Batuk Menjadi Penyakit yang Harus di Waspadai Ketika Musim Pancaroba
Musim pancaroba sering kali membawa tantangan kesehatan bagi banyak orang. Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan polusi udara yang semakin merajalela,...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Musim pancaroba sering kali membawa tantangan kesehatan bagi banyak orang. Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan polusi udara yang semakin merajalela,...
Musim pancaroba sering kali membawa tantangan kesehatan bagi banyak orang. Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan polusi udara yang semakin merajalela, membuat tubuh rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.
Mengapa seperti itu? Karena pada musim pancaroba virus lebih mudah bertahan dan lebih cepat berkembang biak. Selain itu, perubahan suhu yang ekstrem membuat tubuh berusaha menyesuaikan dengan cepat sehingga imunitas tubuh kita jadi berkurang.
Penyakit yang paling sering terjadi pada musim pancaroba adalah penyakit pada sistem pernapasan seperti batuk dan pilek. Diketahui, batuk adalah reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari tubuh kita, seperti virus, bakteri, debu, ataupun lendir yang diakibatkan adanya iritasi yang terjadi di saluran pernapasan atas.
Saat mengalami batuk, cobalah atasi dengan obat batuk herbal yang sudah terstandar OHT (Obat Herbal Terstandar), karena obat batuk dengan standar tersebut sudah teruji khasiat dan keamanannya secara ilmiah dengan uji praklinik.
Selain itu, proses produksi obat terstandar OHT juga sudah memiliki standar cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Hal tersebut menambah standar keamanan obat bagi semua kalangan, terutama bagi ibu hamil dan menyusui yang harus lebih cermat dan berhati-hati dalam memilih obat.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OB Herbal hadir sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan obat batuk alami yang sudah teruji khasiat dan keamanannya secara ilmiah, tersertifikasi halal, dan efektif meredakan berbagai jenis batuk.
Berbagai keunggulan itu menjadikan OB Herbal sebagai obat batuk yang cocok bagi semua kalangan. Ditambah lagi, obat batuk tersebut tidak menyebabkan kantuk, sehingga penggunanya tidak perlu khawatir jika mengkonsumsinya pada saat beraktivitas.
Dengan kombinasi 100 persen ekstrak herbal seperti jahe, jeruk nipis, kencur, daun timi, daun mint, biji pala, akar manis, dan madu, OB Herbal memberikan sensasi rasa hangat di tenggorokan dan melegakan pernafasan. Seluruh kandungan bahan herbal yang ada di OB Herbal membuatnya efektif untuk mengobati batuk, mengatasi iritasi, dan nyeri pada tenggorokan.
Sebagai informasi, OB Herbal diproduksi oleh PT Deltomed Laboratories yang merupakan salah satu perusahaan herbal modern terbaik di Indonesia yang sudah berpengalaman lebih dari 45 tahun di industri obat herbal modern.
Perusahaan tersebut sudah memenuhi standar good manufacturing practice (GMP) dan CPOTB, sehingga OB Herbal terjamin mutu dan kualitasnya.
Ditambah lagi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah menguji kualitas, manfaat, dan keamanan obat tersebut yang menjadikannya obat batuk dengan sertifikasi OHT.
Perlu diketahui, OB Herbal hadir dalam berbagai kemasan yang memudahkan penggunanya memilih sesuai kebutuhan, yakni kemasan 100 ml dan 60 ml yang ideal untuk disimpan sebagai stok di rumah, serta kemasan 30 ml yang praktis untuk dibawa bepergian atau traveling.
Untuk menambah kepraktisan, OB Herbal kini juga hadir dalam kemasan sachet sehingga mudah dibawa ke mana saja dan dapat dengan sat set dikonsumsi kapan pun dibutuhkan.
Selain itu, OB Herbal tersedia dalam berbagai varian, yakni varian Habbatussauda yang tidak hanya meredakan batuk, tetapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta OB Herbal Junior yang mengandung madu dan meniran untuk membantu meredakan batuk sekaligus melegakan tenggorokan dengan rasa yang disukai anak-anak.
Nah, sekarang tak perlu khawatir dengan tantangan kesehatan saat musim pancaroba. Sedia selalu OB Herbal, cara sat set redakan batuk!
Dehidrasi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi selama bulan Ramadan. Hal ini terjadi lantaran seseorang yang berpuasa tidak menerima asupan makanan dan...
Dehidrasi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi selama bulan Ramadan. Hal ini terjadi lantaran seseorang yang berpuasa tidak menerima asupan makanan dan minuman sama sekali selama 12 jam lebih.
Spesialis gizi dr Johanes C Chandrawinata, SpGK, menegaskan pentingnya rehidrasi tubuh dengan air putih saat berbuka puasa. Menurutnya, air putih adalah pilihan terbaik dibandingkan minuman manis.
"Pada saat buka puasa, usahakan rehidrasi tubuh dulu dengan minum air. Air putih saja atau jangan yang terlalu manis, nanti menambah asupan kalori," ujar dr Johanes kepada detikcom, Sabtu (22/2/2025).
Mengonsumsi minuman yang terlalu banyak mengandung gula tambahan, menurutnya, tidak baik bagi tubuh dan bisa meningkatkan risiko kesehatan.
Jika ingin mengonsumsi sesuatu yang manis saat berbuka puasa, dr Johanes menyarankan untuk memilih buah-buahan. Rasa manis alami dari buah dinilai lebih sehat dibandingkan minuman yang mengandung gula tambahan.
Terkait suhu minuman, dr Johanes menyatakan bahwa air dingin atau air es tidak berbahaya bagi tubuh. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kandungan gula dalam minuman yang dikonsumsi.
"Tidak ada masalah. Minum air es boleh, tapi kalau air pakai gula tentunya itu menambah kalori, bisa mengakibatkan kegemukan," tutupnya.
Dengan demikian, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Kolang-kaling cukup populer sebagai salah satu bahan campuran minuman segar selama ramadan. Ada juga yang menganggap bahwa kolang-kaling memiliki banyak nutrisi...
Kolang-kaling cukup populer sebagai salah satu bahan campuran minuman segar selama ramadan. Ada juga yang menganggap bahwa kolang-kaling memiliki banyak nutrisi yang bagus untuk kesehatan.
Di antaranya terkait sifat anti-inflamasi atau antiradang, yang membuat kolang-kaling diyakini bisa membantu dalam meredakan nyeri lutut atau sendi. Lalu, apakah anggapan masyarakat tersebut benar adanya?
Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) membenarkan bahwa kolang-kaling memiliki efek anti-radang.
"Saya memang pernah baca soal itu ya, (kolang-kaling) mengurangi nyeri sendi, nyeri rematik, nyeri pengapuran, buat sakit di lutut. Kalau kita lihat memang di kolang-kaling itu ada kandungannya galaktomanan, bisa buat apa? Anti-nyeri, anti-radang," kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/3/2025).
Namun demikian, dr Oki menambahkan, belum ada penelitian yang membuktikan secara spesifik bahwa kandungan dalam kolang-kaling mampu mengobati nyeri lutut atau sendi.
"Memang dari sisi kedokteran, hasil uji cobanya menyebutkan kalau kolang kaling ini punya efek anti-radang atau anti-inflamasi. Tapi kalau spesifik untuk (mengobati) nyeri sendi, peradangan sendi, belum ada tadi," katanya.
Pelaksanaan Ujian Seminar Prodi Promosi Kesehatan Pada Hari...
Pelaksanaan Ujian Seminar Prodi Promosi Kesehatan Pada Hari Selasa/04/2025
Pelaksanaan Kegiatan Monev PKL Prodi Keperawatan Pada Hari...
Pelaksanaan Kegiatan Monev PKL Prodi Keperawatan Pada Hari Senin/03/2025
Pelaksanaan Wawancara Kegiatan PMB Politeknik Kaltara Pada Hari...
Pelaksanaan Wawancara Kegiatan PMB Politeknik Kaltara Pada Hari Selasa/03/2025