 hingga 34 tahun menilai tingkat stres mereka pada angka enam dari sepuluh, sedangkan orang berusia 65 tahun ke atas menilai stres mereka sedikit di atas angka tiga.
Faktor-faktor Munculnya Kanker Kolorektal
Para peneliti menduga maraknya penyakit ini disebabkan oleh pola makan anak muda yang buruk, mereka banyak mengonsumsi makanan olahan dan minuman berenergi. Hal ini membuat obesitas, terganggunya bakteri baik di usus, dan tingginya kadar gula darah. Selain itu, penggunaan antibiotik yang berlebihan juga disinyalir menjadi salah satu pemicu dari kanker usus besar karena dapat memberikan gangguan pada koloni bakteri sehat di usus. Namun, hal ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. (dtk)